Rabu, 02 Juni 2010

ujian mid semester ekonomi makro

UJIAN
EKONOMI MAKRO





OLEH :
ANDINI LADESA
05081004033









PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2010
1. Apa yang Anda ketahui tentang Ekonomi Makro, variabel-variabel apa saja yang menjadi indikator perekonomian suatu negara baik atau buruk. Bahaslah masing-masing variabel tersebut!
Jawab :
Hal yang saya ketahui tentang ekonomi makro adalah bahwa ekonomi makro menganalisis kegiatan perekonomian dengan meliahat bagian – bagian kecil dari keseluruhan kegiatan ekonomi. Teori makroekonomi mengalisis bagaimana masyarakat menyelesaikan tiga persoalan, yaitu jenis barang yang akan di produksi, cara memproduksi barang tersebut, dan untuk siapa barang tersebut di produksi.
Makroekonomi mempelajari perekonomian sebagai suatu kesatuan, seperti tindakan konsumen secara keseluruhan, kegiatan keseluruhan pengusaha atau perubahan keseluruhan kegiatan ekonomi. Titik berat analisa makroekonomi terletak pada bagaimana segi permintaan dan penawaran menentukan tingkat kegiatan dalam perekonomian, masalah utama yang selalu dihadapi setiap perekonomian dan peranan kebijakan dan campur tangan pemerintah untuk mengatasi masalah ekonomi yang dihadapi.
Masalah makroekonomi utama yang akan selalu di hadapi sesuatu negara adalah sebagai berikut ini :
1. Masalah pertumbuhan ekonomi
2. Masalah ketidakstabilan kegiatan ekonomi
3. Masalah pengangguran
4. Masalah kenaikan harga – harga ( inflasi )
5. Masalah neraca perdagangan dan neraca pembayaran

Masalah tersebut selalu terjadi dalam perekonomian suatu negara. Variabel yang menjadi indikator perekonomian suatu negara adalah :
1. Pendapatan nasional, pertumbuhan ekonomi, pendapatan per kapita
Pendapatan nasional adalah nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara dengan periode tertentu, berdasarkan pada harga tetap serta harga yang berlaku pada negara tersebut, dan juga dapat didasarkan pada harga pasar serta harga faktor.
Data pendapatan nasional menggambarkan tingkat produksi negara yang dicapai dalam satu tahun tertentu dan perubahannya dari tahun ke tahun. Sehingga pendapatan nasional mempunyai peranan penting dalam menggambarkan tingkat kegiatan ekonomi yang dicapai, dan perubahan dan pertumbuhannya dari tahun ke tahun.
Pendapatan perkapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Pendapatan perkapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut. Pendapatan perkapita juga merefleksikan PDB per kapita. Pendapatan perkapita sering digunakan sebagai tolak ukur kemakmuran dan tingkat pembangunan sebuah negara; semakin besar pendapatan perkapitanya, semakin makmur negara tersebut.
Pertumbuhan ekonomi suatu negara di lihat dari hasil perhitungan pendapatan nasional riil yang dihitung menurut harga – harga yang berlaku dalam tahun dasar. Yaitu berupa pertambahan produk nasional bruto yang berlaku dari tahun ke tahun dalam suatu negara.

2. penggunaan tenaga kerja dan pengangguran
Seseorang baru dikatakan menganggur bila dia ingin bekerja dan telah berusaha kerja, namun tidak mendapatkannya. Sedangkan, angkatan kerja adalah jumlah tenaga kerja yang terdapat dalam suatu perekonomian pada suatu waktu tertentu. Jenis – jenis pengaguran itu adalah :
a. Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan.
b. Pengangguran Struktural / Structural Unemployment
Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
c. Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment
Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, tukan jualan duren yang menanti musim durian.
d. Pengangguran Siklikal
Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.
Tingkat pengangguran dalam suatu waktu tertentu dapat ditentukan dengan perbandingan antara jumlah yang menganggur dengan jumlah angkatan kerja dalam persen.
Suatu negara di anggap sudah mencapai tingkat pengangguran tenaga kerja penuh ( atau kesempatan kerja penuh ) apabila dalam perekonomian tingkat penganggurannya adalah kurang dari empat persen. Apabila tingkat pengangguran tenaga kerja penuh telah tercapai maka pendapatan per kapaita pun akan ikut meningkat, sehingga perekonomian pun akan membaik.

3. Tingkat perubahan harga – harga inflasi
Inflasi adalah gejala kenaikan harga barang – barang yang bersifat umum dan terus-menerus. Dari definisi tersebut ada tiga komponen yang harus dipenuhi agar dapat dikatakan telah terjadi inflasi, yaitu kenaikan harga, bersifat umum, serta berlangsung secara terus menerus.
Inflasi dapat menyebabkan beberapa hal sebagai berikut ini :
a. Meningkatkan permintaan agregat
b. pengaruh kebijakan moneter
c. pengaruh kebijakan fiskal
d. meningkatkan biaya produksi
e. inflasi karena faktor impor

4. Kedudukan neraca perdagangan dan neraca pembayaran
Neraca perdagangan adalah menggambarkan nilai ekspor dan impor barang serta perbedaannya dalam suatu tahun tertentu. Sedangkan, neraca pembayaran adalah informasi atau catatan ringkas yang menunjukan aliran keluar masuk keuangan di antara satu negara – negara lain. Neraca pembayaran yang tidak kukuh akan mengurangi kemampuan suatu negara dalam menghadapi masalah pengaliran dana ke luar negeri yang melebihi dari keadaan yang biasa berlaku.

5. Kestabilan nilai mata uang domestik
Kurs valuta asing menunjukkan banyaknya uang dalam negeri yang diperlukan untuk membeli satu unit valuta asing tertentu. Bila cadangan mata uang asing menurun maka biaya produksi akan meningkat sedangkan daya beli riil masyarakat semakin merosot.

Sumber :
http://organisasi.org/definisi-pengertian-inflasi-stagnasi-stagflasi-serta-dampak-sosial-inflasi
http://organisasi.org/pengertian-pengangguran-dan-jenis-macam-pengangguran-friksional-struktural-musiman-siklika
http://yuvenalia.blog.binusian.org/2010/01/05/ekonomi-makro-dan-pendapatan-nasional/
Sukirno, Sadono. Makroekonomi Teori Pengantar. 2006. Rajawali Pers : Jakarta


4. Bahaslah pengertian pendapatan nasional, metode apa saja yang digunakan untuk perhitungan pendapatan nasional. Menurut Anda diantara metoda tersebut. Metoda mana yang lebih baik/unggul untuk digunakan, mengapa?
Jawab :
Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode tertentu, biasanya selama satu tahun. Jadi, Pendapatan nasional adalah nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara dengan periode tertentu, berdasarkan pada harga tetap serta harga yang berlaku pada negara tersebut, dan juga dapat didasarkan pada harga pasar serta harga faktor.
Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya (Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, para ahli ekonomi modern tidak setuju dengan pendapat tersebut, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP). Konsep pendapatan nasional itu adalah sebagai berikut ini :
1. PDB/GDP (Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Product)
Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara selama satu tahun. Dalam perhitungannya, termasuk juga hasil produksi dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan. Produk domestik bruto atau Gross domestik product didasarkan pada wiliyah barang atau jasa tersebut diproduksi, dan biasanya dinilai menurut harga pasar yang berlaku serta harga tetap.
2. PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross Nasional Product)
Produk nasional bruto adalah seluruh nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu Negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat Negara tersebut yang berada di luar negeri. Produk nasional bruto atau Gross nasional product didasarkan pada status kewarganegaraan seseorang, dan biasanya dinilai menurut harga berlaku atau harga tetap dan biasanya dinilai menurut harga pasar.
3. NNP (Net National Product)
Net national product adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu, setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
4. NNI (Net National Income)
Net National Income adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
5. PI (Personal Income)
Personal Income adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer payment.
6. DI (Disposible Income)
Disposible Income adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan oleh penerimanya.

Dalam perhitungan pendapatan negara digunakan beberapa konsep yang lebih spesifik/khusus, yaitu pendapatan domestik bruto, pendapatan nasional bruto, dan pendapatan nasional neto atau pendapatan nasional. Tujuan dari perhitungan pendapatan nasional itu sendiri adalah sebagai berikut ini :
a. Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu negara;
b. Untuk memperoleh taksiran yang akurat nilai barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam satu tahun di suatu negara;
c. Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan program pembangunan yang berjangka pada suatu negara.

Mempelajari pendapatan nasional itu sendiri juga memiliki manfaat tersendiri, yaitu :
a. Mengetahui tentang struktur perekonomian suatu negara;
b. Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu antar daerah atau antar propinsi dalam suatu negara;
c. Dapat membandingkan keadaan perekonomian antar negara;
d. Dapat membantu merumuskan kebijakan pemerintah pada suatu negara.

Terdapat tiga metode dalam melakukan perhitungan pendapatan nasional, yaitu sebagai berikut ini :
1. Metode Pengeluaran ( Expenditure Approach )
Perhitungan pendapatn nasional dengan metode pengeluaran membedakan pengeluaran keatas barang dan jasa yang dihasilkan dalam perekonomian ke dalam 4 kompoen, yaitu :
1. Konsumsi Rumah Tangga / Household Consumption ( C )
2. Konsumsi Pemerintah / Government Consumption ( G )
3. Pengeluaran Investasi / Investinent Expenditure ( I )
4. Ekspor Neto / Net Ekspor ( X – M )



Dimana :
C = Konsumsi rumah tangga
G = Konsumsi pemerintah
I = Investasi
X = Ekspor
M = Impor

2. Metode Produksi ( Output Approach )


Dimana :
NT = nilai tambah
NO = nilai output
NI = nilai input antara




Dimana :
i = sektor produksi ke 1,2,3,..... n

3. Metode Pengeluaran ( Income Approach )


Dimana :
Q = output
L = tenaga kerja
K = barang modal
U = uang / financial
E = kemampuan entrepreneur atau kewirausahaan



Dimana :
w = upah / gaji
i = pendapatan bunga
r = pendapatan sewa
π = keuntungan

Menurut saya metode yang paling baik dalam perhitungan pendapatan nasional adalah metode pengeluaran. Hal tersebut disebabkan karena data pendapatan nasional yang dihitung dengan metode pengeluaran memberikan gambaran. Pertama, sampai dimana buruknya masalah perekonomian yang dihadapi atau sampai dimana baiknya tingkat pertumbuhan yang dicapai dan tingkat kemakmuran yang sedang di nikmati. Kedua, memberikan informasi dan data yang lengkap dalam analisis makroekonomi.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Pendapatan_nasional
Sukirno, Sadono. Makroekonomi Teori Pengantar. 2006. Rajawali Pers : Jakarta


6. Menurut Anda apakah krisis global yang terjadi baru-baru ini (tahun 2007/2008) merupakan krisis yang parah, sehingga perekonomian negara-negara maju ( Amerika Serikat dan Eropa ) terkena dampaknya. Bagaimana dampaknya terhadap negara-negara berkembang (termasuk Indonesia)? Bagaimana sikap pemerintah Indonesia dalam mengantisipasi dampak krisis global terhadap perekonomian Indonesia?
Jawab :
Menurut saya krisis global yang terjadi pada tahun 2007/2008 adalah krisis yang sangat parah, bahakan lebih parah dari pada krisis asia. Karena pada saat krisis asia terjadi setidaknya ada safe heaven bagi investor global, yaitu Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang.
Krisis tersebut terjadi karena adanya krisis kredit pembelian rumah (KPR) subprime di AS pada 2007/2008. Sehingga beberapa lembaga keuangan terbesar di dunia tersebut mengalami keterpurukan. Hal tersebutlah yang menjadi indikasi bahwa permasalahan ekonomi AS dan dunia sekarang memang jauh lebih parah dari perkiraan sebelumnya.
Kepanikan investor dunia pun semakin parah. Bursa saham terjun bebas. Sejak awal 2008, bursa saham China anjlok 57%, India 52%, Indonesia 41% (sebelum kegiatannya dihentikan untuk sementara), dan zona Eropa 37%. Sementara pasar surat utang terpuruk, mata uang negara berkembang melemah dan harga komoditas anjlok, apalagi setelah para spekulator komoditas minyak menilai bahwa resesi ekonomi akan mengurangi konsumsi energi dunia.
Di AS, setelah melihat bursa saham Wall Street terus melorot, akhirnya kongres menyetujui program penyelamatan sektor keuangan (troubled asset recovery program- TARP) US$700 miliar yang diajukan oleh pemerintah. Namun, karena lamanya negosiasi politik antara pemerintah dan kongres, investor kecewa melihat politikus di Washington tidak memiliki sense of crisis.
Krisis pasar modal (saham dan surat utang) global sebetulnya hanya memengaruhi investor pasar modal. Tetapi krisis perbankan global bisa mempengaruhi sektor riil ekonomi dunia, termasuk Indonesia. Intinya, sektor perbankan AS sedang terpuruk, kekurangan modal, dan (melihat banyaknya lembaga keuangan yang bangkrut) enggan meminjamkan dolarnya, termasuk ke bank-bank internasional di Eropa dan Asia.
Akibatnya, perbankan internasional kekurangan dolar untuk memberi pinjaman ke para pengusaha dunia, yang membutuhkan dolar untuk investasinya (untuk impor mesin, bahan baku, dan sebagainya), termasuk di Indonesia.
Suka atau tidak dolar AS tetap merupakan mata uang inti dalam dunia usaha. Akibatnya, walaupun suku bunga bank sentral AS (atau Fed Funds Target Rate) sudah diturunkan ke 1,5%, suku bunga London Inter-Bank Offer Rate (LIBOR), sebagai patokan suku bunga yang digunakan oleh pelaku ekonomi, melonjak tajam.
Inilah skenario buruk dunia keuangan: macetnya sistem pembayaran dan penyaluran kredit global sebagai ‘oksigen untuk napasnya dunia bisnis’. Suku bunga bank sentral bisa rendah, tetapi suku bunga kredit untuk pelaku bisnis, kalaupun bisa dapat pinjaman, sangat tinggi karena perbankan ketakutan meminjamkan dananya. Adalah lumpuhnya sektor perbankan global, bukan anjloknya pasar saham, yang sebetulnya bisa melumpuhkan pertumbuhan ekonomi dunia secara perlahan.
Akhirnya, bank sentral dunia mengerti betapa pentingnya melakukan kebijakan yang terkoordinasi. Tujuh bank sentral (termasuk US Federal Reserve, European Central Bank, Bank of England dan Bank of Canada) memangkas suku bunganya 0,5%. Ini merupakan yang pertama kalinya kebijakan suku bunga bank sentral dilakukan secara bersamaan dalam skala yang besar.
Kebijakan terkoordinasi bank sentral dan pemerintah dunia selebihnya harus ditujukan untuk memenuhi tiga sasaran. Pertama, memulihkan kembali sistem perbankan dan pembayaran global yang lumpuh agar sirkulasi dana internasional bisa normal kembali – dan bank bisa memberi kredit lagi.
Kedua, mengeluarkan aset bermasalah (terutama surat utang KPR subprime) dari perbankan AS dan memperbesar modal perbankan agar lebih bisa memberi kredit dalam jumlah yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi.
Ketiga, bank sentral dunia harus berani terus menurunkan suku bunga (untuk membantu meringankan bunga kredit) dan, yang lebih penting, pemerintah harus memperbesar belanjanya untuk pembangunan infrastruktur dan memberi stimulus ekonomi – karena investor swasta enggan berinvestasi dalam krisis likuiditas.

Sikap pemerintah Indonesia dalam mengantisipasi krisis global, adalah seperti yang terpapar di bawah ini. Pemerintah tetap menginginkan aliran modal masuk ke Indonesia. Ketika capital inflow melalui pasar modal berkurang, itu diharapkan bisa terkompensasi dari aliran dana lainnya. Di antaranya, menggenjot ekspor yang mendongkrak neraca perdagangan dan penanaman modal asing langsung.
Keinginan tersebut akan dipenuhi dengan sejumlah langkah. Langkah konvensional dilakukan dengan memberikan insentif kepada dunia usaha. Di sini, PP No 1/2007 tentang insentif pajak bagi usaha dan daerah tertentu akan diimplementasikan. Paket kebijakan ekonomi lawas melalui Inpres 5/2008 juga terus dijalankan.
Kebijakan nonkonvensional juga dilakukan melalui pemangkasan defisit APBN. Sebab, pembiayaan melalui penerbitan surat utang makin sulit dilakukan. Selain situasi masih tak menentu, likuditas di pasar global akan mengering. Apalagi, setelah pemerintah AS menganggarkan dana program penyelamatan darurat senilai USD 700 miliar (sekitar Rp 6.440 triliun). Selain dari pajak yang dibayar rakyat AS, dana tersebut bakal dicarikan dari penerbitan obligasi di pasar.
Langkah lainnya adalah melaksanakan program jaring pengaman sosial yang tidak konsumtif sehingga mampu menciptakan lapangan kerja.
Upaya lain adalah dengan menjaga stabilitas harga pangan dan energi. Selain episentrumnya berada di AS, tekanan dari aset beracun (toxic asset) yang menjadi pemicu krisis tidak banyak berada di tanah air. Meski demikian, bank sentral tetap waspada dan terus memantau dampak bagi ekonomi domestik. Kewaspadaan harus tetap ada karena situasi masih tidak menentu.
Koordinasi antara pemerintah dan BI diharapkan bisa memperkuat daya tahan ekonomi domestik. .Kondisi perbankan tahun juga masih lebih kuat dibandingkan 2007. Hingga Agustus, rasio kecukupan modal (CAR) rata-rata 16 persen, jauh di atas ambang minimal 8 persen. Kredit bermasalah (NPL) pun hanya 3,95 persen, di bawah batas toleransi 5 persen. Kredit juga tumbuh cepat di kisaran 36 persen. Pertumbuhan kredit itu diharapkan tetap mendukung laju ekonomi dan inflasi yang waj
Krisis keuangan yang kini dialami Amerika Serikat (AS) harus dapat dimanfaatkan Indonesia untuk belajar lebih mandiri dan tidak lagi terlalu tergantung dengan negara adidaya tersebut. Indonesia perlu mengalihkan orientasi pasar bisnis ke Timur Tengah dan negara Asia lainnya seperti Jepang dan China.
Sistem perekonomian Indonesia, selama ini selalu dibayang-bayangi oleh kekuatan AS yang memang memiliki kemampuan dan pengaruh besar dalam industri internasional. Oleh karena itu, krisis keuangan yang dialami AS itu harus dijadikan peluang oleh Indonesia untuk melepaskan diri dari kungkungan negara yang menganut sistem ekonomi kapitalisme tersebut.
Namun ada lebih baiknya, Indonesia perlu mengalihkan orientasi utama pasar ekspornya dengan memaksimalkan kerjasama dengan negara-negara Timur Tengah seperti Mesir, Arab Saudi, Syria, Qatar dann Kuwait serta negara-negara Asia seperti Jepang, China dan Korea yang juga memiliki peluang pasar yang menjanjikan.
Indonesia tinggal menerapkan kebijakan yang mempermudah birokrasi dan meringankan pajak sehingga pelaku usaha, khususnya usaha kecil dan menengah (UKM), dapat berpartisipasi dalam meningkatkan ekspor nasional.
Apabila kebijakan tersebut dapat diterapkan, krisis keuangan yang dialami AS tidak akan memberikan pengaruh bagi perekonomian nasional. Indonesia juga dapat menjadi bangsa yang mandiri sehingga tidak terus dibayang-bayangi dan terkungkung nama besar AS.

Sumber :
http://cetak.kompas.com/
http://trisetiyanto.wordpress.com/2008/10/15/dampak-krisis-financial-usa-terhadap-indonesia-kumpulan-artikel/
http://www.seasite.niu.edu/indonesian/Reformasi/Krisis_ekonomi.htm


7. Apa yang dimaksud dengan neraca pembayaran ( Balance of Payment ) dan neraca perdagangan ( Balance of Trade ) dalam sistem perekonomian terbuka. Apa beda kedua neraca tersebut, apa komponen penting yang membedakan kedua neraca berada dalam kondisi defisit atau surplus. Boleh disetai contoh hitungan dan makna angka dari hasil hitungan tersebut!
Jawab :
Neraca perdagangan adalah menggambarkan nilai ekspor dan impor barang serta perbedaannya dalam suatu tahun tertentu. Sedangkan, neraca pembayaran adalah informasi atau catatan ringkas yang menunjukan aliran keluar masuk keuangan di antara satu negara – negara lain. Neraca pembayaran yang tidak kukuh akan mengurangi kemampuan suatu negara dalam menghadapi masalah pengaliran dana ke luar negeri yang melebihi dari keadaan yang biasa berlaku.
Transaksi dalam neraca pembayaran dapat dibedakan dalam dua macam transaksi.
1. Transaksi debit, yaitu transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari dalam negeri ke luar negeri. Transaksi ini disebut transaksi negatif (-), yaitu transaksi yang menyebabkan berkurangnya posisi cadangan devisa.
2. Transaksi kredit adalah transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari luar negeri ke dalam negeri. Transaksi ini disebut juga transaksi positif (+), yaitu transaksi yang menyebabkan bertambahnya posisi cadangan devisa negara.
Tiap-tiap credit entry (bertanda positif) harus diseimbangkan (balanced) dengan debit entry (bertanda negatif) yang sama. Kedua entries tersebut dikombinasikan untuk menghasilkan laporan sumber-sumber dan penggunaan modal nasional (dari mana kita memperoleh danadana/ daya beli, dan bagaimana kita mengunakannya). Jadi, total kredit dan debit dari neraca pembayaran suatu negara akan sama secara agregat; namun, dari komponen-komponen neraca pembayaran, mungkin terdapat surplus dan defisit
Neraca pembayaran dapat dipecah ke dalam beberapa kategori yaitu; transaksi berjalan (current account), neraca modal (capital account), dan cadangan devisa negara (official reserves account)
1. Transaksi berjalan (current account).
Merupakan bagian dari neraca pembayaran yang berisi arus pembayaran jangka pendek (mencatat transaksi ekspor-impor barang dan jasa), yang meliputi :
a. ekspor dan impor barang-barang dan jasa ekspor barang-barang dan jasa yang diperlakukan sebagai kredit impor barang-barang dan jasa diperlakukan kembali sebagai debit
b. net investment income tingkat bunga dan dividen diperlakukan sebagai jasa karena merepresentasikan pembayaran untuk penggunaan modal.
c. net transfer (transfer unilateral), meliputi bantuan luar negeri, pemberian-pemberian dan pembayaran lain antar pemerintah dan antar pihak swasta. Net transfer bukan merupakan perdagangan barang dan jasa. Atau dengan kata lain transaknsi berjalan merangkum aliran dana antara satu Negara tertentu dengan seluruh negara lain sebagai akibat dari pembelian barang-barang atau jasa, provisi income atas aset finansial, atau transfer unilateral (misalnya bantuan bantuan antar pemerintah dan antar pihak swasta). Transaksi berjalan merupakan ukuran posisi perdagangan intenasional yang luas. Defisit transaksi berjalan menjelaskan arus dana yang keluar suatu negara lebih besar dari dana-dana yang diterimanya.
Komponen transaksi berjalan meliputi neraca perdagangan dan neraca barang dan jasa.
Transaksi berjalan umumnya digunakan untuk menilai neraca perdagangan. Neraca Perdagangan secara sederhana merupakan selisih/perbedaan antara ekspor dan impor. Jika impor lebih tinggi dari ekspor, maka yang terjadi adalah defisit neraca perdagangan.
Sebaliknya, jika ekspor lebih tinggi dari impor, yang terjadi adalah surplus. Sedangkan Neraca Jasa adalah neraca perdagangan ditambah jumlah pembayaran bunga kepada para investor luar negeri dan penerimaan dividen dari investasi di luar negeri, serta penerimaan dan pengeluaran yang berhubungan dengan pariwisata dan transaksitransaksi ekonomi lainnya.
2. Neraca Modal (Capital Account)
Merupakan bagian dari neraca pembayaran yang mencerminkan perubahan-perubahan dalam kepemilikan aset jangka pendek dan jangka panjang (seperti saham, obligasi dan real estate) suatu negara, Yang meliputi : a. Arus modal masuk tercatat sebagai kredit karena suatu Negara menjual aset berharga kepada pihak asing untuk memperoleh uang tunai.
a. Arus modal keluar tercatat sebagai debit karena suatu Negara membeli asset berharga dari pihak asing (luar negeri).
b. Transaksi-transaksi neraca modal diklasifikasi sebagai investasi portfolio, langsung atau jangka pendek.
Untuk dapat membeli aset luar negeri diperlukan valuta asing, dengan demikian arus modal neto menggambarkan demand terhadap valuta asing. Nilai valuta asing ditentukan oleh demand valas untuk membeli barang-barang dan jasa dan demand terhadap valas untuk membeli aset. Neraca Modal adalah ukuran investasi jangka pendek dan jangka panjang suatu negara, termasuk investasi langsung luar negeri dan investasi dalam sekuritas.
3. Cadangan Devisa Negara (Official Reserves Account)
Mengukur perubahan-perubahan dalam cadangan internasional yang dimiliki oleh otoritas keuangan suatu negara. Hal ini mencerminkan surplus atau defisit transaksi-transaksi ekonomi neraca berjalan dan meraca modal suatu negara yang dihasilkan dengan cara mencari nilai selisih (netting) dari cadangan aset dan cadangan hutang. Cadangan devisa terdiri dari :
a) Cadangan internasional yang terdiri dari emas dan aset luar negeri yang dapat diperdagangkan.
b) Peningkatan dalam tiap aset tercatat sebagai debit
c) Penurunan cadangan aset tercatat sebagai kredit

Neraca pembayaran dapat disusun dengan mengkombinasi pos-pos neraca
Pembayaran berikut :
1. Basic balance focus pada transaksi-transaksi yang dianggap penting bagi kesehatan ekonomis valuta. Basic balance menyeimbangkan neraca berjalan dan arus modal jangka panjang, namun tidak mengikutsertakan arus modal jangka pendek, seperti deposito deposito bank yang sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor temporer; kebijakan moneter jangka pendek, perubahan-perubahan dalam suku bunga dan antisipasi-antisipasi fluktuasi valuta. Basic balance menekankan trend jangka waktu yang lebih panjang pada neraca pembayaran.
2. Net liquidity balance (neraca likuiditas neto) atau neraca keseluruhan meliputi basic balance ditambah arus modal jangka pendek tidak likuid pihak swasta dan error and omission. Neraca Keseluruhan mengukur perubahan pinjaman pihak swasta domestik atau pinjaman pihak swasta domestik ke luar negeri yang dibutuhkan untuk mempertahankan pembayaran dalam posisi equilibrium tanpa menyesuaikan cadangan devisa. Arus modal swasta jangka pendek tidak likuid dan error and omission tercatat dalam neraca, sementara aset dan hutang likuid tidak dicatat (dikeluarkan).
3. Neraca transaksi cadangan devisa menunjukkan penyesuaian cadangan devisa yang akan dibuat untuk mencapai equilibrium neraca. Karena neraca pembayaran harus diseimbangkan, tiap perbedaan yang tidak dapat ditelusuri atas transaksi-transaksi tertentu dicatat dalam statistical discrepancy (selisih yang belum dapat diperhitungkan).
Neraca pembayaran defisit, terjadi apabila jumlah pembayaran lebih besar daripada jumlah penerimaan (transaksi kredit < transaksi debet). Suatu Negara jika mengalami kelebihan impor dan kelebihan tersebut ditutup dengan menambah pinjaman akomodatif dan mengurangi cadangan (stok) nasional maka Negara tersebut sedang mengalami defisit total. Neraca pembayaran surplus, adalah apabila jumlah penerimaan lebih besar daripada jumlah pembayaran/ utang (transaksi kredit> transaksi debet).
Secara ekonomi neraca pembayaran yang surplus akan berpengaruh terhadap tingkat harga dalam negeri, yaitu mempunyai pengaruh inflatoir mendorong/ menjurus kea rah kenaikan harga (inflasi). Hal ini disebabkan oleh adanya penambahan permintaan efektif.
Apabila neraca pembayaran suatu Negara mengalami deficit, maka dampak yang akan terjadi sebagai berikut:
* Produsen dalam negeri tidak adapat bersaing dengan barang-barang impor
* Pendapatan Negara sedikit, sehingga utang Negara bertambah besar
* Perusahaan banyak yang gulung tikar, sehingga pengangguran meningkat akibat dari PHK

Neraca perdagangan dikatakan surplus pada saat nilai ekspor lebih besar daripada nilai impor. Sedangkan nerca perdagangan dikatakan defisit jika nilai impor lebih besar daripada nilai ekspornya.

Sumber :
Sukirno, Sadono. Makroekonomi Teori Pengantar. 2006. Rajawali Pers : Jakarta
http://sobatbaru.blogspot.com/2008/08/pengertian-neraca-pembayaran.html
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/05/03/14151191/Neraca.Perdagangan.RI.Surplus


8. Apa yang dimaksud dengan nilai tukar mata uang dan sistem devisa. Ada berapa macam sistem nilai tukar dan devisa yang berlaku di Indonesia, sistem nilai tukar dan devisa mana menurut Anda yang terbaik untuk diterapkan di Indonesia, mengapa?
Jawab :
Nilai tukar atau dikenal pula sebagai kurs dalam keuangan adalah sebuah perjanjian yang dikenal sebagai nilai tukar mata uang terhadap pembayaran saat kini atau di kemudian hari, antara dua mata uang masing-masing negara atau wilayah. Sistem nilai tukar mata uang asing yang banyak diterapkan di berbagai negara, yaitu :
1. Sistem nilai tukar tetap ( Fixed exchange rate system )
Kurs suatu mata uang terhadap mata uang lain ( misal rupiah terhadap dolar ) ditetapkan pada nilai tertentu. Pada kurs ini bank sentral akan siap sedia melayani seluruh kebutuhan devisa yang diperlukan oleh pasar. Apabila tingkat kurs tersebut tidak lagi dapat dipertahankan, maka bank sentral melakukan devaluasi atau revaluasi atas tingkat kurs yang ditetapkan.
Penetapan nilai kurs tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu sebagai berikut ini :
a. Pegged to a currency, apabila kurs ditetapkan terhadap mata uang lain.
b. Pegged to a basket, apabila kurs ditetapkan terhadap sekeranjang mata uang lain dengan bobot tertentu sesuai dengan besarnya hubungan perdagangan dan investasi.
c. Currency board system, apabila penetapan kurs tersebut dibarangi dengan pembatasan bagi bank sentral dalam megedarkan uang sebesar nilai ekuivalen cadangan devisa yang di milikinya.
Kelebihan sistem kurs tetap ini adalah kepastian kurs bagi pelaku ekonomi. Sedangkan kelemahan dari sistem kurs tetap ini adalah pertama, membutuhkan cadangan devisa yang besar, karena keharusan bagi bank sentral untuk mempertahankan kurs pada level yang ditetapkan. Kedua, diterapkan di negara yang mempunyai cadangan devisa besar, dengan sistem devisa yang masih relatif dikontrol. Ketiga, cenderung menimbulkan moral hazard dalam dunia usaha, karena dengan kurs yang tetap dunia usaha cenderung tidak melakukan lindung nilai risiko kurs.

2. Sistem nilai tukar mengambang terkendali ( Managed floating exchange rate system )
Kurs dibiarkan bergerak dalam batas tertentu sesuai dengan pita intervensi (intervention band) yang ditetapkan bank sentral. Apabila kurs bergerak menembus batas atas atau batas bawah dari pita intervensi, secara otomatis bank sentral akan membeli atau menjual devisa yang diperlukan oleh pasar sehingga kurs bergerak dalam batas pita intervansi.

3. Sistem nilai tukar mengambang bebas ( Free floating exchange rate system )
Kurs dibiarkan bergerak sesuai dengan kekuatan permintaan dan penawaran yang terjadi di pasar. Bank sentral dapat melakukan intervensi di pasar valas untuk mempengaruhi pergerakan kurs di pasar, akan tetapi umumnya hanya dilakukan pada saat – saat tertentu misalnya bila terjadi gejolak kurs yang berlebihan dalam waktu yang sangat singkat.
Kelebihan sistem kurs mengambang bebas adalah pertama, tidak memerlukan cadangan devisa yang besar karena bank sentral tidak harus mempertahankan kurs pada suatu level tertentu. Kedua, dapat menciptakan disiplin mekanisme pasar karena ketidakseimbangan permintaan dan penawaran valas yang disesuaikan sendiri dalam bentuk kurs yang terjadi di pasar.
Kelemahan kurs mengambang bebas adalah pertama, fluktuasi pergerakan kurs menambah ketidakpastian bagi dunia usaha. Kedua, sistem ini menharuskan dunis usaha me-hedge risiko kurs. Ketiga, umumnya diterapkan di negara yang mempunyai cadangan devisa relatif kecil sementara sistem devisa yang dianut cenderung bebas.

Menurut saya sistem nilai tukar yang terbaik diterapkan di Indonesia adalah sistem nilai tukar mengambang bebas ( free floating exchange rate system). Karena menurut saya dengan sistem tersebut kurs bergerak sesuai kekuatan permintaan dan penawaran di pasar. Serta, Bank Indonesia dapat melakukan intervensi di pasar valas, khususnya apabila terjadi gejolak kurs yang berlebihan dan/atau pergerakan kurs diperkirakan dapat mempengaruhi perkembangan inflasi.

Devisa adalah semua benda yang bisa digunakan untuk transaksi pembayaran dengan luar negeri yang diterima dan diakui luas oleh dunia internasional.
Devisa Bersumber Dari :
1. pinjaman / hutang luar negeri
2. hadiah, bantuan atau sumbangan luar negri
3. penerimaan deviden serta bunga dari luar negeri
4. hasil ekspor barang dan jasa
5. kiriman valuta asing dari luar negri
6. wisatawan yang belanja di dalam negeri

Kegunaan / Manfaat Devisa :
1. membeli barang atau jasa dari luar negeri (impor)
2. membayar hutang pokok serta bunga hutang luar negeri
3. pembiayaan kegiatan perdagangan luar negeri
4. membiayai perwakilan di luar negeri (duta besar, konsulat, dll)
5. membiayai atlit, misi kebudayaan, studi banding / perjalanan dinas pejabat negara

Jenis-Jenis / Macam-Macam Devisa :
1. Devisa umum, yaitu devisa yang didapat dari kegiatan ekspor, penjualan jasa serta bunga modal.
2. Devisa kredit, yakni adalah devisa yang diperoleh dari kredit pinjaman luar negeri.

Fungsi Devisa :
1. alat pembayaran hutang luar negeri
2. alat transaksi pembayaran barang dan jasa luar negeri
3. alat transaksi pembiayaan hubungan dengan luar negri seperti membiayai kedutaan, misi budaya, hadiah, bantuan, dll
4. sebagai sumber pendapatan negara

Sistem devisa mengatur pergerakan lalu lintas devisa ( valuta asing ) dari suatu negara ke negara lain. Pemilihan sistem devisa mana yang dianut akan tergantung pada kondisi negara yang bersangkutan, khususnya keterbukaan ekonominya dalam arti seberapa jauh negara yang bersangkutan ingin mengintegrasikan ekonominya dengan ekonomi global. Pada dasarnya ada tiga sistem devisa, yaitu :
1. Sistem devisa kontrol
Terdapat dua macam devisa pada sistem ini, yaitu devisa hasil ekspor dan devisa umum. Setiap perolehan devisa, wajib diserahkan kepada negara melalui bank – bank yang telah ditunjuk oleh negara tersebut. Setiap penggunaan devisa baik untuk impor maupun keperluan lainnya, harus mendapat izin dari bank yang telah ditunjuk. Bank sentral mengadministrasikan pergerakan devisa yang masuk dan keluar negara.
2. Sistem devisa semi bebas
Pada sistem ini, untuk perolehan dan penggunaan devisa – devisa tertentu wajib diserahkan dan mendapat izin dari negara. Perolehan dan penggunaan devisa hasil ekspor wajib diserahkan ke dan mendapat izin dari bank sentral, sementara ddevisa umum dapat secara bebas diperoleh dan dipergunkan.
3. Sistem devisa bebas
Pada sistem ini masyarakat dapat secara bebas memperoleh dan mempergunakan devisa. Bank sentral mempunyai kewajiban untuk mengawasi lalu lintas devisa di suatu negara.

Menurut saya sistem devisa yang terbaik diterapkan di Indonesia adalah sistem devisa bebas. Karena dengan sistem tersebut adanya ketersedian sumber-sumber pendanaan bagi investasi domestik, finance trade, dan kegiatan perekonomian lainnya. Serta terdapat efisiensi lembaga – lembaga keuangan domestik melalui diseminasi pengaruh kompetisi dengan lembaga keungan international.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Nilai_tukar
Muelgini, Yoke. Sistem Devisa dan Nilai Tukar Teori dan Kebijakan di Indonesia.2009. Pusat pendidikan dan studi kebanksentralan FE Universitas Lampung.
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/06/nilai-tukar-mata-uang-faktor-faktor.html
http://organisasi.org/definisi-pengertian-devisa-negara-fungsi-guna-sumber-jenis-macam-devisa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar