UJIAN TENGAH SEMESTER
MATA KULIAH ILMU KEPENDUDUKAN
OLEH :
ANDINI LADESA
05081004033
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2010
1. Apa yang dimaksud dengan masalah kependudukan ?
Jawab :
Masalah kependudukan adalah masalah yang melingkupi hal – hal pencatatan maupun mobilitas sosial suatu penduduk di daerah tertentu. Biasanya berkaitan dengan statistika maupun matematika tentang besarnya komposisi dan distribusi penduduk serta perubahan – perubahannya sepanjang masa dalam kependudukan. Masalah kependudukan biasanya melingkupi masalah kelahiran (fertilitas), masalah kematian ( mortalitas ), masalah migrasi, masalah perkawinan dan perceraian, serta masalah pengangguran.
Semua masalah tersebut ujung – ujungnya akan mempengaruhi aspek – aspek ekonomi, sosial budaya, hukum, moral maupun agama. Masalah kependudukan mempunyai pengaruh yang besar terhadap berbagai aspek tersebut. Sehingga masalah kependudukan ini sebaiknya harus diatasi dengan tepat dan segera agar tidak berkelanjutan dan minimbulkan dampak yang berkepanjangan.
Sumber :
id.wikipedia.org/wiki/penduduk
2. Coba Anda inventarisasi masalah-masalah kependudukan di Indonesia. Jelaskan satu per satu !
Jawab :
Masalah kependudukan itu melinkupi masalah dalam hal kelahiran, kematian, migrasi, perkawinan dan perceraian, serta pengangguran. Semua itu adalah masalah kependudukan yang terjadi di Indonesia, namun masalah yang paling utama adalah masalah kelahiran, karena masalah ini dapat berdampak baik langsung maupun tidak langsung kepada masalah – masalah lainnya.
a. Fertilitas ( Kelahiran )
Fertilitas adalah jumlah atau angka kelahiran seorang bayi. Jika fertilitas semakin meningkat maka akan menjadi beban pemerintah dalam hal penyediaan aspek fisik misalnya fasilitas kesehatan ketimbang aspek intelektual. Fertilitas meningkat maka pertumbuhan penduduk akan semakin meningkat tinggi, akibatnya bagi suatu negara berkembang akan menunjukan korelasi negatif dengan tingkat kesejahteraan penduduknya.
b. Mortalitas ( Kematian )
Mortalitas adalah tingkat atau jumlah keamtian yang terjadi di suatu deareh tertentu. Jika tingkat mortalitas rendah maka angka harapan hidup pun akan bertambaha. Semakin bertambahnya Angka Harapan Hidup itu berarti perlu adanya peran pemerintah di dalam menyediakan fasilitas penampungan bagi warganya. Perlunya perhatian keluarga dan pemerintah didalam penyediaan gizi yang memadai bagi anak-anak (Balita). Sebaliknya apabila tingkat mortalitas tinggi akan berdampak terhadap reputasi negara tersebut dimata dunia.
c. Komposisi jumlah penduduk
Komposisi jumlah penduduk adalah jumlah penyebaran penduduk di suatu daerah tertentu. Komposisi jumlah penduduk ini dapat mempengaruhi berbagai aspek. Pertama, Aspek ekonomi dan pemenuhan kebutuhan hidup keluarga. Banyaknya bebantanggungan yang harus dipenuhi biaya hidupnya oleh sejumlah manusia produktif yang lebih sedikit akan mengurangi pemenuhan kebutuhan ekonomi dan hayat hidup.
Kedua, Aspek pemenuhan gizi. Kemampuan ekonomi yang kurang dapat pula berakibat pada pemenuhan makanan yang dibutuhkan baik jumlah makanan (kuantitatif) sehingga dampak lebih lanjut adalah adanya rawan atau kurang gizi (malnutrition). Pada gilirannya nanti bila kekurangan gizi terutama pada usia muda ( 0 -5 tahun). Akan mengganggu perkembangan otak bahkan dapat terbelakang mental ( mental retardation ). Ini berarti mengurangi mutu SDM masa yang akan datang.
Ketiga, Aspek Pendidikan Pendidikan memerlukan biaya yang tidak sedikit, sehingga diperlukan dukungan kemampuan ekonomi semua termasuk orang tua. Apabila kemampuan ekonomi kurang mendukung maka fasilitas pendidikan juga sukar untuk dipenuhi yang mengakibatkan pada kualitas pendidikan tersebut kurang. Keempat, Lapangan Kerja Penumpukan jumlah penduduk usia muda atau produktif memerlukan persiapan lapangan kerja masa mendatang yang lebih luas. Hal ini merupakan bom waktu pencari kerja atau penyedia kerja. Apabila tidak dipersiapkan SDMnya dan lapangan kerja akan berdampak lebih buruk pada semua aspek kehidupan.
d. Kependudukan dan angkatan kerja
Angakatan kerja adalah jumlah penduduk yang sedang mencari kerja, calon pekerja, serta orang yang telah bekerja. Semakin banyaknya jumlah penduduk akan mengakibatkan semakin banyaknya jumlah angkatan kerja, serta semakin banyak pula tingkat penganggurannya. Sehingga dapat mengakibatkan produktifitas yang dihasilkan oleh sebagian kecil manusia kemungkinan bisa habis dikonsumsi sebagian besar penduduk. Pendapatan perkapita akan rendah sehingga berpengaruh pada sektor ekonomi masyarakat.
e. Mobilitas penduduk
Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lainnya. Yang menjadi masalah dalam hal ini adalah mobilitas penduduk dari desa ke kota. Hal ini akan menyebabkan semakin banyaknya jumlah penduduk di kota yang mungkin saja tidak mengerti cara bekerja atau SDMnya rendah. Sedangkan jumlah penduduk didesa semakin sedikit, sehingga akan menyebabkan jumlah petani akan berkurang sehingga pasokan pangan ke kota pun berkurang.
f. Kepadatan penduduk
Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk di suatu daerah yang telah melebihi kapasitas sehingga kebutuhan – kebutuhan penduduk pun tidak memadai lagi pada daerah tersebut. Ketidakseimbangan kepadatan penduduk ini mengakibatkan ketidakmerataan pembangunan baik fisik maupun non fisik yang selanjutnya mengakibatkan keinginan untuk pindah semakin tinggi. Arus perpindahan penduduk biasanya bergerak dari daerah yang agak terkebelakang pembangunannya ke daerah yang lebih maju, sehingga daerah yang sudah padat menjadi semakin padat.
g. Perkawinan dan perceraian
Perkawinan bukan merupakan komponen yang langsung mempengaruhi pertumbuhan penduduk. Akan tetapi mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap fertilitas, karena dengan adanya perkawinan dapat meningkatkan angka kelahiran. Sebaliknya perceraian adalah merupalkan penghambat tingkat fertilitas karena dapat menurunkan angka kelahiran.
Dengan adanya perkawinan masalah yang timbul adalah perumahan yang harus memadai untuk seluruh penduduk, serta fasilitas – fasilitas lainnya. Perkawinan pun secara tidak lanngsung menyebabkan fertilitas semakin meninggi. Masalah yang ditimbulkan oleh perceraian pun lain lagi. Dengan adanya perceraian maka moral agama akan semakin menipis, karena di dalam agama perceraian tersebuut diharamkan. Dan akan secara tidak langsung mempengaruhi kehidupan sosial ekonomi orang yang menjalankannya.
Sumber :
http://library.usu.ac.id/download/fkm/fkm-sri%20rahayu.pdf
http://mangkutak.wordpress.com/2009/01/21/masalah-kependudukan-ditinjau-dari-sisi-fertilitas-pengaturan-kelahiran-kesehatan-reproduksi/
3. Jelaskan kebijakan kependudukan yang telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut!
Jawab :
Masalah – masalah kependudukan bila tidak di atasi oleh pemerintah dengan segera dapat menimbulkan masalah yang lebih berat lagi di kemudian hari. Oleh karena itu pemerintah harus melakukan kebijakan yang tepat guna mengatasi masalah tersebut.
a. Fertilitas ( Kelahiran )
Pemerintah dalam hal menangulangi masalah fertilitas ini dengan cara mengalakkan program keluarga berencana secara berkesinambungan dengan slogan dua anak cukup. Program ini pun harus di dukung dengan kesadaran diri dari penduduknya sendiri. Tingkat pendidikan wanita pun mempengaruhi umur kawin dari wanita itu sendiri. Namun, dengan adanya peningkatan ekonomi dan sosial maka fertilitas pun dapat di tekan.
Program keluarga berencana yang dicanangkan pemerintah hingga saat ini keberhasilannya belum merata. Tingkat keberhasilannya tinggi pada daerah berkembang, sedangkan tingkat keberhasilan rendah pada daerah yang terbelakang. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh pendidikan wanita serta lingkungan sekitarnya.
b. Mortalitas ( Kematian )
Pemerintah dalam hal mengatasi masalah mortalitas ini ialah dengan cara meningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu programnya adalah asuransi miskin, yang ditujukan bagi warga kuarng mampu agar dapat berobat dengan baik. Gizi bagi penduduk pun perlu ditingkatan. Serta pemerintah menyiapkan penyuluh – penyuluh kesehatan untuk memberikan informasi yang jelas bagi masalah – masalah kesehatan tersebut.
c. Komposisi jumlah penduduk
Komposisi jumlah penduduk ini pun dapat juga diatasi dengan program keluarga berencana yang tengah digalakkan oleh pemeritah. Selain itu pemerintah pun telah mengeluarkan peraturan dalam hal perkawinan agar tidak ada masalah perkawinan usia dini yang dapat mengakibatkan jumlah penduduk meningkat. Pemerintah pun mencanangkan program pendidikan wajib sekolah 9 tahun guna meningkatkan pendidikan masyarakat.
d. Kependudukan dan angkatan kerja
Masalah ini dapat diselesaikan dengan adanya lapangan kerja yang banyak. Oleh karena itu pemerintah mengeluarkan kebijakan pinjaman modal kecil kepada masyarakat yang ingin berusaha dengan mendirikan usaha kecil menengah. Selain itu program beasiswa pendidikan hingga keluar negeri pun digalakkan guna meningkatkan mutu sumber daya manusia yang ada.
e. Mobilitas penduduk
Mobilitas penduduk ini dapat di kendalikan dengan program migrasi yang di terapkan pemerintah. Selain itu pemerintah pun mulai memperhatikan desa – desa tertinggal terutama dalam hal pertanian sehingga masyarakta desa betah tinggal di desanya sendiri dan tidak ada niat untuk pindah ke kota.
f. Kepadatan penduduk
Kepadatan penduduk tentunya dapat diatasi juga dengan menggalakkan program keluarga berencana dengan lebih giat lagi. Serta dengan menjalankan program ttransmigrasi, yaitu memindahkan penduduk dari daerah padat penduduk ke daerah yang penduduknya baru sedikit.
g. Perkawinan dan perceraian
Untuk mengatasi masalah perkawinan pemerintah membatasi umur kawin minimum seseorang yaitu 18 tahun untuk wanita dan 21 tahun untuk laki – laki. Masalah tersebut pun dapat diatasi dengan memperpanjang waktu pendidikan yaitu 9 tahun wajib sekolah.
Untuk mengatasi masalah perceraian pemerintah membuat sulit proses perceraian seseorang. Sehingga orang – orang akan berfikir dua kali untuk melakukan proses perceraian itu sendiri.
Sumber :
http://library.usu.ac.id/download/fkm/fkm-sri%20rahayu.pdf
http://sumbermakalah.blogspot.com/2008/12/tentang-masalah-kependudukan.html
4. Bandingkan permasalahan kependudukan yang ada di negara kita dengan permasalahan kependudukaan di negara lain, bagaimana negara tersebut menyelesaikan permasalahannya itu !
Jawab :
Masalah kependudukan di Indonesia sangat sulit diatasi karena kesadaran masyarakatnya masih sangat rendah, pemerintah pun terlihat tidak terlalu mementingkan masalah kependudukan ini. Serta tingkat pendidikan masyarakat Indonesia masih sangat rendah daripada negara-negara berkembang. Sedangkan masalah kependudukan di negara lainnya lebih ditangai dengan baik. Contohnya di Jerman, karena jumlah penduduknya yang sedikit serta kesadaran penduduknya untuk mempunyai anak rendah, maka pemerintahan Jerman akan memberikan santunan dan akan membiayai hidup anak yang telah dilahirkan tersebut.
Sumber :
http://library.usu.ac.id/download/fkm/fkm-sri%20rahayu.pdf
http://sumbermakalah.blogspot.com/2008/12/tentang-masalah-kependudukan.html
Rabu, 02 Juni 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar