UJIAN SEMESTER
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
OLEH :
ANDINI LADESA
05081004033
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2010
1. Seperti yang Anda ketahui bahwa sampai saat ini Petani kita khususnya di Sumatera masih belum banyak melakukan usahatani secara bisnis, hal ini disebabkan oleh faktor kualitas SDM Petani yang masih rendah. Jelaskan oleh saudara bagaimana model pembangunan SDM Petani dengan kondisi seperti ini!
Jawab :
Model pembangunan SDM Petani dengan kondisi tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan pendidikan para petani secara umum ataupun meningkatkan pendidikan para penyuluh pertanian secara khusus. Selain itu dapat juga dengan melengkapi fasilitas penunjang bagi petani, seperti jalan, pasar, koperasi, ataupun kelompok – kelompok tani.
Apabila pendidikan petani tersebut telah semakin tinggi, maka petani akan semakin mengerti mengenai bisnis di bidang pertanian. Yang memiliki peranan penting dalam mempengaruhi para petani adalah penyuluh pertanian. Maka tingkat pendidikan penyuluh – penyuluh pertanian pun harus lebih ditingkatkan lagi dengan pelatihan – pelatihan dan lain sebagainya.
Penyuluh dapat menggalakkan petani agar petani melakukan pertanian secara bisnis bukan hanya pertanian untuk memenuhi kebutuhan hidupnya saja. Penyuluuh pun harus memberikan gambaran bisnis pertanian itu sendiri kepada para petani. Gambaran itu ssendiri dapat berupa cara melakukan usahatani, keuntungan yang akan diperoleh serta modal yang diperlukan.
Untuk lebih meningkatkan SDM petani agar juga di bentuk kelompok – kelompok tani yang terdiri dari petani sukses serta petani yang belum sukses. Sehingga petani yang belum sukses diharapkan dapat menimba ilmu dari petani yang telah sukses. Sehingga pengetahuan yang di peroleh oleh petani pun akan semakin meningkat.
Bila SDM petani telah meningkat diharapkan pemerintah pun memberikan fasilitas yang memadai. Seperti mengadakan pinjaman – pinjamana modal lunak melalui bank, koperasi, ataupun lembaga lainnya. Subsidi terhadap pupuk serta alat – alat pertanian, dan lain sebagainya.
Selain itu sebaiknya ada beasiswa – beasiswa pendidikan bagi anak – anak petani, agar kelak mampu mengembangkan usaha yang telah dijalankan. Serta nantinya diharapkan mampu mengubah pola pikir orang tuanya. Serta dapat membantu orang tuanya dalam menjalankan usahatani yang berbisnis.
2. Apa tugas dan fungsi Manajemen SDM dalam suatu unit organisasi ? Jelaskan !
Jawab :
Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia atau disebut HRD atau human resource department.
Menurut A.F. Stoner manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.
Departemen Sumber Daya Manusia Memiliki Peran, Fungsi, Tugas dan Tanggung Jawab :
1. Melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja / Preparation and selection
a. Persiapan
Dalam proses persiapan dilakukan perencanaan kebutuhan akan sumber daya manusia dengan menentukan berbagai pekerjaan yang mungkin timbul. Yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perkiraan / forecast akan pekerjaan yang lowong, jumlahnya, waktu, dan lain sebagainya.
Ada dua faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan persiapan, yaitu faktor internal seperti jumlah kebutuhan karyawan baru, struktur organisasi, departemen yang ada, dan lain-lain. Faktor eksternal seperti hukum ketenagakerjaan, kondisi pasa tenaga kerja, dan lain sebagainya.
b. Rekrutmen tenaga kerja / Recruitment
Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat pegawai, karyawan, buruh, manajer, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi kebutuhan sdm oraganisasi atau perusahaan. Dalam tahapan ini diperluka analisis jabatan yang ada untuk membuat deskripsi pekerjaan / job description dan juga spesifikasi pekerjaan / job specification.
c. Seleksi tenaga kerja / Selection
Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada. Tahap awal yang perlu dilakukan setelah menerima berkas lamaran adalah melihat daftar riwayat hidup / cv / curriculum vittae milik pelamar. Kemudian dari cv pelamar dilakukan penyortiran antara pelamar yang akan dipanggil dengan yang gagal memenuhi standar suatu pekerjaan. Lalu berikutnya adalah memanggil kandidat terpilih untuk dilakukan ujian test tertulis, wawancara kerja / interview dan proses seleksi lainnya.
2. Pengembangan dan evaluasi karyawan / Development and evaluation
Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada. Dengan begitu proses pengembangan dan evaluasi karyawan menjadi sangat penting mulai dari karyawan pada tingkat rendah maupun yang tinggi.
3. Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai / Compensation and protection
Kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan. Kompensasi yang tepat sangat penting dan disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal. Kompensasi yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada dapat menyebabkan masalah ketenaga kerjaan di kemudian hari atau pun dapat menimbulkan kerugian pada organisasi atau perusahaan. Proteksi juga perlu diberikan kepada pekerja agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan tenang sehingga kinerja dan kontribusi perkerja tersebut dapat tetap maksimal dari waktu ke waktu.
3. Apa yang dimaksud dengan setiap SDM harus mampu melakukan kerjasama secara vertikal dan horizontal ?
Jawab :
Setiap SDM harus melakukan kerjasama secara vertikal maksudnya adalah bahwa setiap SDM harus dapat melakukan kerjasama dengan orang yang memiliki jabatan atau kedudukan yang lebih tinggi maupun lebih rendah dari dirinya. Tentu saja komunikasi yang digunakan harus disesuaikan dengan keadaan yang ada. Dengan demikian SDM tersebut dianggap mampu menjalankan seluruh kewajibannya dengan baik dan benar, serta dapat di senangi oleh bawahan maupun atsannya.
Setiap SDM harus melakukan kerjasama secara horizontal maksudnya adalah bahawa setiap SDM harus dapat melakukan kerjasama dengan orang yang memiliki jabatan maupun kedudukan yang sama dengan dirinya sendiri. Hal tersebut dilakukan agar pekerjaan yang di bebankan dapat dilaksanakan dengan baik dan benar oleh SDM tersebut. Serta SDM tersebut disenangi dan dihargai oleh rekan – rekan dalam lingkungan kerjanya.
Untuk menjadi SDM yang berkualitas kita harus bisa melakukan kerjasama secara vertikal maupun horizontal. Sehingga kegiatan atupun pekerjaan yang dilakukan dapat berjalan dengan baik, tanpa ada suatu kendala apapun. SDM pun dapat dengan mudah dihargai serta di percaya oleh rekan – rekan kerja, atasan maupun bawahannya. Hal tersebut menimbulkan hal yang positif bagi kinerja perusahaan.
4. Bagaimana menurut saudara dalam membuat perencanaan SDM agar hasilnya bisa optimal ?
Jawab :
Perencanaan SDM adalah perencanaan strategis untuk mendapatkan dan memelihara kualifikasi sumber daya manusia yang diperlukan bagi organisasi perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan. Tujuan perencanaan SDM adalah menghubungkan SDM yang ada untuk kebutuhan perusahaan pada masa yang akan datang untuk menghindari mismanajemen dan tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas.
Agar perancanaan SDM menjadi optimal ada beberapa syarat yang harus di penuhi yaitu sebagai berikut ini :
1. Harus mengetahui secara jelas masalah yang akan direncanakannya.
2. Harus mampu mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang SDM.
3. Harus mempunyai pengalaman luas tentang job analysis, organisasi dan situasi persediaan SDM.
4. Harus mampu membaca situasi SDM masa kini dan masa mendatang.
5. Mampu memperkirakan peningkatan SDM dan teknologi masa depan.
6. Mengetahui secara luas peraturan dan kebijaksanaan perburuhan pemerintah.
Selain itu ada juga prosedur yang harus dilaksanakan yaitu sebagai berikut ini :
1. Menetapkan secara jelas kualitas dan kuantitas SDM yang dibutuhkan.
2. Mengumpulkan data dan informasi tentang SDM.
3. Mengelompokkan data dan informasi serta menganalisisnya.
4. Menetapkan beberapa alternative.
5. Memilih yang terbaik dari alternative yang ada menjadi rencana.
6. Menginformasikan rencana kepada para karyawan untuk direalisasikan.
Dalam pelaksanaan perencanaan SDM ini terdapat berbagai kendala yang perlu diatasi sehingga optimalisasi dapat tercapai, kendala – kendala itu yaitu sebagai berikut ini :
1. Standar kemampuan SDM
Standar kemampuan SDM yang pasti belum ada, akibatnya informasi kemampuan SDM hanya berdasarkan ramalan-ramalan (prediksi) saja yang sifatnya subjektif. Hal ini menjadi kendala yang serius dalam PSDM untuk menghitung potensi SDM secara pasti.
2. Manusia (SDM) Mahluk Hidup
Manusia sebagai mahluk hidup tidak dapat dikuasai sepenuhnya seperti mesin. Hal ini menjadi kendala PSDM, karena itu sulit memperhitungkan segala sesuatunya dalam rencana. Misalnya, ia mampu tapi kurang mau melepaskan kemampuannya.
3. Situasi SDM
Persediaan, mutu, dan penyebaran penduduk yang kurang mendukung kebutuhan SDM perusahaan. Hal ini menjadi kendala proses PSDM yang baik dan benar.
4. Kebijaksanaan Perburuhan Pemerintah
Kebijaksanaan perburuhan pemerintah, seperti kompensasi, jenis kelamin, WNA, dan kendala lain dalam PSDM untuk membuat rencana yang baik dan tepat.
Jika perencanaan SDM tersebut telah berjalan dengan baik maka akan diperoleh keuntungan – keuntungan sebagai berikut ini :
1. Manajemen puncak memiliki pandangan yang lebih baik terhadap dimensi SDM atau terhadap keputusan-keputusan bisnisnya.
2. Biaya SDM menjadi lebih kecil karena manajemen dapat mengantisipasi ketidakseimbangan sebelum terjadi hal-hal yang dibayangkan sebelumnya yang lebih besar biayanya.
3. Tersedianya lebih banyak waktu untuk menempatkan yang berbakat karena kebutuhan dapat diantisipasi dan diketahui sebelum jumlah tenaga kerja yang sebenarnya dibutuhkan.
4. Adanya kesempatan yang lebih baik untuk melibatkan wanita dan golongan minoritas didalam rencana masa yang akan datang.
5. Pengembangan para manajer dapat dilaksanakan dengan lebih baik.
5. Bagaimana menurut saudara paradigma SDM di era globalisasi? Uraikan!
Jawab :
Paradigma SDM di era globalisasi :
Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, menciptakan struktur baru, yaitu struktur global. Struktur tersebut akan mengakibatkan semua bangsa di dunia termasuk Indonesia, mau tidak mau akan terlibat dalam suatu tatanan global yang seragam, pola hubungan dan pergaulan yang seragam khususnya dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Aspek Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang semakin pesat terutama teknologi komunikasi dan transportasi, menyebabkan issu-issu global tersebut menjadi semakin cepat menyebar dan menerpa pada berbagai tatanan, baik tatanan politik, ekonomi, sosial budaya maupun pertahanan keamanan.
Dengan kata lain globalisasi yang ditunjang dengan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi telah menjadikan dunia menjadi transparan tanpa mengenal batas-batas negara. Dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, masyarakat dunia khususnya masyarakat Indonesia terus berubah sejalan dengan perkembangan teknologi, dari masyarakat pertanian ke masyarakat industri dan berlanjut ke masyarakat pasca industri yang serba teknologis. Pencapaian tujuan dalam bidang politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan cenderung akan semakin ditentukan oleh penguasaan teknologi dan informasi, walaupun kualitas sumber daya manusia (SDM) masih tetap yang utama.
Rendahnya SDM Indonesia diakibatkan kurangnya penguasaan IPTEK, karena sikap mental dan penguasaan IPTEK yang dapat menjadi subyek atau pelaku pembangunan yang handal. Dalam kerangka globalisasi, penyiapan pendidikan perlu juga disinergikan dengan tuntutan kompetisi. Oleh karena itu dimensi daya saing dalam SDM semakin menjadi faktor penting sehingga upaya memacu kualitas SDM melalui pendidikan merupakan tuntutan yang harus dikedepankan.
Salah satu problem struktural yang dihadapi dalam dunia pendidikan adalah bahwa pendidikan merupakan subordinasi dari pembangunan ekonomi. Pada era sebelum reformasi pembangunan dengan pendekatan fisik begitu dominan. Hal ini sejalan dengan kuatnya orientasi pertumbuhan ekonomi.
Krisis ekonomi yang multi dimensional ditambah dengan globalisasi yang kuat merasuk masuk ke Indonesia mengakibatkan kemunduran ekonomi disertai dengan keterpurukan pengembangan SDM Indonesia sebagai akibat dari pengaruh globalisasi yang tidak pandang bulu merasuki dan mempengaruhi semua kalangan dan lapisan masyarakat. Akibat dari krisis yang berkepanjangan mengakibatkan banyak perusahaan yang bangkrut dan gulung tikar, yang selanjutnya mengakibatkan angka pengangguran yang cukup besar. Kemudian diperparah lagi dengan ketahanan dan kualitas SDM Indonesia yang tidak kuat dan tidak mampu untuk menghadapi persaingan global yang kuat. Ketidak mampuan SDM ini mengakibatkan Indonesia tidak mempunyai daya saing untuk mengangkat kembali perekonomian dan mengembangkan SDMnya.
Kenyataan ini belum menjadi kesadaran bagi bangsa Indonesia untuk kembali memperbaiki kesalahan pada masa lalu. Rendahnya APBN untuk sektor pendidikan (tidak lebih dari 12%) pada pemerintahan era reformasi. Ini menunjukan belum adanya perhatian serius dari pemerintah pusat terhadap perbaikan kualitas SDM. Padahal sudah saatnya pemerintah baik tingkat pusat maupun daerah secara serius membangun SDM yang berkualitas, dan sudah saatnya bangsa Indonesia secara benar dan tepat memanfaatkan potensi sumberdaya yang dimiliki dengan kemampuan SDM yang tinggi sebagai kekuatan dalam membangun perekonomian nasioanal.
Orang tidak bekerja alias pengangguran merupakan masalah bangsa yang tidak pernah terselesaikan. Ada tiga hambatan yang menjadi alasan mengapa orang tidak bekerja, yaitu hambatan kultur, kurikulum pendidikan dan pasar kerja. Hambatan kultur yang dimaksud adalah budaya dan etos kerja. Sementara yang menjadi masalah dari kurikulum pendidikan adalah belum adanya standar baku kurikulum yang mampu menciptakan dan mengembangkan kemandirian SDM yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Sedangkan hambatan pasar kerja lebih disebabkan rendahnya kualitas SDM yang ada untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja.
Ekonomi abat ke 21 yang ditandai dengan globalisasi ekonomi merupakan suatu kegiatan ekonomi perdagangan dimana negara-negara diseluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritori negara. Globalisasi sudah pasti dihadapi oleh bangsa Indonesia menuntut adanya efisiensi dan daya saing dalam dunia usaha. Indonesia dikancah persaingan global menurut World Competitiveness Report menempati urutan ke 45 atau terendah dari seluruh negara yang diteliti, dibawah Singapura (8), Malaysia (34), cina(35), Filipina (38), dan Thailand (40).
Realitas globalisasi yang demikian membawa membawa sejumlah implikasi bagi pengembangan SDM di Indonesia. Problem utama dalam pengembangan SDM Indonesia adalah terjadinya missalocation of human resources. Pada ere sebelum reformasi pasar tenaga kerja mengikuti era konglomeresi. Dimana tenaga kerja yang ada cenderung memasuki dunia kerja yang bercorak konglomeratif yaitu mulai dari sektor manufaktur sampai dengan perbankan. Dengan begitu, dunia pendidikan akhirnya masuk dalam kemelut ekonomi poitik, yakni terjadi kesenjangan ekonomi yang terakselerasi struktur pasar yang masih terdistorsi. Kenyataan menunjukan banyak lulusan terbaik pendidikan masuk kesektor-sektor ekonomi yang justru bukan memecahkan masalah ekonomi, tetapi malah memperkuat proses konsentrasi ekonomi dan konglomerasi, yang mempertajam kesenjangan ekonomi.Hal ini terjadi karena visi SDM terbatas pada struktur pasar yang sudah ada dan belum sanggup menciptakan pasar sendiri, karena kondisi makro ekonomi yang memang belum kondusif untuk itu.
Dengan demikian, pada era reformasi dewasa ini, alokasi SDM masih belum mampu mengoreksi kecenderungan terciptanya konsentrasi ekonomi yang memang telah tercipta sejak pemerintahan masa lalu. Sementara disisi lain Indonesia kekurangan berbagai keahlian untuk mengisi berbagai tuntutan globalisasi.
Ketimpangan pengembangan SDM Indonesia dapat terlihat dengan tingkat kualitas pendidikan yang berbeda cukup besar antara satu daerah/provinsi dengan daerah/provinsi lainnya, dan juga antara kota dengan kampung/desa yang mana pembangunan pendidikan dari yang paling dasar sampai dengan tingkat atas sangat terasa. Hal ini dibuktikan dengan kurangnya fasilitas pendidikan maupun guru yang mengajar di desa yang mengakibatkan tingginya angka buta huruf dan kadar penggunaan bahasa Indonesia yang masih rendah di pedesaan maupun daerah pelosok. Dengan demikian maka akan sulit bagi bangsa Indonesia untuk bisa meningkatkan kualitas hidup dan SDMnya jika kondisi ketimpangan ini tidak diperhatikan dan diperbaiki.
Rabu, 02 Juni 2010
laporan penilaian kerusakan penyakit tanaman
LAPORAN TETAP
PRAKTIKUM DASAR – DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN
PENILAIAN KERUSAKAN PENYAKIT TANAMAN
DISUSUN OLEH :
NAMA : ANDINI LADESA
NIM : 05081004033
KELOMPOK : 2 ( DUA )
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2010
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tanaman memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Tanaman di budidayakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Tidak semua tanaman dapat tumbuh dengan sendirinya, oleh sebab itu tanaman perlu di budidayakan. Dalam pembudidayaan tanaman terdapat banyak kendala yang dapat ditemui oleh para pembudidaya kendala tersebut berupa hama serta penyakit tanaman.
Tanaman tidak selamanya bisa hidup tanpa gangguan. Kadang tanaman mengalami gangguan oleh binatang atau organisme kecil (virus, bakteri, atau jamur). Hewan dapat disebut hama karena mereka mengganggu tanaman dengan memakannya. Belalang, kumbang, ulat, wereng, tikus, walang sangit merupakan beberapa contoh binatang yang sering menjadi hama tanaman.
Gangguan terhadap tanaman yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur disebut penyakit. Tidak seperti hama, penyakit tidak memakan tanaman, tetapi mereka merusak tanaman dengan mengganggu proses – proses dalam tubuh tanaman sehingga mematikan tanaman. Oleh karena itu, tanaman yang terserang penyakit, umumnya, bagian tubuhnya utuh. Akan tetapi, aktivitas hidupnya terganggu dan dapat menyebabkan kematian. Untuk membasmi hama dan penyakit, sering kali manusia menggunakan oat – obatan anti hama. Pestisida yang digunakan untuk membasmi serangga disebut insektisida. Adapun pestisida yang digunakan untuk membasmi jamur disebut fungsida.
Hama tanaman adalah organisme yang menyerang tumbuhan sehingga pertumbuhan dan perkemabanganya terganggu. Hama yang menyerang tumbuhan antara lain :
1. Tikus
Tikus merupakan hama yang sering kali membuat pusing para petani. Hal ini diesbabkan tikus sulit dikendalikan karena memiliki daya adaptasi, mobilitas, dan kemampuan untuk berkembang biak yang sangat tinggi. Tikus sangat aktif di malam hari.
2. Wereng
Wereng adalah sejenis kepik yang menyebabkan daun dan batang tanaman berlubang – lubang, kemudian kering, dan pada akhirnya mati.
3. Walang Sangit
Walang sangit (Leptocorisa acuta) merupakansalah satu hama yang juga meresahkan petani. Hewan ini jika diganggu, akan meloncat dan terbang sambil mengeluarkan bau. Serangga ini berwarnahijau kemerah- merahan. Walang sangit menghisab butir – butir padi yang masih cair. Biji yang sudah diisap akan menjadi hampa, agak hampa, atau liat. Kulit biji iu akan berwarna kehitam – hitaman.
4. Ulat
Kupu – kupu merupakan serangga yang memiliki sayap yang indah dan benareka ragam. Kupu – kupu meletakkan telurnya dibawah daun dan jika menetas menjadi larva. Kita bisa sebut larva kupu – kupu sebagai ulat. Pada fase ini, ulat aktif memakan dedaunan bahkan pangkal batang, terutama pada malam hari. Daun yang dimakan oleh ulat hanya tersisa rangka atau tulang daunya saja.
5. Tungau
Tungau (kutu kecil) bisaanya terdapat di sebuah bawah daun untuk mengisap daun tersebut. Hama ini banyak terdapat pada musim kemarau. Pada daun yang terserang kutu akan timbul bercak – bercak kecil kemudian daun akan menjadi kuning lalu gugur. Hama ini dapat diatasi dengan cara mengumpulkan daun – daun yang terserang hama pada suatu tempat dan dibakar.
Jenis – jenis penyakit yang menyerang tanaman sangat banyak jumlahnya. Penyakit yang menyerang tanaman banyak disebabkan oleh mikroorganisme, misalnya jamur, bakteri, dan alga. Penyakit tanaman juga dapat disebabkan oleh virus. Penyakit tanaman antara lain :
1. Jamur
Jamur adalah salah satu organisme penyebab penyakit yang menyerang hampir semua bagian tanaman, mulai dari akar, batang, ranting, daun, bunga, hingga buahnya. Penyebaran jenis penyakit ini dapat disebabkan oleh angin, air, serangga, atau sentuhan tangan.
2. Bakteri
Bakteri dapat membusukkan daun, batang, dan akar tanaman. Bagian tubuh tanaman yang diserang bakteri akan mengeluarkan lendir keruh, baunya sangat menusuk, dan lengket jika disentuh. Setelah membusuk, lama – kelamaan tanaman akan mati. Tanaman yang diserang bakteri dapat diatasi dengan menggunakan bakterisida.
3. Virus
Penyakit yang disebabkan oleh virus cukup berbahaya karena dapat menular dan menyebar ke seluruh tanaman dengan cepat. Tanaman yang sudah terlanjur diserang sulit untuk disembuhkan.
4. Alga ( Ganggang )
Keberadaan alga juga perlu diaspadai karena dapat menyebabkan bercak karat merah pada daun tanaman. Bagian tanaman yang diserang oleh alga biasanya bagian daun, ditandai adanya bercak berwarna kelabu kehijauan pada daun, kemudian pada permukaannya tumbuh rambut berwarnya cokelat kemerahan. Meskipun ukurannya kecil, bercak yang timbul sangat banyak sehingga cukup merugikan
B. Tujuan
Untuk memperkenalkan kepada mahasiswa cara menentukan kerusakan mutlak dan tingkat kerusakan bervariasi dari suatu tanaman yang terserang oleh patogen.
II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Sistematika Mentimun
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Cucurbitales
Family : Cucurbitaceae
Genus : Cucumis
Spesies : Cucumis sativus
B. Biologi Morfologi Mentimun
Tanaman ini tidak tahan terhadap hujan yang terus menerus. Pertumbuhannya memerlukan kelembaban udara yang tinggi, tanah subur yang gembur dan mendapat sinar matahari penuh dengan drainage yang baik. Ketimun sebaiknya dirambatkan ke para-para dan tumbuh baik dari dataran rendah sampai 1.300 m dpl. Tanaman ini diduga berasal dari daerah pegunungan Himalaya di India Utara. Tanaman semusim, merayap atau merambat, berambut kasar, berbatang basah, panjang 0,5-2,5 m.
Tanaman ini mempunyai sulur dahan berbentuk spiral yang keluar di sisi tangkai daun. Daun tunggal, letak berseling, bertangkai panjang, bentuknya bulat telur lebar, bertaju 3-7, dengan pangkal berbentuk jantung, ujung runcing, tepi bergerigi. Panjang 7-18 cm, lebar 7-15 cm, warnanya hijau. Bunganya ada yang jantan berwarna putih kekuningan, dan bunga betina yang bentuknya seperti terompet. Buah bulat panjang, tumbuh bergantung, warnanya hijau berlilin putih, setelah tua warnanya kuning kotor, panjang 10--30 cm, bagian pangkal berbintil, banyak mengandung cairan.
Bijinya banyak, bentuknya lonjong meruncingi pipih, warnanya putih kotor. Daun dan tangkai muda bisa dimakan sebagai lalab mentah atau dikukus. Buahnya bisa dimakan mentah, direbus, dikukus atau disayur. Bisa juga dibuat acar atau dimakan bersama rujak. Banyak jenis ketimun yang ada di pasar, seperti ketimun biasa, ketimun krai, ketimun wuku, ketimun poan dan ketimun watang. Perbanyakan dengan biji.
C. Syarat Tumbuh
Mentimun dapat tumbuh dengan beberapa syarat tumbuh seperti berikut ini :
a. Iklim
• Ketinggian tempat : 1 m - 1.000 m di atas permukaan laut
• Curah hujan tahunan : 800 mm - 1.000 mm/tahun
• Bulan basah (di atas 100 mm/bulan) : 5 bulan - 7 bulan
• Bulan kering (di bawah 60 mm/bulan) : 4 bulan - 6 bulan
• Suhu udara : 170 C - 230 C
• Kelembapan : sedang
• Penyinaran : sedang – tinggi
b. Tanah
• Tekstur : lempung
• Drainase : baik
• Kedalaman air tanah : 50 cm - 200 cm dari permukaan tanah
• Kedalaman perakaran : di atas 15 cm dari permukaan tanah
• Kemasaman (pH) : 5,5 - 6,8
• Kesuburan : tinggi
Adapun pedoman dalam bertanam mentimun adalah sebagai berikut ini :
a. Pegolahan Tanah
• Pencangkulan tanah sedalam 30 cm lalu diratakan, dibuat bedengan ukuran 120 cm x (300 - 500) cm.
• Pada bedengan dibuat lubang dan diberi pupuk kandang 1 kg - 2 kg/lubang.
b. Persiapan Bibit
• Tanaman mentimun dapat diperbanyak dengan biji.
c. Penanaman
• Biji ditanam langsung ke dalam lubang tanam. Setiap lubang diberi 2 butir - 3 butir.
• Jarak tanam 50 cm x 100 cm
• Sediakan turus untuk merambat mentimun.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
1. Kerusakan Mutlak ( Persentase serangan )
n
P = −−−− × 100 %
N
10
P = −−−− × 100 %
10
P = 100%
2. Kerusakan Bervariasi ( Intensitas Serangan )
∑ ( n × v )
I = −−−−−−−−−− × 100 %
Z × N
∑(1×0)+( 3×2)+(1×3)+(2×4)+(3×1)
I1= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−− ×100 %
4 × 10
20
I1= −−−−−−− ×100 %
40
I1= 50 %
∑(3×0)+(4×1)+(1×2)+(2×3)
I2= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−− ×100 %
3 × 10
12
I2= −−−−−−− ×100 %
30
I2= 40 %
∑(3×0)+(2×2)+(4×1)+(1×3)
I3= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−− ×100 %
3 × 10
11
I3= −−−−−−− ×100 %
30
I3= 36,67 %
∑(1×0)+( 3×3)+(2×4)+(2×2)+(2×1)
I4= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−− ×100 %
4 × 10
23
I4= −−−−−−− ×100 %
40
I4= 57,5 %
∑(5×0)+(3×1)+(2×3)
I5= −−−−−−−−−−−−−− ×100 %
3 × 10
9
I5= −−−−−−− ×100 %
30
I5= 30 %
∑(1×0)+( 3×2)+(3×1)+(2×3)+(1×4)
I6= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−− ×100 %
4 × 10
19
I6= −−−−−−− ×100 %
40
I6= 47,5 %
∑(3×0)+(3×3)+(2×2)+(2×4)
I7= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−− ×100 %
4 × 10
21
I7= −−−−−−− ×100 %
40
I7= 52,5 %
∑(2×0)+( 2×2)+(2×3)+(4×4)
I8= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−− ×100 %
4 × 10
26
I8= −−−−−−− ×100 %
40
I8= 65 %
∑(2×0)+(6×1)+(2×2)
I9= −−−−−−−−−−−−−−− ×100 %
2 × 10
10
I9= −−−−−−− ×100 %
20
I9= 50 %
∑(3×0)+(1×2)+(4×1)
I10= −−−−−−−−−−−−−−−−− ×100 %
2 × 8
6
I10= −−−−−−− ×100 %
16
I10= 37,5 %
B. Pembahasan
Akibat serangan patogen menimbulkan dua gejala kerusakan, yaitu gejala kerusakan mutlak ( persentase kerusakan ) dan gejala kerusakan bervariasi ( intensitas serangan ). Gejala kerusakan mutlak adalah gejala rusaknya secara mutlak dari tanaman, atau bagian tanaman, batang, malai, daun serta dapat menyebabkan kematian tanaman secara mutlak. Gejala kerusakan bervariasi adalah gejala rusaknya tanaman atau bagian tanaman seperti daun serta dapat menimbulkan kerusakan bervariasi
Gejala Kerusakan Mutlak dapat di cari dengan rumus :
n
P = −−−− × 100 %
N
Gejala Kerusakan Bervariasi dapat di cari dengan rumus :
∑ ( n × v )
I = −−−−−−−−−− × 100 %
Z × N
Dari hasil perhitungan di atas dapat diartikan bahwa gejala kerusakan mutlak terjadi di seluruh tanaman. Hal tersebut ditunjukan dengan angka gejala kerusakan mutlak sebesar 100 %. Sedangkan untuk gejala kerusakan bervariasinya terjadi pada seluruh bagian tanaman, dari yang berat hingga yang ringan. Yang dikatagorikan berat adalah gejala kerusakan bervariasi yang berada di atas 50 %, sedangkan yang ringan berada di bawah 50 %. Dengan demikian intensitas serangan yang terdiri dari 30 % - 65 % baru digolongkan serangan yang bervariasi pada tanaman tersebut. Dan masih tergolong kurang berat.
IV. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari laporan tetap penilaian kerusakan penyakit tanaman adalah sebagai berikut ini :
1. Hama adalah semua hewan yang merusak tanaman atau hasilnya, karena aktifitas hidupnya dan merugikan secara ekonomis
2. Penyakit adalah penyimpangan – penyimpangan tumbuh, baik pada bagian tertentu tanaman maupun pada seluruh bagan tanaman tersebut, yang disebabkan gangguan abiotik dan biotik
3. Gejala kerusakan mutlak adalah gejala rusaknya secara mutlak dari tanaman, atau bagian tanaman, batang, malai, daun serta dapat menyebabkan kematian tanaman secara mutlak
4. Gejala kerusakan bervariasi adalah gejala rusaknya tanaman atau bagian tanaman seperti daun serta dapat menimbulkan kerusakan bervariasi
5.
B. Saran
Pengambilan data harus lebih teliti lagi agar hasil menjadi lebih akurat. Penghitungan pun harus dilakukan dengan lebih teliti agar tidak ada kesalahan dalam memasukan data. Sebaiknya perbanyak lagi bahan – bahan bacaan lainnya untuk menambah wawasan.
DAFTAR PUSTAKA
Djafaruddin. Dasar – Dasar Perlindungan Tanaman. 2004. Bumi aksara : Jakarta
Tim Penulis PS. Hama Penyakit Sayur dan Palawija.1992.Penerbit swadaya : Jakarta
http://id.wikipedia.org/wiki/Mentimun
http://rhee7.wordpress.com/2009/04/05/hama-dan-penyakit-pada-tumbuhan/
http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=23
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
1. Kerusakan Mutlak ( Persentase serangan )
n
P = −−−− × 100 %
N
10
P = −−−− × 100 %
10
P = 100%
2. Kerusakan Bervariasi ( Intensitas Serangan )
∑ ( n × v )
I = −−−−−−−−−− × 100 %
Z × N
∑(1×0)+( 3×2)+(1×3)+(2×4)+(3×1)+(3×1)+(3×2)+(3×1)+(3×2)+(2×3)
I1= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−×100 %
4 × 10
44
I1= −−−−−−− ×100 %
40
I1= 110 %
∑(3×0)+( 3×0)+(3×0)+(4×1)+(4×1)+(4×1)+(4×1)+(1×2)+(2×3)+(2×3)
I2= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−×100 %
3 × 10
30
I2= −−−−−−− ×100 %
30
I2= 100 %
∑(3×0)+( 3×0)+(3×0)+(2×2)+(2×2)+(4×1)+(4×1)+(4×1)+(4×1)+(1×3)
I3= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−×100 %
3 × 10
27
I3= −−−−−−− ×100 %
30
I3= 90 %
∑(1×0)+( 3×3)+(2×4)+(3×3)+(2×4)+(2×2)+(2×1)+(2×1)+(3×3)+(2×2)
I4= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−×100 %
4 × 10
53
I4= −−−−−−− ×100 %
40
I4= 132,5 %
∑(5×0)+( 5×0)+(3×1)+(5×0)+(2×3)+(2×3)+(5×0)+(5×0)+(3×1)+(3×1)
I5= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−×100 %
3 × 10
21
I5= −−−−−−− ×100 %
30
I5= 70 %
∑(1×0)+( 3×2)+(3×1)+(3×2)+(3×1)+(3×1)+(3×2)+(2×3)+(1×4)+(2×3)
I6= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−×100 %
4 × 10
43
I6= −−−−−−− ×100 %
40
I6= 107,5 %
∑(3×0)+( 3×0)+(3×3)+(2×2)+(3×0)+(3×3)+(2×2)+(3×3)+(2×4)+(2×4)
I7= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−×100 %
4 × 10
51
I7= −−−−−−− ×100 %
40
I7= 127,5 %
∑(2×0)+( 2×2)+(2×0)+(2×3)+(4×4)+(4×4)+(4×4)+(2×2)+(2×3)+(4×4)
I8= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−×100 %
4 × 10
84
I8= −−−−−−− ×100 %
40
I8= 210 %
∑(2×0)+( 2×0)+(6×1)+(2×2)+(2×2)+(6×1)+(6×1)+(6×1)+(6×1)+(6×1)
I9= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−×100 %
2 × 10
44
I9= −−−−−−− ×100 %
20
I9= 220 %
∑(3×0)+( 3×0)+(3×0)+(4×1)+(4×1)+(4×1)+(1×2)+(4×1)
I10= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−− ×100 %
2 × 8
30
I10= −−−−−−− ×100 %
16
I10= 112,5 %
B. Pembahasan
Akibat serangan patogen menimbulkan dua gejala kerusakan, yaitu gejala kerusakan mutlak ( persentase kerusakan ) dan gejala kerusakan bervariasi ( intensitas serangan ). Gejala kerusakan mutlak adalah gejala rusaknya secara mutlak dari tanaman, atau bagian tanaman, batang, malai, daun serta dapat menyebabkan kematian tanaman secara mutlak. Gejala kerusakan bervariasi adalah gejala rusaknya tanaman atau bagian tanaman seperti daun serta dapat menimbulkan kerusakan bervariasi
Gejala Kerusakan Mutlak dapat di cari dengan rumus :
n
P = −−−− × 100 %
N
Gejala Kerusakan Bervariasi dapat di cari dengan rumus :
∑ ( n × v )
I = −−−−−−−−−− × 100 %
Z × N
Dari hasil perhitungan di atas dapat diartikan bahwa gejala kerusakan mutlak terjadi di seluruh tanaman. Hal tersebut ditunjukan dengan angka gejala kerusakan mutlak sebesar 100 %. Sedangkan untuk gejala kerusakan bervariasinya terjadi pada seluruh bagian tanaman, dari yang berat hingga yang ringan. Yang dikatagorikan berat adalah gejala kerusakan bervariasi yang berada di atas 50 %, sedangkan yang ringan berada di bawah 50 %. Dengan demikian intensitas serangan yang terdiri dari 30 % - 65 % baru digolongkan serangan yang bervariasi pada tanaman tersebut. Dan masih tergolong kurang berat.
PRAKTIKUM DASAR – DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN
PENILAIAN KERUSAKAN PENYAKIT TANAMAN
DISUSUN OLEH :
NAMA : ANDINI LADESA
NIM : 05081004033
KELOMPOK : 2 ( DUA )
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2010
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tanaman memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Tanaman di budidayakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Tidak semua tanaman dapat tumbuh dengan sendirinya, oleh sebab itu tanaman perlu di budidayakan. Dalam pembudidayaan tanaman terdapat banyak kendala yang dapat ditemui oleh para pembudidaya kendala tersebut berupa hama serta penyakit tanaman.
Tanaman tidak selamanya bisa hidup tanpa gangguan. Kadang tanaman mengalami gangguan oleh binatang atau organisme kecil (virus, bakteri, atau jamur). Hewan dapat disebut hama karena mereka mengganggu tanaman dengan memakannya. Belalang, kumbang, ulat, wereng, tikus, walang sangit merupakan beberapa contoh binatang yang sering menjadi hama tanaman.
Gangguan terhadap tanaman yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur disebut penyakit. Tidak seperti hama, penyakit tidak memakan tanaman, tetapi mereka merusak tanaman dengan mengganggu proses – proses dalam tubuh tanaman sehingga mematikan tanaman. Oleh karena itu, tanaman yang terserang penyakit, umumnya, bagian tubuhnya utuh. Akan tetapi, aktivitas hidupnya terganggu dan dapat menyebabkan kematian. Untuk membasmi hama dan penyakit, sering kali manusia menggunakan oat – obatan anti hama. Pestisida yang digunakan untuk membasmi serangga disebut insektisida. Adapun pestisida yang digunakan untuk membasmi jamur disebut fungsida.
Hama tanaman adalah organisme yang menyerang tumbuhan sehingga pertumbuhan dan perkemabanganya terganggu. Hama yang menyerang tumbuhan antara lain :
1. Tikus
Tikus merupakan hama yang sering kali membuat pusing para petani. Hal ini diesbabkan tikus sulit dikendalikan karena memiliki daya adaptasi, mobilitas, dan kemampuan untuk berkembang biak yang sangat tinggi. Tikus sangat aktif di malam hari.
2. Wereng
Wereng adalah sejenis kepik yang menyebabkan daun dan batang tanaman berlubang – lubang, kemudian kering, dan pada akhirnya mati.
3. Walang Sangit
Walang sangit (Leptocorisa acuta) merupakansalah satu hama yang juga meresahkan petani. Hewan ini jika diganggu, akan meloncat dan terbang sambil mengeluarkan bau. Serangga ini berwarnahijau kemerah- merahan. Walang sangit menghisab butir – butir padi yang masih cair. Biji yang sudah diisap akan menjadi hampa, agak hampa, atau liat. Kulit biji iu akan berwarna kehitam – hitaman.
4. Ulat
Kupu – kupu merupakan serangga yang memiliki sayap yang indah dan benareka ragam. Kupu – kupu meletakkan telurnya dibawah daun dan jika menetas menjadi larva. Kita bisa sebut larva kupu – kupu sebagai ulat. Pada fase ini, ulat aktif memakan dedaunan bahkan pangkal batang, terutama pada malam hari. Daun yang dimakan oleh ulat hanya tersisa rangka atau tulang daunya saja.
5. Tungau
Tungau (kutu kecil) bisaanya terdapat di sebuah bawah daun untuk mengisap daun tersebut. Hama ini banyak terdapat pada musim kemarau. Pada daun yang terserang kutu akan timbul bercak – bercak kecil kemudian daun akan menjadi kuning lalu gugur. Hama ini dapat diatasi dengan cara mengumpulkan daun – daun yang terserang hama pada suatu tempat dan dibakar.
Jenis – jenis penyakit yang menyerang tanaman sangat banyak jumlahnya. Penyakit yang menyerang tanaman banyak disebabkan oleh mikroorganisme, misalnya jamur, bakteri, dan alga. Penyakit tanaman juga dapat disebabkan oleh virus. Penyakit tanaman antara lain :
1. Jamur
Jamur adalah salah satu organisme penyebab penyakit yang menyerang hampir semua bagian tanaman, mulai dari akar, batang, ranting, daun, bunga, hingga buahnya. Penyebaran jenis penyakit ini dapat disebabkan oleh angin, air, serangga, atau sentuhan tangan.
2. Bakteri
Bakteri dapat membusukkan daun, batang, dan akar tanaman. Bagian tubuh tanaman yang diserang bakteri akan mengeluarkan lendir keruh, baunya sangat menusuk, dan lengket jika disentuh. Setelah membusuk, lama – kelamaan tanaman akan mati. Tanaman yang diserang bakteri dapat diatasi dengan menggunakan bakterisida.
3. Virus
Penyakit yang disebabkan oleh virus cukup berbahaya karena dapat menular dan menyebar ke seluruh tanaman dengan cepat. Tanaman yang sudah terlanjur diserang sulit untuk disembuhkan.
4. Alga ( Ganggang )
Keberadaan alga juga perlu diaspadai karena dapat menyebabkan bercak karat merah pada daun tanaman. Bagian tanaman yang diserang oleh alga biasanya bagian daun, ditandai adanya bercak berwarna kelabu kehijauan pada daun, kemudian pada permukaannya tumbuh rambut berwarnya cokelat kemerahan. Meskipun ukurannya kecil, bercak yang timbul sangat banyak sehingga cukup merugikan
B. Tujuan
Untuk memperkenalkan kepada mahasiswa cara menentukan kerusakan mutlak dan tingkat kerusakan bervariasi dari suatu tanaman yang terserang oleh patogen.
II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Sistematika Mentimun
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Cucurbitales
Family : Cucurbitaceae
Genus : Cucumis
Spesies : Cucumis sativus
B. Biologi Morfologi Mentimun
Tanaman ini tidak tahan terhadap hujan yang terus menerus. Pertumbuhannya memerlukan kelembaban udara yang tinggi, tanah subur yang gembur dan mendapat sinar matahari penuh dengan drainage yang baik. Ketimun sebaiknya dirambatkan ke para-para dan tumbuh baik dari dataran rendah sampai 1.300 m dpl. Tanaman ini diduga berasal dari daerah pegunungan Himalaya di India Utara. Tanaman semusim, merayap atau merambat, berambut kasar, berbatang basah, panjang 0,5-2,5 m.
Tanaman ini mempunyai sulur dahan berbentuk spiral yang keluar di sisi tangkai daun. Daun tunggal, letak berseling, bertangkai panjang, bentuknya bulat telur lebar, bertaju 3-7, dengan pangkal berbentuk jantung, ujung runcing, tepi bergerigi. Panjang 7-18 cm, lebar 7-15 cm, warnanya hijau. Bunganya ada yang jantan berwarna putih kekuningan, dan bunga betina yang bentuknya seperti terompet. Buah bulat panjang, tumbuh bergantung, warnanya hijau berlilin putih, setelah tua warnanya kuning kotor, panjang 10--30 cm, bagian pangkal berbintil, banyak mengandung cairan.
Bijinya banyak, bentuknya lonjong meruncingi pipih, warnanya putih kotor. Daun dan tangkai muda bisa dimakan sebagai lalab mentah atau dikukus. Buahnya bisa dimakan mentah, direbus, dikukus atau disayur. Bisa juga dibuat acar atau dimakan bersama rujak. Banyak jenis ketimun yang ada di pasar, seperti ketimun biasa, ketimun krai, ketimun wuku, ketimun poan dan ketimun watang. Perbanyakan dengan biji.
C. Syarat Tumbuh
Mentimun dapat tumbuh dengan beberapa syarat tumbuh seperti berikut ini :
a. Iklim
• Ketinggian tempat : 1 m - 1.000 m di atas permukaan laut
• Curah hujan tahunan : 800 mm - 1.000 mm/tahun
• Bulan basah (di atas 100 mm/bulan) : 5 bulan - 7 bulan
• Bulan kering (di bawah 60 mm/bulan) : 4 bulan - 6 bulan
• Suhu udara : 170 C - 230 C
• Kelembapan : sedang
• Penyinaran : sedang – tinggi
b. Tanah
• Tekstur : lempung
• Drainase : baik
• Kedalaman air tanah : 50 cm - 200 cm dari permukaan tanah
• Kedalaman perakaran : di atas 15 cm dari permukaan tanah
• Kemasaman (pH) : 5,5 - 6,8
• Kesuburan : tinggi
Adapun pedoman dalam bertanam mentimun adalah sebagai berikut ini :
a. Pegolahan Tanah
• Pencangkulan tanah sedalam 30 cm lalu diratakan, dibuat bedengan ukuran 120 cm x (300 - 500) cm.
• Pada bedengan dibuat lubang dan diberi pupuk kandang 1 kg - 2 kg/lubang.
b. Persiapan Bibit
• Tanaman mentimun dapat diperbanyak dengan biji.
c. Penanaman
• Biji ditanam langsung ke dalam lubang tanam. Setiap lubang diberi 2 butir - 3 butir.
• Jarak tanam 50 cm x 100 cm
• Sediakan turus untuk merambat mentimun.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
1. Kerusakan Mutlak ( Persentase serangan )
n
P = −−−− × 100 %
N
10
P = −−−− × 100 %
10
P = 100%
2. Kerusakan Bervariasi ( Intensitas Serangan )
∑ ( n × v )
I = −−−−−−−−−− × 100 %
Z × N
∑(1×0)+( 3×2)+(1×3)+(2×4)+(3×1)
I1= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−− ×100 %
4 × 10
20
I1= −−−−−−− ×100 %
40
I1= 50 %
∑(3×0)+(4×1)+(1×2)+(2×3)
I2= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−− ×100 %
3 × 10
12
I2= −−−−−−− ×100 %
30
I2= 40 %
∑(3×0)+(2×2)+(4×1)+(1×3)
I3= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−− ×100 %
3 × 10
11
I3= −−−−−−− ×100 %
30
I3= 36,67 %
∑(1×0)+( 3×3)+(2×4)+(2×2)+(2×1)
I4= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−− ×100 %
4 × 10
23
I4= −−−−−−− ×100 %
40
I4= 57,5 %
∑(5×0)+(3×1)+(2×3)
I5= −−−−−−−−−−−−−− ×100 %
3 × 10
9
I5= −−−−−−− ×100 %
30
I5= 30 %
∑(1×0)+( 3×2)+(3×1)+(2×3)+(1×4)
I6= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−− ×100 %
4 × 10
19
I6= −−−−−−− ×100 %
40
I6= 47,5 %
∑(3×0)+(3×3)+(2×2)+(2×4)
I7= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−− ×100 %
4 × 10
21
I7= −−−−−−− ×100 %
40
I7= 52,5 %
∑(2×0)+( 2×2)+(2×3)+(4×4)
I8= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−− ×100 %
4 × 10
26
I8= −−−−−−− ×100 %
40
I8= 65 %
∑(2×0)+(6×1)+(2×2)
I9= −−−−−−−−−−−−−−− ×100 %
2 × 10
10
I9= −−−−−−− ×100 %
20
I9= 50 %
∑(3×0)+(1×2)+(4×1)
I10= −−−−−−−−−−−−−−−−− ×100 %
2 × 8
6
I10= −−−−−−− ×100 %
16
I10= 37,5 %
B. Pembahasan
Akibat serangan patogen menimbulkan dua gejala kerusakan, yaitu gejala kerusakan mutlak ( persentase kerusakan ) dan gejala kerusakan bervariasi ( intensitas serangan ). Gejala kerusakan mutlak adalah gejala rusaknya secara mutlak dari tanaman, atau bagian tanaman, batang, malai, daun serta dapat menyebabkan kematian tanaman secara mutlak. Gejala kerusakan bervariasi adalah gejala rusaknya tanaman atau bagian tanaman seperti daun serta dapat menimbulkan kerusakan bervariasi
Gejala Kerusakan Mutlak dapat di cari dengan rumus :
n
P = −−−− × 100 %
N
Gejala Kerusakan Bervariasi dapat di cari dengan rumus :
∑ ( n × v )
I = −−−−−−−−−− × 100 %
Z × N
Dari hasil perhitungan di atas dapat diartikan bahwa gejala kerusakan mutlak terjadi di seluruh tanaman. Hal tersebut ditunjukan dengan angka gejala kerusakan mutlak sebesar 100 %. Sedangkan untuk gejala kerusakan bervariasinya terjadi pada seluruh bagian tanaman, dari yang berat hingga yang ringan. Yang dikatagorikan berat adalah gejala kerusakan bervariasi yang berada di atas 50 %, sedangkan yang ringan berada di bawah 50 %. Dengan demikian intensitas serangan yang terdiri dari 30 % - 65 % baru digolongkan serangan yang bervariasi pada tanaman tersebut. Dan masih tergolong kurang berat.
IV. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari laporan tetap penilaian kerusakan penyakit tanaman adalah sebagai berikut ini :
1. Hama adalah semua hewan yang merusak tanaman atau hasilnya, karena aktifitas hidupnya dan merugikan secara ekonomis
2. Penyakit adalah penyimpangan – penyimpangan tumbuh, baik pada bagian tertentu tanaman maupun pada seluruh bagan tanaman tersebut, yang disebabkan gangguan abiotik dan biotik
3. Gejala kerusakan mutlak adalah gejala rusaknya secara mutlak dari tanaman, atau bagian tanaman, batang, malai, daun serta dapat menyebabkan kematian tanaman secara mutlak
4. Gejala kerusakan bervariasi adalah gejala rusaknya tanaman atau bagian tanaman seperti daun serta dapat menimbulkan kerusakan bervariasi
5.
B. Saran
Pengambilan data harus lebih teliti lagi agar hasil menjadi lebih akurat. Penghitungan pun harus dilakukan dengan lebih teliti agar tidak ada kesalahan dalam memasukan data. Sebaiknya perbanyak lagi bahan – bahan bacaan lainnya untuk menambah wawasan.
DAFTAR PUSTAKA
Djafaruddin. Dasar – Dasar Perlindungan Tanaman. 2004. Bumi aksara : Jakarta
Tim Penulis PS. Hama Penyakit Sayur dan Palawija.1992.Penerbit swadaya : Jakarta
http://id.wikipedia.org/wiki/Mentimun
http://rhee7.wordpress.com/2009/04/05/hama-dan-penyakit-pada-tumbuhan/
http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=23
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
1. Kerusakan Mutlak ( Persentase serangan )
n
P = −−−− × 100 %
N
10
P = −−−− × 100 %
10
P = 100%
2. Kerusakan Bervariasi ( Intensitas Serangan )
∑ ( n × v )
I = −−−−−−−−−− × 100 %
Z × N
∑(1×0)+( 3×2)+(1×3)+(2×4)+(3×1)+(3×1)+(3×2)+(3×1)+(3×2)+(2×3)
I1= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−×100 %
4 × 10
44
I1= −−−−−−− ×100 %
40
I1= 110 %
∑(3×0)+( 3×0)+(3×0)+(4×1)+(4×1)+(4×1)+(4×1)+(1×2)+(2×3)+(2×3)
I2= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−×100 %
3 × 10
30
I2= −−−−−−− ×100 %
30
I2= 100 %
∑(3×0)+( 3×0)+(3×0)+(2×2)+(2×2)+(4×1)+(4×1)+(4×1)+(4×1)+(1×3)
I3= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−×100 %
3 × 10
27
I3= −−−−−−− ×100 %
30
I3= 90 %
∑(1×0)+( 3×3)+(2×4)+(3×3)+(2×4)+(2×2)+(2×1)+(2×1)+(3×3)+(2×2)
I4= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−×100 %
4 × 10
53
I4= −−−−−−− ×100 %
40
I4= 132,5 %
∑(5×0)+( 5×0)+(3×1)+(5×0)+(2×3)+(2×3)+(5×0)+(5×0)+(3×1)+(3×1)
I5= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−×100 %
3 × 10
21
I5= −−−−−−− ×100 %
30
I5= 70 %
∑(1×0)+( 3×2)+(3×1)+(3×2)+(3×1)+(3×1)+(3×2)+(2×3)+(1×4)+(2×3)
I6= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−×100 %
4 × 10
43
I6= −−−−−−− ×100 %
40
I6= 107,5 %
∑(3×0)+( 3×0)+(3×3)+(2×2)+(3×0)+(3×3)+(2×2)+(3×3)+(2×4)+(2×4)
I7= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−×100 %
4 × 10
51
I7= −−−−−−− ×100 %
40
I7= 127,5 %
∑(2×0)+( 2×2)+(2×0)+(2×3)+(4×4)+(4×4)+(4×4)+(2×2)+(2×3)+(4×4)
I8= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−×100 %
4 × 10
84
I8= −−−−−−− ×100 %
40
I8= 210 %
∑(2×0)+( 2×0)+(6×1)+(2×2)+(2×2)+(6×1)+(6×1)+(6×1)+(6×1)+(6×1)
I9= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−×100 %
2 × 10
44
I9= −−−−−−− ×100 %
20
I9= 220 %
∑(3×0)+( 3×0)+(3×0)+(4×1)+(4×1)+(4×1)+(1×2)+(4×1)
I10= −−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−− ×100 %
2 × 8
30
I10= −−−−−−− ×100 %
16
I10= 112,5 %
B. Pembahasan
Akibat serangan patogen menimbulkan dua gejala kerusakan, yaitu gejala kerusakan mutlak ( persentase kerusakan ) dan gejala kerusakan bervariasi ( intensitas serangan ). Gejala kerusakan mutlak adalah gejala rusaknya secara mutlak dari tanaman, atau bagian tanaman, batang, malai, daun serta dapat menyebabkan kematian tanaman secara mutlak. Gejala kerusakan bervariasi adalah gejala rusaknya tanaman atau bagian tanaman seperti daun serta dapat menimbulkan kerusakan bervariasi
Gejala Kerusakan Mutlak dapat di cari dengan rumus :
n
P = −−−− × 100 %
N
Gejala Kerusakan Bervariasi dapat di cari dengan rumus :
∑ ( n × v )
I = −−−−−−−−−− × 100 %
Z × N
Dari hasil perhitungan di atas dapat diartikan bahwa gejala kerusakan mutlak terjadi di seluruh tanaman. Hal tersebut ditunjukan dengan angka gejala kerusakan mutlak sebesar 100 %. Sedangkan untuk gejala kerusakan bervariasinya terjadi pada seluruh bagian tanaman, dari yang berat hingga yang ringan. Yang dikatagorikan berat adalah gejala kerusakan bervariasi yang berada di atas 50 %, sedangkan yang ringan berada di bawah 50 %. Dengan demikian intensitas serangan yang terdiri dari 30 % - 65 % baru digolongkan serangan yang bervariasi pada tanaman tersebut. Dan masih tergolong kurang berat.
contoh penyakit pada tanaman
Penyakit pada Tanaman Hortikultura yang Disebabkan oleh Virus :
Penyakit keriting pada Tomat, disebabkan oleh virus ToMV ( Tomato Mosaic Virus ). Gejala yang ditimbulkan daun tanaman berwarna kuning dan keriting.
Penyakit pada Tanaman Hortikultura yang Disebabkan oleh Bakteri :
Penyakit layu pada tanaman Mentimun, disebabkan oleh bakteri Erwinia Tracheiphila. Gejalanya bila pangkal tanaman yang layu dipotong akan mengeluarkan lendir bakteri berwarna putih kental dan lengket.
Penyakit pada Tanaman Hortikultura yang Disebabkan oleh Jamur :
Penyakit tepung pada tanaman cucurbitaceae, disebabkan oleh cendawan Erysiphe cichoracearum. Gejalanya menampakkan adanya lapisan putih bertepung pada permukaan daun dan batang muda. Selanjutnya daun atau batang tersebut berubah kekuningan dan kemudian akhirnya mati.
Penyakit pada Tanaman Pangan yang Disebabkan oleh Virus :
Penyakit tungro pada Padi yang disebabkan oleh virus tungro, yang terdiri dari dua jenis virus yaitu virus bentuk batang ( rice tungro bacilliform virus atau RTBV ) dan virus bentuk bulat ( rice tungro sperical virus atau RTSV ). Gejalanya tanaman kerdil, daun muda berwarna kuning dari ujung daun, daun yang kuning nampak sedikit memelintir dan jumlah anakan lebih sedikit daripada tanaman sehat.
Penyakit pada Tanaman Pangan yang Disebabkan oleh Bakteri :
Penyakit hawar daun ( bacterial leaf blight atau BLB ) pada Padi, disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae. Menimbulkan gejala kresek dan dapat menyebabkan kematian.
Penyakit pada Tanaman Pangan yang Disebabkan oleh Jamur :
Penyakit pada tanaman Padi yang menyerang ruas – ruas batang dan butir padi. Yang disebabkan oleh cendawan Prycularia oryzae. Akibatnya ruas – ruas batang padi mudah patah dan tanaman padi akhirnya akan mati.
Penyakit pada Tanaman Perkebunan yang disebabkan oleh Virus :
Penyakit Tristeza ( quick decline ) pada tanaman jeruk yang disebabkan oleh virus tristeza jeruk ( Citrus Tristeza Virus atau CTV ). Gejala yang ditimbulkan adalah daun – daun tanaman yang berubah menjadi tanaman perunggu atau kuning dan gugur sedikit demi sedikit.
Penyakit pada Tanaman Perkebunan yang disebabkan oleh Bakteri :
Penyakit CVPD ( Citrus Vein Phloem Degeneration ) pada Jeruk yang disebabkan oleh bakteri CVPD, Liberobacter asiaticum. Gejala serangannya adalah daun menguning atau klorosis, warna tulang daunnya menjadi hijau tua, daunnya lebih tebal, kaku dan ukurannya menjadi lebih kecil.
Penyakit pada Tanaman Perkebunan yang Disebabkan oleh Jamur :
Penyakit busuk pangkal batang pada Jeruk yang disebabkan oleh cendawan Phytophthora nicotianae var. Parastica. Penyakit ini biasanya menyerang bagian pangkal batang dekat permukaan tanah atau pada bagian sambungan antara batang atas dan bawah bibit jeruk okulasi. Gejala awal tampak berupa bercak basah yang berwarna gelap / hitam kebasahan – basahan pada permukaan kulit pangkal batang.
Penyakit keriting pada Tomat, disebabkan oleh virus ToMV ( Tomato Mosaic Virus ). Gejala yang ditimbulkan daun tanaman berwarna kuning dan keriting.
Penyakit pada Tanaman Hortikultura yang Disebabkan oleh Bakteri :
Penyakit layu pada tanaman Mentimun, disebabkan oleh bakteri Erwinia Tracheiphila. Gejalanya bila pangkal tanaman yang layu dipotong akan mengeluarkan lendir bakteri berwarna putih kental dan lengket.
Penyakit pada Tanaman Hortikultura yang Disebabkan oleh Jamur :
Penyakit tepung pada tanaman cucurbitaceae, disebabkan oleh cendawan Erysiphe cichoracearum. Gejalanya menampakkan adanya lapisan putih bertepung pada permukaan daun dan batang muda. Selanjutnya daun atau batang tersebut berubah kekuningan dan kemudian akhirnya mati.
Penyakit pada Tanaman Pangan yang Disebabkan oleh Virus :
Penyakit tungro pada Padi yang disebabkan oleh virus tungro, yang terdiri dari dua jenis virus yaitu virus bentuk batang ( rice tungro bacilliform virus atau RTBV ) dan virus bentuk bulat ( rice tungro sperical virus atau RTSV ). Gejalanya tanaman kerdil, daun muda berwarna kuning dari ujung daun, daun yang kuning nampak sedikit memelintir dan jumlah anakan lebih sedikit daripada tanaman sehat.
Penyakit pada Tanaman Pangan yang Disebabkan oleh Bakteri :
Penyakit hawar daun ( bacterial leaf blight atau BLB ) pada Padi, disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae. Menimbulkan gejala kresek dan dapat menyebabkan kematian.
Penyakit pada Tanaman Pangan yang Disebabkan oleh Jamur :
Penyakit pada tanaman Padi yang menyerang ruas – ruas batang dan butir padi. Yang disebabkan oleh cendawan Prycularia oryzae. Akibatnya ruas – ruas batang padi mudah patah dan tanaman padi akhirnya akan mati.
Penyakit pada Tanaman Perkebunan yang disebabkan oleh Virus :
Penyakit Tristeza ( quick decline ) pada tanaman jeruk yang disebabkan oleh virus tristeza jeruk ( Citrus Tristeza Virus atau CTV ). Gejala yang ditimbulkan adalah daun – daun tanaman yang berubah menjadi tanaman perunggu atau kuning dan gugur sedikit demi sedikit.
Penyakit pada Tanaman Perkebunan yang disebabkan oleh Bakteri :
Penyakit CVPD ( Citrus Vein Phloem Degeneration ) pada Jeruk yang disebabkan oleh bakteri CVPD, Liberobacter asiaticum. Gejala serangannya adalah daun menguning atau klorosis, warna tulang daunnya menjadi hijau tua, daunnya lebih tebal, kaku dan ukurannya menjadi lebih kecil.
Penyakit pada Tanaman Perkebunan yang Disebabkan oleh Jamur :
Penyakit busuk pangkal batang pada Jeruk yang disebabkan oleh cendawan Phytophthora nicotianae var. Parastica. Penyakit ini biasanya menyerang bagian pangkal batang dekat permukaan tanah atau pada bagian sambungan antara batang atas dan bawah bibit jeruk okulasi. Gejala awal tampak berupa bercak basah yang berwarna gelap / hitam kebasahan – basahan pada permukaan kulit pangkal batang.
ujian mid semester ekonomi makro
UJIAN
EKONOMI MAKRO
OLEH :
ANDINI LADESA
05081004033
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2010
1. Apa yang Anda ketahui tentang Ekonomi Makro, variabel-variabel apa saja yang menjadi indikator perekonomian suatu negara baik atau buruk. Bahaslah masing-masing variabel tersebut!
Jawab :
Hal yang saya ketahui tentang ekonomi makro adalah bahwa ekonomi makro menganalisis kegiatan perekonomian dengan meliahat bagian – bagian kecil dari keseluruhan kegiatan ekonomi. Teori makroekonomi mengalisis bagaimana masyarakat menyelesaikan tiga persoalan, yaitu jenis barang yang akan di produksi, cara memproduksi barang tersebut, dan untuk siapa barang tersebut di produksi.
Makroekonomi mempelajari perekonomian sebagai suatu kesatuan, seperti tindakan konsumen secara keseluruhan, kegiatan keseluruhan pengusaha atau perubahan keseluruhan kegiatan ekonomi. Titik berat analisa makroekonomi terletak pada bagaimana segi permintaan dan penawaran menentukan tingkat kegiatan dalam perekonomian, masalah utama yang selalu dihadapi setiap perekonomian dan peranan kebijakan dan campur tangan pemerintah untuk mengatasi masalah ekonomi yang dihadapi.
Masalah makroekonomi utama yang akan selalu di hadapi sesuatu negara adalah sebagai berikut ini :
1. Masalah pertumbuhan ekonomi
2. Masalah ketidakstabilan kegiatan ekonomi
3. Masalah pengangguran
4. Masalah kenaikan harga – harga ( inflasi )
5. Masalah neraca perdagangan dan neraca pembayaran
Masalah tersebut selalu terjadi dalam perekonomian suatu negara. Variabel yang menjadi indikator perekonomian suatu negara adalah :
1. Pendapatan nasional, pertumbuhan ekonomi, pendapatan per kapita
Pendapatan nasional adalah nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara dengan periode tertentu, berdasarkan pada harga tetap serta harga yang berlaku pada negara tersebut, dan juga dapat didasarkan pada harga pasar serta harga faktor.
Data pendapatan nasional menggambarkan tingkat produksi negara yang dicapai dalam satu tahun tertentu dan perubahannya dari tahun ke tahun. Sehingga pendapatan nasional mempunyai peranan penting dalam menggambarkan tingkat kegiatan ekonomi yang dicapai, dan perubahan dan pertumbuhannya dari tahun ke tahun.
Pendapatan perkapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Pendapatan perkapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut. Pendapatan perkapita juga merefleksikan PDB per kapita. Pendapatan perkapita sering digunakan sebagai tolak ukur kemakmuran dan tingkat pembangunan sebuah negara; semakin besar pendapatan perkapitanya, semakin makmur negara tersebut.
Pertumbuhan ekonomi suatu negara di lihat dari hasil perhitungan pendapatan nasional riil yang dihitung menurut harga – harga yang berlaku dalam tahun dasar. Yaitu berupa pertambahan produk nasional bruto yang berlaku dari tahun ke tahun dalam suatu negara.
2. penggunaan tenaga kerja dan pengangguran
Seseorang baru dikatakan menganggur bila dia ingin bekerja dan telah berusaha kerja, namun tidak mendapatkannya. Sedangkan, angkatan kerja adalah jumlah tenaga kerja yang terdapat dalam suatu perekonomian pada suatu waktu tertentu. Jenis – jenis pengaguran itu adalah :
a. Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan.
b. Pengangguran Struktural / Structural Unemployment
Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
c. Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment
Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, tukan jualan duren yang menanti musim durian.
d. Pengangguran Siklikal
Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.
Tingkat pengangguran dalam suatu waktu tertentu dapat ditentukan dengan perbandingan antara jumlah yang menganggur dengan jumlah angkatan kerja dalam persen.
Suatu negara di anggap sudah mencapai tingkat pengangguran tenaga kerja penuh ( atau kesempatan kerja penuh ) apabila dalam perekonomian tingkat penganggurannya adalah kurang dari empat persen. Apabila tingkat pengangguran tenaga kerja penuh telah tercapai maka pendapatan per kapaita pun akan ikut meningkat, sehingga perekonomian pun akan membaik.
3. Tingkat perubahan harga – harga inflasi
Inflasi adalah gejala kenaikan harga barang – barang yang bersifat umum dan terus-menerus. Dari definisi tersebut ada tiga komponen yang harus dipenuhi agar dapat dikatakan telah terjadi inflasi, yaitu kenaikan harga, bersifat umum, serta berlangsung secara terus menerus.
Inflasi dapat menyebabkan beberapa hal sebagai berikut ini :
a. Meningkatkan permintaan agregat
b. pengaruh kebijakan moneter
c. pengaruh kebijakan fiskal
d. meningkatkan biaya produksi
e. inflasi karena faktor impor
4. Kedudukan neraca perdagangan dan neraca pembayaran
Neraca perdagangan adalah menggambarkan nilai ekspor dan impor barang serta perbedaannya dalam suatu tahun tertentu. Sedangkan, neraca pembayaran adalah informasi atau catatan ringkas yang menunjukan aliran keluar masuk keuangan di antara satu negara – negara lain. Neraca pembayaran yang tidak kukuh akan mengurangi kemampuan suatu negara dalam menghadapi masalah pengaliran dana ke luar negeri yang melebihi dari keadaan yang biasa berlaku.
5. Kestabilan nilai mata uang domestik
Kurs valuta asing menunjukkan banyaknya uang dalam negeri yang diperlukan untuk membeli satu unit valuta asing tertentu. Bila cadangan mata uang asing menurun maka biaya produksi akan meningkat sedangkan daya beli riil masyarakat semakin merosot.
Sumber :
http://organisasi.org/definisi-pengertian-inflasi-stagnasi-stagflasi-serta-dampak-sosial-inflasi
http://organisasi.org/pengertian-pengangguran-dan-jenis-macam-pengangguran-friksional-struktural-musiman-siklika
http://yuvenalia.blog.binusian.org/2010/01/05/ekonomi-makro-dan-pendapatan-nasional/
Sukirno, Sadono. Makroekonomi Teori Pengantar. 2006. Rajawali Pers : Jakarta
4. Bahaslah pengertian pendapatan nasional, metode apa saja yang digunakan untuk perhitungan pendapatan nasional. Menurut Anda diantara metoda tersebut. Metoda mana yang lebih baik/unggul untuk digunakan, mengapa?
Jawab :
Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode tertentu, biasanya selama satu tahun. Jadi, Pendapatan nasional adalah nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara dengan periode tertentu, berdasarkan pada harga tetap serta harga yang berlaku pada negara tersebut, dan juga dapat didasarkan pada harga pasar serta harga faktor.
Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya (Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, para ahli ekonomi modern tidak setuju dengan pendapat tersebut, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP). Konsep pendapatan nasional itu adalah sebagai berikut ini :
1. PDB/GDP (Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Product)
Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara selama satu tahun. Dalam perhitungannya, termasuk juga hasil produksi dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan. Produk domestik bruto atau Gross domestik product didasarkan pada wiliyah barang atau jasa tersebut diproduksi, dan biasanya dinilai menurut harga pasar yang berlaku serta harga tetap.
2. PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross Nasional Product)
Produk nasional bruto adalah seluruh nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu Negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat Negara tersebut yang berada di luar negeri. Produk nasional bruto atau Gross nasional product didasarkan pada status kewarganegaraan seseorang, dan biasanya dinilai menurut harga berlaku atau harga tetap dan biasanya dinilai menurut harga pasar.
3. NNP (Net National Product)
Net national product adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu, setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
4. NNI (Net National Income)
Net National Income adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
5. PI (Personal Income)
Personal Income adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer payment.
6. DI (Disposible Income)
Disposible Income adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan oleh penerimanya.
Dalam perhitungan pendapatan negara digunakan beberapa konsep yang lebih spesifik/khusus, yaitu pendapatan domestik bruto, pendapatan nasional bruto, dan pendapatan nasional neto atau pendapatan nasional. Tujuan dari perhitungan pendapatan nasional itu sendiri adalah sebagai berikut ini :
a. Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu negara;
b. Untuk memperoleh taksiran yang akurat nilai barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam satu tahun di suatu negara;
c. Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan program pembangunan yang berjangka pada suatu negara.
Mempelajari pendapatan nasional itu sendiri juga memiliki manfaat tersendiri, yaitu :
a. Mengetahui tentang struktur perekonomian suatu negara;
b. Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu antar daerah atau antar propinsi dalam suatu negara;
c. Dapat membandingkan keadaan perekonomian antar negara;
d. Dapat membantu merumuskan kebijakan pemerintah pada suatu negara.
Terdapat tiga metode dalam melakukan perhitungan pendapatan nasional, yaitu sebagai berikut ini :
1. Metode Pengeluaran ( Expenditure Approach )
Perhitungan pendapatn nasional dengan metode pengeluaran membedakan pengeluaran keatas barang dan jasa yang dihasilkan dalam perekonomian ke dalam 4 kompoen, yaitu :
1. Konsumsi Rumah Tangga / Household Consumption ( C )
2. Konsumsi Pemerintah / Government Consumption ( G )
3. Pengeluaran Investasi / Investinent Expenditure ( I )
4. Ekspor Neto / Net Ekspor ( X – M )
Dimana :
C = Konsumsi rumah tangga
G = Konsumsi pemerintah
I = Investasi
X = Ekspor
M = Impor
2. Metode Produksi ( Output Approach )
Dimana :
NT = nilai tambah
NO = nilai output
NI = nilai input antara
Dimana :
i = sektor produksi ke 1,2,3,..... n
3. Metode Pengeluaran ( Income Approach )
Dimana :
Q = output
L = tenaga kerja
K = barang modal
U = uang / financial
E = kemampuan entrepreneur atau kewirausahaan
Dimana :
w = upah / gaji
i = pendapatan bunga
r = pendapatan sewa
π = keuntungan
Menurut saya metode yang paling baik dalam perhitungan pendapatan nasional adalah metode pengeluaran. Hal tersebut disebabkan karena data pendapatan nasional yang dihitung dengan metode pengeluaran memberikan gambaran. Pertama, sampai dimana buruknya masalah perekonomian yang dihadapi atau sampai dimana baiknya tingkat pertumbuhan yang dicapai dan tingkat kemakmuran yang sedang di nikmati. Kedua, memberikan informasi dan data yang lengkap dalam analisis makroekonomi.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Pendapatan_nasional
Sukirno, Sadono. Makroekonomi Teori Pengantar. 2006. Rajawali Pers : Jakarta
6. Menurut Anda apakah krisis global yang terjadi baru-baru ini (tahun 2007/2008) merupakan krisis yang parah, sehingga perekonomian negara-negara maju ( Amerika Serikat dan Eropa ) terkena dampaknya. Bagaimana dampaknya terhadap negara-negara berkembang (termasuk Indonesia)? Bagaimana sikap pemerintah Indonesia dalam mengantisipasi dampak krisis global terhadap perekonomian Indonesia?
Jawab :
Menurut saya krisis global yang terjadi pada tahun 2007/2008 adalah krisis yang sangat parah, bahakan lebih parah dari pada krisis asia. Karena pada saat krisis asia terjadi setidaknya ada safe heaven bagi investor global, yaitu Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang.
Krisis tersebut terjadi karena adanya krisis kredit pembelian rumah (KPR) subprime di AS pada 2007/2008. Sehingga beberapa lembaga keuangan terbesar di dunia tersebut mengalami keterpurukan. Hal tersebutlah yang menjadi indikasi bahwa permasalahan ekonomi AS dan dunia sekarang memang jauh lebih parah dari perkiraan sebelumnya.
Kepanikan investor dunia pun semakin parah. Bursa saham terjun bebas. Sejak awal 2008, bursa saham China anjlok 57%, India 52%, Indonesia 41% (sebelum kegiatannya dihentikan untuk sementara), dan zona Eropa 37%. Sementara pasar surat utang terpuruk, mata uang negara berkembang melemah dan harga komoditas anjlok, apalagi setelah para spekulator komoditas minyak menilai bahwa resesi ekonomi akan mengurangi konsumsi energi dunia.
Di AS, setelah melihat bursa saham Wall Street terus melorot, akhirnya kongres menyetujui program penyelamatan sektor keuangan (troubled asset recovery program- TARP) US$700 miliar yang diajukan oleh pemerintah. Namun, karena lamanya negosiasi politik antara pemerintah dan kongres, investor kecewa melihat politikus di Washington tidak memiliki sense of crisis.
Krisis pasar modal (saham dan surat utang) global sebetulnya hanya memengaruhi investor pasar modal. Tetapi krisis perbankan global bisa mempengaruhi sektor riil ekonomi dunia, termasuk Indonesia. Intinya, sektor perbankan AS sedang terpuruk, kekurangan modal, dan (melihat banyaknya lembaga keuangan yang bangkrut) enggan meminjamkan dolarnya, termasuk ke bank-bank internasional di Eropa dan Asia.
Akibatnya, perbankan internasional kekurangan dolar untuk memberi pinjaman ke para pengusaha dunia, yang membutuhkan dolar untuk investasinya (untuk impor mesin, bahan baku, dan sebagainya), termasuk di Indonesia.
Suka atau tidak dolar AS tetap merupakan mata uang inti dalam dunia usaha. Akibatnya, walaupun suku bunga bank sentral AS (atau Fed Funds Target Rate) sudah diturunkan ke 1,5%, suku bunga London Inter-Bank Offer Rate (LIBOR), sebagai patokan suku bunga yang digunakan oleh pelaku ekonomi, melonjak tajam.
Inilah skenario buruk dunia keuangan: macetnya sistem pembayaran dan penyaluran kredit global sebagai ‘oksigen untuk napasnya dunia bisnis’. Suku bunga bank sentral bisa rendah, tetapi suku bunga kredit untuk pelaku bisnis, kalaupun bisa dapat pinjaman, sangat tinggi karena perbankan ketakutan meminjamkan dananya. Adalah lumpuhnya sektor perbankan global, bukan anjloknya pasar saham, yang sebetulnya bisa melumpuhkan pertumbuhan ekonomi dunia secara perlahan.
Akhirnya, bank sentral dunia mengerti betapa pentingnya melakukan kebijakan yang terkoordinasi. Tujuh bank sentral (termasuk US Federal Reserve, European Central Bank, Bank of England dan Bank of Canada) memangkas suku bunganya 0,5%. Ini merupakan yang pertama kalinya kebijakan suku bunga bank sentral dilakukan secara bersamaan dalam skala yang besar.
Kebijakan terkoordinasi bank sentral dan pemerintah dunia selebihnya harus ditujukan untuk memenuhi tiga sasaran. Pertama, memulihkan kembali sistem perbankan dan pembayaran global yang lumpuh agar sirkulasi dana internasional bisa normal kembali – dan bank bisa memberi kredit lagi.
Kedua, mengeluarkan aset bermasalah (terutama surat utang KPR subprime) dari perbankan AS dan memperbesar modal perbankan agar lebih bisa memberi kredit dalam jumlah yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi.
Ketiga, bank sentral dunia harus berani terus menurunkan suku bunga (untuk membantu meringankan bunga kredit) dan, yang lebih penting, pemerintah harus memperbesar belanjanya untuk pembangunan infrastruktur dan memberi stimulus ekonomi – karena investor swasta enggan berinvestasi dalam krisis likuiditas.
Sikap pemerintah Indonesia dalam mengantisipasi krisis global, adalah seperti yang terpapar di bawah ini. Pemerintah tetap menginginkan aliran modal masuk ke Indonesia. Ketika capital inflow melalui pasar modal berkurang, itu diharapkan bisa terkompensasi dari aliran dana lainnya. Di antaranya, menggenjot ekspor yang mendongkrak neraca perdagangan dan penanaman modal asing langsung.
Keinginan tersebut akan dipenuhi dengan sejumlah langkah. Langkah konvensional dilakukan dengan memberikan insentif kepada dunia usaha. Di sini, PP No 1/2007 tentang insentif pajak bagi usaha dan daerah tertentu akan diimplementasikan. Paket kebijakan ekonomi lawas melalui Inpres 5/2008 juga terus dijalankan.
Kebijakan nonkonvensional juga dilakukan melalui pemangkasan defisit APBN. Sebab, pembiayaan melalui penerbitan surat utang makin sulit dilakukan. Selain situasi masih tak menentu, likuditas di pasar global akan mengering. Apalagi, setelah pemerintah AS menganggarkan dana program penyelamatan darurat senilai USD 700 miliar (sekitar Rp 6.440 triliun). Selain dari pajak yang dibayar rakyat AS, dana tersebut bakal dicarikan dari penerbitan obligasi di pasar.
Langkah lainnya adalah melaksanakan program jaring pengaman sosial yang tidak konsumtif sehingga mampu menciptakan lapangan kerja.
Upaya lain adalah dengan menjaga stabilitas harga pangan dan energi. Selain episentrumnya berada di AS, tekanan dari aset beracun (toxic asset) yang menjadi pemicu krisis tidak banyak berada di tanah air. Meski demikian, bank sentral tetap waspada dan terus memantau dampak bagi ekonomi domestik. Kewaspadaan harus tetap ada karena situasi masih tidak menentu.
Koordinasi antara pemerintah dan BI diharapkan bisa memperkuat daya tahan ekonomi domestik. .Kondisi perbankan tahun juga masih lebih kuat dibandingkan 2007. Hingga Agustus, rasio kecukupan modal (CAR) rata-rata 16 persen, jauh di atas ambang minimal 8 persen. Kredit bermasalah (NPL) pun hanya 3,95 persen, di bawah batas toleransi 5 persen. Kredit juga tumbuh cepat di kisaran 36 persen. Pertumbuhan kredit itu diharapkan tetap mendukung laju ekonomi dan inflasi yang waj
Krisis keuangan yang kini dialami Amerika Serikat (AS) harus dapat dimanfaatkan Indonesia untuk belajar lebih mandiri dan tidak lagi terlalu tergantung dengan negara adidaya tersebut. Indonesia perlu mengalihkan orientasi pasar bisnis ke Timur Tengah dan negara Asia lainnya seperti Jepang dan China.
Sistem perekonomian Indonesia, selama ini selalu dibayang-bayangi oleh kekuatan AS yang memang memiliki kemampuan dan pengaruh besar dalam industri internasional. Oleh karena itu, krisis keuangan yang dialami AS itu harus dijadikan peluang oleh Indonesia untuk melepaskan diri dari kungkungan negara yang menganut sistem ekonomi kapitalisme tersebut.
Namun ada lebih baiknya, Indonesia perlu mengalihkan orientasi utama pasar ekspornya dengan memaksimalkan kerjasama dengan negara-negara Timur Tengah seperti Mesir, Arab Saudi, Syria, Qatar dann Kuwait serta negara-negara Asia seperti Jepang, China dan Korea yang juga memiliki peluang pasar yang menjanjikan.
Indonesia tinggal menerapkan kebijakan yang mempermudah birokrasi dan meringankan pajak sehingga pelaku usaha, khususnya usaha kecil dan menengah (UKM), dapat berpartisipasi dalam meningkatkan ekspor nasional.
Apabila kebijakan tersebut dapat diterapkan, krisis keuangan yang dialami AS tidak akan memberikan pengaruh bagi perekonomian nasional. Indonesia juga dapat menjadi bangsa yang mandiri sehingga tidak terus dibayang-bayangi dan terkungkung nama besar AS.
Sumber :
http://cetak.kompas.com/
http://trisetiyanto.wordpress.com/2008/10/15/dampak-krisis-financial-usa-terhadap-indonesia-kumpulan-artikel/
http://www.seasite.niu.edu/indonesian/Reformasi/Krisis_ekonomi.htm
7. Apa yang dimaksud dengan neraca pembayaran ( Balance of Payment ) dan neraca perdagangan ( Balance of Trade ) dalam sistem perekonomian terbuka. Apa beda kedua neraca tersebut, apa komponen penting yang membedakan kedua neraca berada dalam kondisi defisit atau surplus. Boleh disetai contoh hitungan dan makna angka dari hasil hitungan tersebut!
Jawab :
Neraca perdagangan adalah menggambarkan nilai ekspor dan impor barang serta perbedaannya dalam suatu tahun tertentu. Sedangkan, neraca pembayaran adalah informasi atau catatan ringkas yang menunjukan aliran keluar masuk keuangan di antara satu negara – negara lain. Neraca pembayaran yang tidak kukuh akan mengurangi kemampuan suatu negara dalam menghadapi masalah pengaliran dana ke luar negeri yang melebihi dari keadaan yang biasa berlaku.
Transaksi dalam neraca pembayaran dapat dibedakan dalam dua macam transaksi.
1. Transaksi debit, yaitu transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari dalam negeri ke luar negeri. Transaksi ini disebut transaksi negatif (-), yaitu transaksi yang menyebabkan berkurangnya posisi cadangan devisa.
2. Transaksi kredit adalah transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari luar negeri ke dalam negeri. Transaksi ini disebut juga transaksi positif (+), yaitu transaksi yang menyebabkan bertambahnya posisi cadangan devisa negara.
Tiap-tiap credit entry (bertanda positif) harus diseimbangkan (balanced) dengan debit entry (bertanda negatif) yang sama. Kedua entries tersebut dikombinasikan untuk menghasilkan laporan sumber-sumber dan penggunaan modal nasional (dari mana kita memperoleh danadana/ daya beli, dan bagaimana kita mengunakannya). Jadi, total kredit dan debit dari neraca pembayaran suatu negara akan sama secara agregat; namun, dari komponen-komponen neraca pembayaran, mungkin terdapat surplus dan defisit
Neraca pembayaran dapat dipecah ke dalam beberapa kategori yaitu; transaksi berjalan (current account), neraca modal (capital account), dan cadangan devisa negara (official reserves account)
1. Transaksi berjalan (current account).
Merupakan bagian dari neraca pembayaran yang berisi arus pembayaran jangka pendek (mencatat transaksi ekspor-impor barang dan jasa), yang meliputi :
a. ekspor dan impor barang-barang dan jasa ekspor barang-barang dan jasa yang diperlakukan sebagai kredit impor barang-barang dan jasa diperlakukan kembali sebagai debit
b. net investment income tingkat bunga dan dividen diperlakukan sebagai jasa karena merepresentasikan pembayaran untuk penggunaan modal.
c. net transfer (transfer unilateral), meliputi bantuan luar negeri, pemberian-pemberian dan pembayaran lain antar pemerintah dan antar pihak swasta. Net transfer bukan merupakan perdagangan barang dan jasa. Atau dengan kata lain transaknsi berjalan merangkum aliran dana antara satu Negara tertentu dengan seluruh negara lain sebagai akibat dari pembelian barang-barang atau jasa, provisi income atas aset finansial, atau transfer unilateral (misalnya bantuan bantuan antar pemerintah dan antar pihak swasta). Transaksi berjalan merupakan ukuran posisi perdagangan intenasional yang luas. Defisit transaksi berjalan menjelaskan arus dana yang keluar suatu negara lebih besar dari dana-dana yang diterimanya.
Komponen transaksi berjalan meliputi neraca perdagangan dan neraca barang dan jasa.
Transaksi berjalan umumnya digunakan untuk menilai neraca perdagangan. Neraca Perdagangan secara sederhana merupakan selisih/perbedaan antara ekspor dan impor. Jika impor lebih tinggi dari ekspor, maka yang terjadi adalah defisit neraca perdagangan.
Sebaliknya, jika ekspor lebih tinggi dari impor, yang terjadi adalah surplus. Sedangkan Neraca Jasa adalah neraca perdagangan ditambah jumlah pembayaran bunga kepada para investor luar negeri dan penerimaan dividen dari investasi di luar negeri, serta penerimaan dan pengeluaran yang berhubungan dengan pariwisata dan transaksitransaksi ekonomi lainnya.
2. Neraca Modal (Capital Account)
Merupakan bagian dari neraca pembayaran yang mencerminkan perubahan-perubahan dalam kepemilikan aset jangka pendek dan jangka panjang (seperti saham, obligasi dan real estate) suatu negara, Yang meliputi : a. Arus modal masuk tercatat sebagai kredit karena suatu Negara menjual aset berharga kepada pihak asing untuk memperoleh uang tunai.
a. Arus modal keluar tercatat sebagai debit karena suatu Negara membeli asset berharga dari pihak asing (luar negeri).
b. Transaksi-transaksi neraca modal diklasifikasi sebagai investasi portfolio, langsung atau jangka pendek.
Untuk dapat membeli aset luar negeri diperlukan valuta asing, dengan demikian arus modal neto menggambarkan demand terhadap valuta asing. Nilai valuta asing ditentukan oleh demand valas untuk membeli barang-barang dan jasa dan demand terhadap valas untuk membeli aset. Neraca Modal adalah ukuran investasi jangka pendek dan jangka panjang suatu negara, termasuk investasi langsung luar negeri dan investasi dalam sekuritas.
3. Cadangan Devisa Negara (Official Reserves Account)
Mengukur perubahan-perubahan dalam cadangan internasional yang dimiliki oleh otoritas keuangan suatu negara. Hal ini mencerminkan surplus atau defisit transaksi-transaksi ekonomi neraca berjalan dan meraca modal suatu negara yang dihasilkan dengan cara mencari nilai selisih (netting) dari cadangan aset dan cadangan hutang. Cadangan devisa terdiri dari :
a) Cadangan internasional yang terdiri dari emas dan aset luar negeri yang dapat diperdagangkan.
b) Peningkatan dalam tiap aset tercatat sebagai debit
c) Penurunan cadangan aset tercatat sebagai kredit
Neraca pembayaran dapat disusun dengan mengkombinasi pos-pos neraca
Pembayaran berikut :
1. Basic balance focus pada transaksi-transaksi yang dianggap penting bagi kesehatan ekonomis valuta. Basic balance menyeimbangkan neraca berjalan dan arus modal jangka panjang, namun tidak mengikutsertakan arus modal jangka pendek, seperti deposito deposito bank yang sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor temporer; kebijakan moneter jangka pendek, perubahan-perubahan dalam suku bunga dan antisipasi-antisipasi fluktuasi valuta. Basic balance menekankan trend jangka waktu yang lebih panjang pada neraca pembayaran.
2. Net liquidity balance (neraca likuiditas neto) atau neraca keseluruhan meliputi basic balance ditambah arus modal jangka pendek tidak likuid pihak swasta dan error and omission. Neraca Keseluruhan mengukur perubahan pinjaman pihak swasta domestik atau pinjaman pihak swasta domestik ke luar negeri yang dibutuhkan untuk mempertahankan pembayaran dalam posisi equilibrium tanpa menyesuaikan cadangan devisa. Arus modal swasta jangka pendek tidak likuid dan error and omission tercatat dalam neraca, sementara aset dan hutang likuid tidak dicatat (dikeluarkan).
3. Neraca transaksi cadangan devisa menunjukkan penyesuaian cadangan devisa yang akan dibuat untuk mencapai equilibrium neraca. Karena neraca pembayaran harus diseimbangkan, tiap perbedaan yang tidak dapat ditelusuri atas transaksi-transaksi tertentu dicatat dalam statistical discrepancy (selisih yang belum dapat diperhitungkan).
Neraca pembayaran defisit, terjadi apabila jumlah pembayaran lebih besar daripada jumlah penerimaan (transaksi kredit < transaksi debet). Suatu Negara jika mengalami kelebihan impor dan kelebihan tersebut ditutup dengan menambah pinjaman akomodatif dan mengurangi cadangan (stok) nasional maka Negara tersebut sedang mengalami defisit total. Neraca pembayaran surplus, adalah apabila jumlah penerimaan lebih besar daripada jumlah pembayaran/ utang (transaksi kredit> transaksi debet).
Secara ekonomi neraca pembayaran yang surplus akan berpengaruh terhadap tingkat harga dalam negeri, yaitu mempunyai pengaruh inflatoir mendorong/ menjurus kea rah kenaikan harga (inflasi). Hal ini disebabkan oleh adanya penambahan permintaan efektif.
Apabila neraca pembayaran suatu Negara mengalami deficit, maka dampak yang akan terjadi sebagai berikut:
* Produsen dalam negeri tidak adapat bersaing dengan barang-barang impor
* Pendapatan Negara sedikit, sehingga utang Negara bertambah besar
* Perusahaan banyak yang gulung tikar, sehingga pengangguran meningkat akibat dari PHK
Neraca perdagangan dikatakan surplus pada saat nilai ekspor lebih besar daripada nilai impor. Sedangkan nerca perdagangan dikatakan defisit jika nilai impor lebih besar daripada nilai ekspornya.
Sumber :
Sukirno, Sadono. Makroekonomi Teori Pengantar. 2006. Rajawali Pers : Jakarta
http://sobatbaru.blogspot.com/2008/08/pengertian-neraca-pembayaran.html
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/05/03/14151191/Neraca.Perdagangan.RI.Surplus
8. Apa yang dimaksud dengan nilai tukar mata uang dan sistem devisa. Ada berapa macam sistem nilai tukar dan devisa yang berlaku di Indonesia, sistem nilai tukar dan devisa mana menurut Anda yang terbaik untuk diterapkan di Indonesia, mengapa?
Jawab :
Nilai tukar atau dikenal pula sebagai kurs dalam keuangan adalah sebuah perjanjian yang dikenal sebagai nilai tukar mata uang terhadap pembayaran saat kini atau di kemudian hari, antara dua mata uang masing-masing negara atau wilayah. Sistem nilai tukar mata uang asing yang banyak diterapkan di berbagai negara, yaitu :
1. Sistem nilai tukar tetap ( Fixed exchange rate system )
Kurs suatu mata uang terhadap mata uang lain ( misal rupiah terhadap dolar ) ditetapkan pada nilai tertentu. Pada kurs ini bank sentral akan siap sedia melayani seluruh kebutuhan devisa yang diperlukan oleh pasar. Apabila tingkat kurs tersebut tidak lagi dapat dipertahankan, maka bank sentral melakukan devaluasi atau revaluasi atas tingkat kurs yang ditetapkan.
Penetapan nilai kurs tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu sebagai berikut ini :
a. Pegged to a currency, apabila kurs ditetapkan terhadap mata uang lain.
b. Pegged to a basket, apabila kurs ditetapkan terhadap sekeranjang mata uang lain dengan bobot tertentu sesuai dengan besarnya hubungan perdagangan dan investasi.
c. Currency board system, apabila penetapan kurs tersebut dibarangi dengan pembatasan bagi bank sentral dalam megedarkan uang sebesar nilai ekuivalen cadangan devisa yang di milikinya.
Kelebihan sistem kurs tetap ini adalah kepastian kurs bagi pelaku ekonomi. Sedangkan kelemahan dari sistem kurs tetap ini adalah pertama, membutuhkan cadangan devisa yang besar, karena keharusan bagi bank sentral untuk mempertahankan kurs pada level yang ditetapkan. Kedua, diterapkan di negara yang mempunyai cadangan devisa besar, dengan sistem devisa yang masih relatif dikontrol. Ketiga, cenderung menimbulkan moral hazard dalam dunia usaha, karena dengan kurs yang tetap dunia usaha cenderung tidak melakukan lindung nilai risiko kurs.
2. Sistem nilai tukar mengambang terkendali ( Managed floating exchange rate system )
Kurs dibiarkan bergerak dalam batas tertentu sesuai dengan pita intervensi (intervention band) yang ditetapkan bank sentral. Apabila kurs bergerak menembus batas atas atau batas bawah dari pita intervensi, secara otomatis bank sentral akan membeli atau menjual devisa yang diperlukan oleh pasar sehingga kurs bergerak dalam batas pita intervansi.
3. Sistem nilai tukar mengambang bebas ( Free floating exchange rate system )
Kurs dibiarkan bergerak sesuai dengan kekuatan permintaan dan penawaran yang terjadi di pasar. Bank sentral dapat melakukan intervensi di pasar valas untuk mempengaruhi pergerakan kurs di pasar, akan tetapi umumnya hanya dilakukan pada saat – saat tertentu misalnya bila terjadi gejolak kurs yang berlebihan dalam waktu yang sangat singkat.
Kelebihan sistem kurs mengambang bebas adalah pertama, tidak memerlukan cadangan devisa yang besar karena bank sentral tidak harus mempertahankan kurs pada suatu level tertentu. Kedua, dapat menciptakan disiplin mekanisme pasar karena ketidakseimbangan permintaan dan penawaran valas yang disesuaikan sendiri dalam bentuk kurs yang terjadi di pasar.
Kelemahan kurs mengambang bebas adalah pertama, fluktuasi pergerakan kurs menambah ketidakpastian bagi dunia usaha. Kedua, sistem ini menharuskan dunis usaha me-hedge risiko kurs. Ketiga, umumnya diterapkan di negara yang mempunyai cadangan devisa relatif kecil sementara sistem devisa yang dianut cenderung bebas.
Menurut saya sistem nilai tukar yang terbaik diterapkan di Indonesia adalah sistem nilai tukar mengambang bebas ( free floating exchange rate system). Karena menurut saya dengan sistem tersebut kurs bergerak sesuai kekuatan permintaan dan penawaran di pasar. Serta, Bank Indonesia dapat melakukan intervensi di pasar valas, khususnya apabila terjadi gejolak kurs yang berlebihan dan/atau pergerakan kurs diperkirakan dapat mempengaruhi perkembangan inflasi.
Devisa adalah semua benda yang bisa digunakan untuk transaksi pembayaran dengan luar negeri yang diterima dan diakui luas oleh dunia internasional.
Devisa Bersumber Dari :
1. pinjaman / hutang luar negeri
2. hadiah, bantuan atau sumbangan luar negri
3. penerimaan deviden serta bunga dari luar negeri
4. hasil ekspor barang dan jasa
5. kiriman valuta asing dari luar negri
6. wisatawan yang belanja di dalam negeri
Kegunaan / Manfaat Devisa :
1. membeli barang atau jasa dari luar negeri (impor)
2. membayar hutang pokok serta bunga hutang luar negeri
3. pembiayaan kegiatan perdagangan luar negeri
4. membiayai perwakilan di luar negeri (duta besar, konsulat, dll)
5. membiayai atlit, misi kebudayaan, studi banding / perjalanan dinas pejabat negara
Jenis-Jenis / Macam-Macam Devisa :
1. Devisa umum, yaitu devisa yang didapat dari kegiatan ekspor, penjualan jasa serta bunga modal.
2. Devisa kredit, yakni adalah devisa yang diperoleh dari kredit pinjaman luar negeri.
Fungsi Devisa :
1. alat pembayaran hutang luar negeri
2. alat transaksi pembayaran barang dan jasa luar negeri
3. alat transaksi pembiayaan hubungan dengan luar negri seperti membiayai kedutaan, misi budaya, hadiah, bantuan, dll
4. sebagai sumber pendapatan negara
Sistem devisa mengatur pergerakan lalu lintas devisa ( valuta asing ) dari suatu negara ke negara lain. Pemilihan sistem devisa mana yang dianut akan tergantung pada kondisi negara yang bersangkutan, khususnya keterbukaan ekonominya dalam arti seberapa jauh negara yang bersangkutan ingin mengintegrasikan ekonominya dengan ekonomi global. Pada dasarnya ada tiga sistem devisa, yaitu :
1. Sistem devisa kontrol
Terdapat dua macam devisa pada sistem ini, yaitu devisa hasil ekspor dan devisa umum. Setiap perolehan devisa, wajib diserahkan kepada negara melalui bank – bank yang telah ditunjuk oleh negara tersebut. Setiap penggunaan devisa baik untuk impor maupun keperluan lainnya, harus mendapat izin dari bank yang telah ditunjuk. Bank sentral mengadministrasikan pergerakan devisa yang masuk dan keluar negara.
2. Sistem devisa semi bebas
Pada sistem ini, untuk perolehan dan penggunaan devisa – devisa tertentu wajib diserahkan dan mendapat izin dari negara. Perolehan dan penggunaan devisa hasil ekspor wajib diserahkan ke dan mendapat izin dari bank sentral, sementara ddevisa umum dapat secara bebas diperoleh dan dipergunkan.
3. Sistem devisa bebas
Pada sistem ini masyarakat dapat secara bebas memperoleh dan mempergunakan devisa. Bank sentral mempunyai kewajiban untuk mengawasi lalu lintas devisa di suatu negara.
Menurut saya sistem devisa yang terbaik diterapkan di Indonesia adalah sistem devisa bebas. Karena dengan sistem tersebut adanya ketersedian sumber-sumber pendanaan bagi investasi domestik, finance trade, dan kegiatan perekonomian lainnya. Serta terdapat efisiensi lembaga – lembaga keuangan domestik melalui diseminasi pengaruh kompetisi dengan lembaga keungan international.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Nilai_tukar
Muelgini, Yoke. Sistem Devisa dan Nilai Tukar Teori dan Kebijakan di Indonesia.2009. Pusat pendidikan dan studi kebanksentralan FE Universitas Lampung.
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/06/nilai-tukar-mata-uang-faktor-faktor.html
http://organisasi.org/definisi-pengertian-devisa-negara-fungsi-guna-sumber-jenis-macam-devisa
EKONOMI MAKRO
OLEH :
ANDINI LADESA
05081004033
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2010
1. Apa yang Anda ketahui tentang Ekonomi Makro, variabel-variabel apa saja yang menjadi indikator perekonomian suatu negara baik atau buruk. Bahaslah masing-masing variabel tersebut!
Jawab :
Hal yang saya ketahui tentang ekonomi makro adalah bahwa ekonomi makro menganalisis kegiatan perekonomian dengan meliahat bagian – bagian kecil dari keseluruhan kegiatan ekonomi. Teori makroekonomi mengalisis bagaimana masyarakat menyelesaikan tiga persoalan, yaitu jenis barang yang akan di produksi, cara memproduksi barang tersebut, dan untuk siapa barang tersebut di produksi.
Makroekonomi mempelajari perekonomian sebagai suatu kesatuan, seperti tindakan konsumen secara keseluruhan, kegiatan keseluruhan pengusaha atau perubahan keseluruhan kegiatan ekonomi. Titik berat analisa makroekonomi terletak pada bagaimana segi permintaan dan penawaran menentukan tingkat kegiatan dalam perekonomian, masalah utama yang selalu dihadapi setiap perekonomian dan peranan kebijakan dan campur tangan pemerintah untuk mengatasi masalah ekonomi yang dihadapi.
Masalah makroekonomi utama yang akan selalu di hadapi sesuatu negara adalah sebagai berikut ini :
1. Masalah pertumbuhan ekonomi
2. Masalah ketidakstabilan kegiatan ekonomi
3. Masalah pengangguran
4. Masalah kenaikan harga – harga ( inflasi )
5. Masalah neraca perdagangan dan neraca pembayaran
Masalah tersebut selalu terjadi dalam perekonomian suatu negara. Variabel yang menjadi indikator perekonomian suatu negara adalah :
1. Pendapatan nasional, pertumbuhan ekonomi, pendapatan per kapita
Pendapatan nasional adalah nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara dengan periode tertentu, berdasarkan pada harga tetap serta harga yang berlaku pada negara tersebut, dan juga dapat didasarkan pada harga pasar serta harga faktor.
Data pendapatan nasional menggambarkan tingkat produksi negara yang dicapai dalam satu tahun tertentu dan perubahannya dari tahun ke tahun. Sehingga pendapatan nasional mempunyai peranan penting dalam menggambarkan tingkat kegiatan ekonomi yang dicapai, dan perubahan dan pertumbuhannya dari tahun ke tahun.
Pendapatan perkapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Pendapatan perkapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut. Pendapatan perkapita juga merefleksikan PDB per kapita. Pendapatan perkapita sering digunakan sebagai tolak ukur kemakmuran dan tingkat pembangunan sebuah negara; semakin besar pendapatan perkapitanya, semakin makmur negara tersebut.
Pertumbuhan ekonomi suatu negara di lihat dari hasil perhitungan pendapatan nasional riil yang dihitung menurut harga – harga yang berlaku dalam tahun dasar. Yaitu berupa pertambahan produk nasional bruto yang berlaku dari tahun ke tahun dalam suatu negara.
2. penggunaan tenaga kerja dan pengangguran
Seseorang baru dikatakan menganggur bila dia ingin bekerja dan telah berusaha kerja, namun tidak mendapatkannya. Sedangkan, angkatan kerja adalah jumlah tenaga kerja yang terdapat dalam suatu perekonomian pada suatu waktu tertentu. Jenis – jenis pengaguran itu adalah :
a. Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan.
b. Pengangguran Struktural / Structural Unemployment
Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
c. Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment
Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, tukan jualan duren yang menanti musim durian.
d. Pengangguran Siklikal
Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.
Tingkat pengangguran dalam suatu waktu tertentu dapat ditentukan dengan perbandingan antara jumlah yang menganggur dengan jumlah angkatan kerja dalam persen.
Suatu negara di anggap sudah mencapai tingkat pengangguran tenaga kerja penuh ( atau kesempatan kerja penuh ) apabila dalam perekonomian tingkat penganggurannya adalah kurang dari empat persen. Apabila tingkat pengangguran tenaga kerja penuh telah tercapai maka pendapatan per kapaita pun akan ikut meningkat, sehingga perekonomian pun akan membaik.
3. Tingkat perubahan harga – harga inflasi
Inflasi adalah gejala kenaikan harga barang – barang yang bersifat umum dan terus-menerus. Dari definisi tersebut ada tiga komponen yang harus dipenuhi agar dapat dikatakan telah terjadi inflasi, yaitu kenaikan harga, bersifat umum, serta berlangsung secara terus menerus.
Inflasi dapat menyebabkan beberapa hal sebagai berikut ini :
a. Meningkatkan permintaan agregat
b. pengaruh kebijakan moneter
c. pengaruh kebijakan fiskal
d. meningkatkan biaya produksi
e. inflasi karena faktor impor
4. Kedudukan neraca perdagangan dan neraca pembayaran
Neraca perdagangan adalah menggambarkan nilai ekspor dan impor barang serta perbedaannya dalam suatu tahun tertentu. Sedangkan, neraca pembayaran adalah informasi atau catatan ringkas yang menunjukan aliran keluar masuk keuangan di antara satu negara – negara lain. Neraca pembayaran yang tidak kukuh akan mengurangi kemampuan suatu negara dalam menghadapi masalah pengaliran dana ke luar negeri yang melebihi dari keadaan yang biasa berlaku.
5. Kestabilan nilai mata uang domestik
Kurs valuta asing menunjukkan banyaknya uang dalam negeri yang diperlukan untuk membeli satu unit valuta asing tertentu. Bila cadangan mata uang asing menurun maka biaya produksi akan meningkat sedangkan daya beli riil masyarakat semakin merosot.
Sumber :
http://organisasi.org/definisi-pengertian-inflasi-stagnasi-stagflasi-serta-dampak-sosial-inflasi
http://organisasi.org/pengertian-pengangguran-dan-jenis-macam-pengangguran-friksional-struktural-musiman-siklika
http://yuvenalia.blog.binusian.org/2010/01/05/ekonomi-makro-dan-pendapatan-nasional/
Sukirno, Sadono. Makroekonomi Teori Pengantar. 2006. Rajawali Pers : Jakarta
4. Bahaslah pengertian pendapatan nasional, metode apa saja yang digunakan untuk perhitungan pendapatan nasional. Menurut Anda diantara metoda tersebut. Metoda mana yang lebih baik/unggul untuk digunakan, mengapa?
Jawab :
Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode tertentu, biasanya selama satu tahun. Jadi, Pendapatan nasional adalah nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara dengan periode tertentu, berdasarkan pada harga tetap serta harga yang berlaku pada negara tersebut, dan juga dapat didasarkan pada harga pasar serta harga faktor.
Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya (Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, para ahli ekonomi modern tidak setuju dengan pendapat tersebut, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP). Konsep pendapatan nasional itu adalah sebagai berikut ini :
1. PDB/GDP (Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Product)
Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara selama satu tahun. Dalam perhitungannya, termasuk juga hasil produksi dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan. Produk domestik bruto atau Gross domestik product didasarkan pada wiliyah barang atau jasa tersebut diproduksi, dan biasanya dinilai menurut harga pasar yang berlaku serta harga tetap.
2. PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross Nasional Product)
Produk nasional bruto adalah seluruh nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu Negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat Negara tersebut yang berada di luar negeri. Produk nasional bruto atau Gross nasional product didasarkan pada status kewarganegaraan seseorang, dan biasanya dinilai menurut harga berlaku atau harga tetap dan biasanya dinilai menurut harga pasar.
3. NNP (Net National Product)
Net national product adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu, setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
4. NNI (Net National Income)
Net National Income adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
5. PI (Personal Income)
Personal Income adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer payment.
6. DI (Disposible Income)
Disposible Income adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan oleh penerimanya.
Dalam perhitungan pendapatan negara digunakan beberapa konsep yang lebih spesifik/khusus, yaitu pendapatan domestik bruto, pendapatan nasional bruto, dan pendapatan nasional neto atau pendapatan nasional. Tujuan dari perhitungan pendapatan nasional itu sendiri adalah sebagai berikut ini :
a. Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu negara;
b. Untuk memperoleh taksiran yang akurat nilai barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam satu tahun di suatu negara;
c. Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan program pembangunan yang berjangka pada suatu negara.
Mempelajari pendapatan nasional itu sendiri juga memiliki manfaat tersendiri, yaitu :
a. Mengetahui tentang struktur perekonomian suatu negara;
b. Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu antar daerah atau antar propinsi dalam suatu negara;
c. Dapat membandingkan keadaan perekonomian antar negara;
d. Dapat membantu merumuskan kebijakan pemerintah pada suatu negara.
Terdapat tiga metode dalam melakukan perhitungan pendapatan nasional, yaitu sebagai berikut ini :
1. Metode Pengeluaran ( Expenditure Approach )
Perhitungan pendapatn nasional dengan metode pengeluaran membedakan pengeluaran keatas barang dan jasa yang dihasilkan dalam perekonomian ke dalam 4 kompoen, yaitu :
1. Konsumsi Rumah Tangga / Household Consumption ( C )
2. Konsumsi Pemerintah / Government Consumption ( G )
3. Pengeluaran Investasi / Investinent Expenditure ( I )
4. Ekspor Neto / Net Ekspor ( X – M )
Dimana :
C = Konsumsi rumah tangga
G = Konsumsi pemerintah
I = Investasi
X = Ekspor
M = Impor
2. Metode Produksi ( Output Approach )
Dimana :
NT = nilai tambah
NO = nilai output
NI = nilai input antara
Dimana :
i = sektor produksi ke 1,2,3,..... n
3. Metode Pengeluaran ( Income Approach )
Dimana :
Q = output
L = tenaga kerja
K = barang modal
U = uang / financial
E = kemampuan entrepreneur atau kewirausahaan
Dimana :
w = upah / gaji
i = pendapatan bunga
r = pendapatan sewa
π = keuntungan
Menurut saya metode yang paling baik dalam perhitungan pendapatan nasional adalah metode pengeluaran. Hal tersebut disebabkan karena data pendapatan nasional yang dihitung dengan metode pengeluaran memberikan gambaran. Pertama, sampai dimana buruknya masalah perekonomian yang dihadapi atau sampai dimana baiknya tingkat pertumbuhan yang dicapai dan tingkat kemakmuran yang sedang di nikmati. Kedua, memberikan informasi dan data yang lengkap dalam analisis makroekonomi.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Pendapatan_nasional
Sukirno, Sadono. Makroekonomi Teori Pengantar. 2006. Rajawali Pers : Jakarta
6. Menurut Anda apakah krisis global yang terjadi baru-baru ini (tahun 2007/2008) merupakan krisis yang parah, sehingga perekonomian negara-negara maju ( Amerika Serikat dan Eropa ) terkena dampaknya. Bagaimana dampaknya terhadap negara-negara berkembang (termasuk Indonesia)? Bagaimana sikap pemerintah Indonesia dalam mengantisipasi dampak krisis global terhadap perekonomian Indonesia?
Jawab :
Menurut saya krisis global yang terjadi pada tahun 2007/2008 adalah krisis yang sangat parah, bahakan lebih parah dari pada krisis asia. Karena pada saat krisis asia terjadi setidaknya ada safe heaven bagi investor global, yaitu Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang.
Krisis tersebut terjadi karena adanya krisis kredit pembelian rumah (KPR) subprime di AS pada 2007/2008. Sehingga beberapa lembaga keuangan terbesar di dunia tersebut mengalami keterpurukan. Hal tersebutlah yang menjadi indikasi bahwa permasalahan ekonomi AS dan dunia sekarang memang jauh lebih parah dari perkiraan sebelumnya.
Kepanikan investor dunia pun semakin parah. Bursa saham terjun bebas. Sejak awal 2008, bursa saham China anjlok 57%, India 52%, Indonesia 41% (sebelum kegiatannya dihentikan untuk sementara), dan zona Eropa 37%. Sementara pasar surat utang terpuruk, mata uang negara berkembang melemah dan harga komoditas anjlok, apalagi setelah para spekulator komoditas minyak menilai bahwa resesi ekonomi akan mengurangi konsumsi energi dunia.
Di AS, setelah melihat bursa saham Wall Street terus melorot, akhirnya kongres menyetujui program penyelamatan sektor keuangan (troubled asset recovery program- TARP) US$700 miliar yang diajukan oleh pemerintah. Namun, karena lamanya negosiasi politik antara pemerintah dan kongres, investor kecewa melihat politikus di Washington tidak memiliki sense of crisis.
Krisis pasar modal (saham dan surat utang) global sebetulnya hanya memengaruhi investor pasar modal. Tetapi krisis perbankan global bisa mempengaruhi sektor riil ekonomi dunia, termasuk Indonesia. Intinya, sektor perbankan AS sedang terpuruk, kekurangan modal, dan (melihat banyaknya lembaga keuangan yang bangkrut) enggan meminjamkan dolarnya, termasuk ke bank-bank internasional di Eropa dan Asia.
Akibatnya, perbankan internasional kekurangan dolar untuk memberi pinjaman ke para pengusaha dunia, yang membutuhkan dolar untuk investasinya (untuk impor mesin, bahan baku, dan sebagainya), termasuk di Indonesia.
Suka atau tidak dolar AS tetap merupakan mata uang inti dalam dunia usaha. Akibatnya, walaupun suku bunga bank sentral AS (atau Fed Funds Target Rate) sudah diturunkan ke 1,5%, suku bunga London Inter-Bank Offer Rate (LIBOR), sebagai patokan suku bunga yang digunakan oleh pelaku ekonomi, melonjak tajam.
Inilah skenario buruk dunia keuangan: macetnya sistem pembayaran dan penyaluran kredit global sebagai ‘oksigen untuk napasnya dunia bisnis’. Suku bunga bank sentral bisa rendah, tetapi suku bunga kredit untuk pelaku bisnis, kalaupun bisa dapat pinjaman, sangat tinggi karena perbankan ketakutan meminjamkan dananya. Adalah lumpuhnya sektor perbankan global, bukan anjloknya pasar saham, yang sebetulnya bisa melumpuhkan pertumbuhan ekonomi dunia secara perlahan.
Akhirnya, bank sentral dunia mengerti betapa pentingnya melakukan kebijakan yang terkoordinasi. Tujuh bank sentral (termasuk US Federal Reserve, European Central Bank, Bank of England dan Bank of Canada) memangkas suku bunganya 0,5%. Ini merupakan yang pertama kalinya kebijakan suku bunga bank sentral dilakukan secara bersamaan dalam skala yang besar.
Kebijakan terkoordinasi bank sentral dan pemerintah dunia selebihnya harus ditujukan untuk memenuhi tiga sasaran. Pertama, memulihkan kembali sistem perbankan dan pembayaran global yang lumpuh agar sirkulasi dana internasional bisa normal kembali – dan bank bisa memberi kredit lagi.
Kedua, mengeluarkan aset bermasalah (terutama surat utang KPR subprime) dari perbankan AS dan memperbesar modal perbankan agar lebih bisa memberi kredit dalam jumlah yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi.
Ketiga, bank sentral dunia harus berani terus menurunkan suku bunga (untuk membantu meringankan bunga kredit) dan, yang lebih penting, pemerintah harus memperbesar belanjanya untuk pembangunan infrastruktur dan memberi stimulus ekonomi – karena investor swasta enggan berinvestasi dalam krisis likuiditas.
Sikap pemerintah Indonesia dalam mengantisipasi krisis global, adalah seperti yang terpapar di bawah ini. Pemerintah tetap menginginkan aliran modal masuk ke Indonesia. Ketika capital inflow melalui pasar modal berkurang, itu diharapkan bisa terkompensasi dari aliran dana lainnya. Di antaranya, menggenjot ekspor yang mendongkrak neraca perdagangan dan penanaman modal asing langsung.
Keinginan tersebut akan dipenuhi dengan sejumlah langkah. Langkah konvensional dilakukan dengan memberikan insentif kepada dunia usaha. Di sini, PP No 1/2007 tentang insentif pajak bagi usaha dan daerah tertentu akan diimplementasikan. Paket kebijakan ekonomi lawas melalui Inpres 5/2008 juga terus dijalankan.
Kebijakan nonkonvensional juga dilakukan melalui pemangkasan defisit APBN. Sebab, pembiayaan melalui penerbitan surat utang makin sulit dilakukan. Selain situasi masih tak menentu, likuditas di pasar global akan mengering. Apalagi, setelah pemerintah AS menganggarkan dana program penyelamatan darurat senilai USD 700 miliar (sekitar Rp 6.440 triliun). Selain dari pajak yang dibayar rakyat AS, dana tersebut bakal dicarikan dari penerbitan obligasi di pasar.
Langkah lainnya adalah melaksanakan program jaring pengaman sosial yang tidak konsumtif sehingga mampu menciptakan lapangan kerja.
Upaya lain adalah dengan menjaga stabilitas harga pangan dan energi. Selain episentrumnya berada di AS, tekanan dari aset beracun (toxic asset) yang menjadi pemicu krisis tidak banyak berada di tanah air. Meski demikian, bank sentral tetap waspada dan terus memantau dampak bagi ekonomi domestik. Kewaspadaan harus tetap ada karena situasi masih tidak menentu.
Koordinasi antara pemerintah dan BI diharapkan bisa memperkuat daya tahan ekonomi domestik. .Kondisi perbankan tahun juga masih lebih kuat dibandingkan 2007. Hingga Agustus, rasio kecukupan modal (CAR) rata-rata 16 persen, jauh di atas ambang minimal 8 persen. Kredit bermasalah (NPL) pun hanya 3,95 persen, di bawah batas toleransi 5 persen. Kredit juga tumbuh cepat di kisaran 36 persen. Pertumbuhan kredit itu diharapkan tetap mendukung laju ekonomi dan inflasi yang waj
Krisis keuangan yang kini dialami Amerika Serikat (AS) harus dapat dimanfaatkan Indonesia untuk belajar lebih mandiri dan tidak lagi terlalu tergantung dengan negara adidaya tersebut. Indonesia perlu mengalihkan orientasi pasar bisnis ke Timur Tengah dan negara Asia lainnya seperti Jepang dan China.
Sistem perekonomian Indonesia, selama ini selalu dibayang-bayangi oleh kekuatan AS yang memang memiliki kemampuan dan pengaruh besar dalam industri internasional. Oleh karena itu, krisis keuangan yang dialami AS itu harus dijadikan peluang oleh Indonesia untuk melepaskan diri dari kungkungan negara yang menganut sistem ekonomi kapitalisme tersebut.
Namun ada lebih baiknya, Indonesia perlu mengalihkan orientasi utama pasar ekspornya dengan memaksimalkan kerjasama dengan negara-negara Timur Tengah seperti Mesir, Arab Saudi, Syria, Qatar dann Kuwait serta negara-negara Asia seperti Jepang, China dan Korea yang juga memiliki peluang pasar yang menjanjikan.
Indonesia tinggal menerapkan kebijakan yang mempermudah birokrasi dan meringankan pajak sehingga pelaku usaha, khususnya usaha kecil dan menengah (UKM), dapat berpartisipasi dalam meningkatkan ekspor nasional.
Apabila kebijakan tersebut dapat diterapkan, krisis keuangan yang dialami AS tidak akan memberikan pengaruh bagi perekonomian nasional. Indonesia juga dapat menjadi bangsa yang mandiri sehingga tidak terus dibayang-bayangi dan terkungkung nama besar AS.
Sumber :
http://cetak.kompas.com/
http://trisetiyanto.wordpress.com/2008/10/15/dampak-krisis-financial-usa-terhadap-indonesia-kumpulan-artikel/
http://www.seasite.niu.edu/indonesian/Reformasi/Krisis_ekonomi.htm
7. Apa yang dimaksud dengan neraca pembayaran ( Balance of Payment ) dan neraca perdagangan ( Balance of Trade ) dalam sistem perekonomian terbuka. Apa beda kedua neraca tersebut, apa komponen penting yang membedakan kedua neraca berada dalam kondisi defisit atau surplus. Boleh disetai contoh hitungan dan makna angka dari hasil hitungan tersebut!
Jawab :
Neraca perdagangan adalah menggambarkan nilai ekspor dan impor barang serta perbedaannya dalam suatu tahun tertentu. Sedangkan, neraca pembayaran adalah informasi atau catatan ringkas yang menunjukan aliran keluar masuk keuangan di antara satu negara – negara lain. Neraca pembayaran yang tidak kukuh akan mengurangi kemampuan suatu negara dalam menghadapi masalah pengaliran dana ke luar negeri yang melebihi dari keadaan yang biasa berlaku.
Transaksi dalam neraca pembayaran dapat dibedakan dalam dua macam transaksi.
1. Transaksi debit, yaitu transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari dalam negeri ke luar negeri. Transaksi ini disebut transaksi negatif (-), yaitu transaksi yang menyebabkan berkurangnya posisi cadangan devisa.
2. Transaksi kredit adalah transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari luar negeri ke dalam negeri. Transaksi ini disebut juga transaksi positif (+), yaitu transaksi yang menyebabkan bertambahnya posisi cadangan devisa negara.
Tiap-tiap credit entry (bertanda positif) harus diseimbangkan (balanced) dengan debit entry (bertanda negatif) yang sama. Kedua entries tersebut dikombinasikan untuk menghasilkan laporan sumber-sumber dan penggunaan modal nasional (dari mana kita memperoleh danadana/ daya beli, dan bagaimana kita mengunakannya). Jadi, total kredit dan debit dari neraca pembayaran suatu negara akan sama secara agregat; namun, dari komponen-komponen neraca pembayaran, mungkin terdapat surplus dan defisit
Neraca pembayaran dapat dipecah ke dalam beberapa kategori yaitu; transaksi berjalan (current account), neraca modal (capital account), dan cadangan devisa negara (official reserves account)
1. Transaksi berjalan (current account).
Merupakan bagian dari neraca pembayaran yang berisi arus pembayaran jangka pendek (mencatat transaksi ekspor-impor barang dan jasa), yang meliputi :
a. ekspor dan impor barang-barang dan jasa ekspor barang-barang dan jasa yang diperlakukan sebagai kredit impor barang-barang dan jasa diperlakukan kembali sebagai debit
b. net investment income tingkat bunga dan dividen diperlakukan sebagai jasa karena merepresentasikan pembayaran untuk penggunaan modal.
c. net transfer (transfer unilateral), meliputi bantuan luar negeri, pemberian-pemberian dan pembayaran lain antar pemerintah dan antar pihak swasta. Net transfer bukan merupakan perdagangan barang dan jasa. Atau dengan kata lain transaknsi berjalan merangkum aliran dana antara satu Negara tertentu dengan seluruh negara lain sebagai akibat dari pembelian barang-barang atau jasa, provisi income atas aset finansial, atau transfer unilateral (misalnya bantuan bantuan antar pemerintah dan antar pihak swasta). Transaksi berjalan merupakan ukuran posisi perdagangan intenasional yang luas. Defisit transaksi berjalan menjelaskan arus dana yang keluar suatu negara lebih besar dari dana-dana yang diterimanya.
Komponen transaksi berjalan meliputi neraca perdagangan dan neraca barang dan jasa.
Transaksi berjalan umumnya digunakan untuk menilai neraca perdagangan. Neraca Perdagangan secara sederhana merupakan selisih/perbedaan antara ekspor dan impor. Jika impor lebih tinggi dari ekspor, maka yang terjadi adalah defisit neraca perdagangan.
Sebaliknya, jika ekspor lebih tinggi dari impor, yang terjadi adalah surplus. Sedangkan Neraca Jasa adalah neraca perdagangan ditambah jumlah pembayaran bunga kepada para investor luar negeri dan penerimaan dividen dari investasi di luar negeri, serta penerimaan dan pengeluaran yang berhubungan dengan pariwisata dan transaksitransaksi ekonomi lainnya.
2. Neraca Modal (Capital Account)
Merupakan bagian dari neraca pembayaran yang mencerminkan perubahan-perubahan dalam kepemilikan aset jangka pendek dan jangka panjang (seperti saham, obligasi dan real estate) suatu negara, Yang meliputi : a. Arus modal masuk tercatat sebagai kredit karena suatu Negara menjual aset berharga kepada pihak asing untuk memperoleh uang tunai.
a. Arus modal keluar tercatat sebagai debit karena suatu Negara membeli asset berharga dari pihak asing (luar negeri).
b. Transaksi-transaksi neraca modal diklasifikasi sebagai investasi portfolio, langsung atau jangka pendek.
Untuk dapat membeli aset luar negeri diperlukan valuta asing, dengan demikian arus modal neto menggambarkan demand terhadap valuta asing. Nilai valuta asing ditentukan oleh demand valas untuk membeli barang-barang dan jasa dan demand terhadap valas untuk membeli aset. Neraca Modal adalah ukuran investasi jangka pendek dan jangka panjang suatu negara, termasuk investasi langsung luar negeri dan investasi dalam sekuritas.
3. Cadangan Devisa Negara (Official Reserves Account)
Mengukur perubahan-perubahan dalam cadangan internasional yang dimiliki oleh otoritas keuangan suatu negara. Hal ini mencerminkan surplus atau defisit transaksi-transaksi ekonomi neraca berjalan dan meraca modal suatu negara yang dihasilkan dengan cara mencari nilai selisih (netting) dari cadangan aset dan cadangan hutang. Cadangan devisa terdiri dari :
a) Cadangan internasional yang terdiri dari emas dan aset luar negeri yang dapat diperdagangkan.
b) Peningkatan dalam tiap aset tercatat sebagai debit
c) Penurunan cadangan aset tercatat sebagai kredit
Neraca pembayaran dapat disusun dengan mengkombinasi pos-pos neraca
Pembayaran berikut :
1. Basic balance focus pada transaksi-transaksi yang dianggap penting bagi kesehatan ekonomis valuta. Basic balance menyeimbangkan neraca berjalan dan arus modal jangka panjang, namun tidak mengikutsertakan arus modal jangka pendek, seperti deposito deposito bank yang sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor temporer; kebijakan moneter jangka pendek, perubahan-perubahan dalam suku bunga dan antisipasi-antisipasi fluktuasi valuta. Basic balance menekankan trend jangka waktu yang lebih panjang pada neraca pembayaran.
2. Net liquidity balance (neraca likuiditas neto) atau neraca keseluruhan meliputi basic balance ditambah arus modal jangka pendek tidak likuid pihak swasta dan error and omission. Neraca Keseluruhan mengukur perubahan pinjaman pihak swasta domestik atau pinjaman pihak swasta domestik ke luar negeri yang dibutuhkan untuk mempertahankan pembayaran dalam posisi equilibrium tanpa menyesuaikan cadangan devisa. Arus modal swasta jangka pendek tidak likuid dan error and omission tercatat dalam neraca, sementara aset dan hutang likuid tidak dicatat (dikeluarkan).
3. Neraca transaksi cadangan devisa menunjukkan penyesuaian cadangan devisa yang akan dibuat untuk mencapai equilibrium neraca. Karena neraca pembayaran harus diseimbangkan, tiap perbedaan yang tidak dapat ditelusuri atas transaksi-transaksi tertentu dicatat dalam statistical discrepancy (selisih yang belum dapat diperhitungkan).
Neraca pembayaran defisit, terjadi apabila jumlah pembayaran lebih besar daripada jumlah penerimaan (transaksi kredit < transaksi debet). Suatu Negara jika mengalami kelebihan impor dan kelebihan tersebut ditutup dengan menambah pinjaman akomodatif dan mengurangi cadangan (stok) nasional maka Negara tersebut sedang mengalami defisit total. Neraca pembayaran surplus, adalah apabila jumlah penerimaan lebih besar daripada jumlah pembayaran/ utang (transaksi kredit> transaksi debet).
Secara ekonomi neraca pembayaran yang surplus akan berpengaruh terhadap tingkat harga dalam negeri, yaitu mempunyai pengaruh inflatoir mendorong/ menjurus kea rah kenaikan harga (inflasi). Hal ini disebabkan oleh adanya penambahan permintaan efektif.
Apabila neraca pembayaran suatu Negara mengalami deficit, maka dampak yang akan terjadi sebagai berikut:
* Produsen dalam negeri tidak adapat bersaing dengan barang-barang impor
* Pendapatan Negara sedikit, sehingga utang Negara bertambah besar
* Perusahaan banyak yang gulung tikar, sehingga pengangguran meningkat akibat dari PHK
Neraca perdagangan dikatakan surplus pada saat nilai ekspor lebih besar daripada nilai impor. Sedangkan nerca perdagangan dikatakan defisit jika nilai impor lebih besar daripada nilai ekspornya.
Sumber :
Sukirno, Sadono. Makroekonomi Teori Pengantar. 2006. Rajawali Pers : Jakarta
http://sobatbaru.blogspot.com/2008/08/pengertian-neraca-pembayaran.html
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/05/03/14151191/Neraca.Perdagangan.RI.Surplus
8. Apa yang dimaksud dengan nilai tukar mata uang dan sistem devisa. Ada berapa macam sistem nilai tukar dan devisa yang berlaku di Indonesia, sistem nilai tukar dan devisa mana menurut Anda yang terbaik untuk diterapkan di Indonesia, mengapa?
Jawab :
Nilai tukar atau dikenal pula sebagai kurs dalam keuangan adalah sebuah perjanjian yang dikenal sebagai nilai tukar mata uang terhadap pembayaran saat kini atau di kemudian hari, antara dua mata uang masing-masing negara atau wilayah. Sistem nilai tukar mata uang asing yang banyak diterapkan di berbagai negara, yaitu :
1. Sistem nilai tukar tetap ( Fixed exchange rate system )
Kurs suatu mata uang terhadap mata uang lain ( misal rupiah terhadap dolar ) ditetapkan pada nilai tertentu. Pada kurs ini bank sentral akan siap sedia melayani seluruh kebutuhan devisa yang diperlukan oleh pasar. Apabila tingkat kurs tersebut tidak lagi dapat dipertahankan, maka bank sentral melakukan devaluasi atau revaluasi atas tingkat kurs yang ditetapkan.
Penetapan nilai kurs tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu sebagai berikut ini :
a. Pegged to a currency, apabila kurs ditetapkan terhadap mata uang lain.
b. Pegged to a basket, apabila kurs ditetapkan terhadap sekeranjang mata uang lain dengan bobot tertentu sesuai dengan besarnya hubungan perdagangan dan investasi.
c. Currency board system, apabila penetapan kurs tersebut dibarangi dengan pembatasan bagi bank sentral dalam megedarkan uang sebesar nilai ekuivalen cadangan devisa yang di milikinya.
Kelebihan sistem kurs tetap ini adalah kepastian kurs bagi pelaku ekonomi. Sedangkan kelemahan dari sistem kurs tetap ini adalah pertama, membutuhkan cadangan devisa yang besar, karena keharusan bagi bank sentral untuk mempertahankan kurs pada level yang ditetapkan. Kedua, diterapkan di negara yang mempunyai cadangan devisa besar, dengan sistem devisa yang masih relatif dikontrol. Ketiga, cenderung menimbulkan moral hazard dalam dunia usaha, karena dengan kurs yang tetap dunia usaha cenderung tidak melakukan lindung nilai risiko kurs.
2. Sistem nilai tukar mengambang terkendali ( Managed floating exchange rate system )
Kurs dibiarkan bergerak dalam batas tertentu sesuai dengan pita intervensi (intervention band) yang ditetapkan bank sentral. Apabila kurs bergerak menembus batas atas atau batas bawah dari pita intervensi, secara otomatis bank sentral akan membeli atau menjual devisa yang diperlukan oleh pasar sehingga kurs bergerak dalam batas pita intervansi.
3. Sistem nilai tukar mengambang bebas ( Free floating exchange rate system )
Kurs dibiarkan bergerak sesuai dengan kekuatan permintaan dan penawaran yang terjadi di pasar. Bank sentral dapat melakukan intervensi di pasar valas untuk mempengaruhi pergerakan kurs di pasar, akan tetapi umumnya hanya dilakukan pada saat – saat tertentu misalnya bila terjadi gejolak kurs yang berlebihan dalam waktu yang sangat singkat.
Kelebihan sistem kurs mengambang bebas adalah pertama, tidak memerlukan cadangan devisa yang besar karena bank sentral tidak harus mempertahankan kurs pada suatu level tertentu. Kedua, dapat menciptakan disiplin mekanisme pasar karena ketidakseimbangan permintaan dan penawaran valas yang disesuaikan sendiri dalam bentuk kurs yang terjadi di pasar.
Kelemahan kurs mengambang bebas adalah pertama, fluktuasi pergerakan kurs menambah ketidakpastian bagi dunia usaha. Kedua, sistem ini menharuskan dunis usaha me-hedge risiko kurs. Ketiga, umumnya diterapkan di negara yang mempunyai cadangan devisa relatif kecil sementara sistem devisa yang dianut cenderung bebas.
Menurut saya sistem nilai tukar yang terbaik diterapkan di Indonesia adalah sistem nilai tukar mengambang bebas ( free floating exchange rate system). Karena menurut saya dengan sistem tersebut kurs bergerak sesuai kekuatan permintaan dan penawaran di pasar. Serta, Bank Indonesia dapat melakukan intervensi di pasar valas, khususnya apabila terjadi gejolak kurs yang berlebihan dan/atau pergerakan kurs diperkirakan dapat mempengaruhi perkembangan inflasi.
Devisa adalah semua benda yang bisa digunakan untuk transaksi pembayaran dengan luar negeri yang diterima dan diakui luas oleh dunia internasional.
Devisa Bersumber Dari :
1. pinjaman / hutang luar negeri
2. hadiah, bantuan atau sumbangan luar negri
3. penerimaan deviden serta bunga dari luar negeri
4. hasil ekspor barang dan jasa
5. kiriman valuta asing dari luar negri
6. wisatawan yang belanja di dalam negeri
Kegunaan / Manfaat Devisa :
1. membeli barang atau jasa dari luar negeri (impor)
2. membayar hutang pokok serta bunga hutang luar negeri
3. pembiayaan kegiatan perdagangan luar negeri
4. membiayai perwakilan di luar negeri (duta besar, konsulat, dll)
5. membiayai atlit, misi kebudayaan, studi banding / perjalanan dinas pejabat negara
Jenis-Jenis / Macam-Macam Devisa :
1. Devisa umum, yaitu devisa yang didapat dari kegiatan ekspor, penjualan jasa serta bunga modal.
2. Devisa kredit, yakni adalah devisa yang diperoleh dari kredit pinjaman luar negeri.
Fungsi Devisa :
1. alat pembayaran hutang luar negeri
2. alat transaksi pembayaran barang dan jasa luar negeri
3. alat transaksi pembiayaan hubungan dengan luar negri seperti membiayai kedutaan, misi budaya, hadiah, bantuan, dll
4. sebagai sumber pendapatan negara
Sistem devisa mengatur pergerakan lalu lintas devisa ( valuta asing ) dari suatu negara ke negara lain. Pemilihan sistem devisa mana yang dianut akan tergantung pada kondisi negara yang bersangkutan, khususnya keterbukaan ekonominya dalam arti seberapa jauh negara yang bersangkutan ingin mengintegrasikan ekonominya dengan ekonomi global. Pada dasarnya ada tiga sistem devisa, yaitu :
1. Sistem devisa kontrol
Terdapat dua macam devisa pada sistem ini, yaitu devisa hasil ekspor dan devisa umum. Setiap perolehan devisa, wajib diserahkan kepada negara melalui bank – bank yang telah ditunjuk oleh negara tersebut. Setiap penggunaan devisa baik untuk impor maupun keperluan lainnya, harus mendapat izin dari bank yang telah ditunjuk. Bank sentral mengadministrasikan pergerakan devisa yang masuk dan keluar negara.
2. Sistem devisa semi bebas
Pada sistem ini, untuk perolehan dan penggunaan devisa – devisa tertentu wajib diserahkan dan mendapat izin dari negara. Perolehan dan penggunaan devisa hasil ekspor wajib diserahkan ke dan mendapat izin dari bank sentral, sementara ddevisa umum dapat secara bebas diperoleh dan dipergunkan.
3. Sistem devisa bebas
Pada sistem ini masyarakat dapat secara bebas memperoleh dan mempergunakan devisa. Bank sentral mempunyai kewajiban untuk mengawasi lalu lintas devisa di suatu negara.
Menurut saya sistem devisa yang terbaik diterapkan di Indonesia adalah sistem devisa bebas. Karena dengan sistem tersebut adanya ketersedian sumber-sumber pendanaan bagi investasi domestik, finance trade, dan kegiatan perekonomian lainnya. Serta terdapat efisiensi lembaga – lembaga keuangan domestik melalui diseminasi pengaruh kompetisi dengan lembaga keungan international.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Nilai_tukar
Muelgini, Yoke. Sistem Devisa dan Nilai Tukar Teori dan Kebijakan di Indonesia.2009. Pusat pendidikan dan studi kebanksentralan FE Universitas Lampung.
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/06/nilai-tukar-mata-uang-faktor-faktor.html
http://organisasi.org/definisi-pengertian-devisa-negara-fungsi-guna-sumber-jenis-macam-devisa
ujian mid semester ilmu kependudukan
UJIAN TENGAH SEMESTER
MATA KULIAH ILMU KEPENDUDUKAN
OLEH :
ANDINI LADESA
05081004033
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2010
1. Apa yang dimaksud dengan masalah kependudukan ?
Jawab :
Masalah kependudukan adalah masalah yang melingkupi hal – hal pencatatan maupun mobilitas sosial suatu penduduk di daerah tertentu. Biasanya berkaitan dengan statistika maupun matematika tentang besarnya komposisi dan distribusi penduduk serta perubahan – perubahannya sepanjang masa dalam kependudukan. Masalah kependudukan biasanya melingkupi masalah kelahiran (fertilitas), masalah kematian ( mortalitas ), masalah migrasi, masalah perkawinan dan perceraian, serta masalah pengangguran.
Semua masalah tersebut ujung – ujungnya akan mempengaruhi aspek – aspek ekonomi, sosial budaya, hukum, moral maupun agama. Masalah kependudukan mempunyai pengaruh yang besar terhadap berbagai aspek tersebut. Sehingga masalah kependudukan ini sebaiknya harus diatasi dengan tepat dan segera agar tidak berkelanjutan dan minimbulkan dampak yang berkepanjangan.
Sumber :
id.wikipedia.org/wiki/penduduk
2. Coba Anda inventarisasi masalah-masalah kependudukan di Indonesia. Jelaskan satu per satu !
Jawab :
Masalah kependudukan itu melinkupi masalah dalam hal kelahiran, kematian, migrasi, perkawinan dan perceraian, serta pengangguran. Semua itu adalah masalah kependudukan yang terjadi di Indonesia, namun masalah yang paling utama adalah masalah kelahiran, karena masalah ini dapat berdampak baik langsung maupun tidak langsung kepada masalah – masalah lainnya.
a. Fertilitas ( Kelahiran )
Fertilitas adalah jumlah atau angka kelahiran seorang bayi. Jika fertilitas semakin meningkat maka akan menjadi beban pemerintah dalam hal penyediaan aspek fisik misalnya fasilitas kesehatan ketimbang aspek intelektual. Fertilitas meningkat maka pertumbuhan penduduk akan semakin meningkat tinggi, akibatnya bagi suatu negara berkembang akan menunjukan korelasi negatif dengan tingkat kesejahteraan penduduknya.
b. Mortalitas ( Kematian )
Mortalitas adalah tingkat atau jumlah keamtian yang terjadi di suatu deareh tertentu. Jika tingkat mortalitas rendah maka angka harapan hidup pun akan bertambaha. Semakin bertambahnya Angka Harapan Hidup itu berarti perlu adanya peran pemerintah di dalam menyediakan fasilitas penampungan bagi warganya. Perlunya perhatian keluarga dan pemerintah didalam penyediaan gizi yang memadai bagi anak-anak (Balita). Sebaliknya apabila tingkat mortalitas tinggi akan berdampak terhadap reputasi negara tersebut dimata dunia.
c. Komposisi jumlah penduduk
Komposisi jumlah penduduk adalah jumlah penyebaran penduduk di suatu daerah tertentu. Komposisi jumlah penduduk ini dapat mempengaruhi berbagai aspek. Pertama, Aspek ekonomi dan pemenuhan kebutuhan hidup keluarga. Banyaknya bebantanggungan yang harus dipenuhi biaya hidupnya oleh sejumlah manusia produktif yang lebih sedikit akan mengurangi pemenuhan kebutuhan ekonomi dan hayat hidup.
Kedua, Aspek pemenuhan gizi. Kemampuan ekonomi yang kurang dapat pula berakibat pada pemenuhan makanan yang dibutuhkan baik jumlah makanan (kuantitatif) sehingga dampak lebih lanjut adalah adanya rawan atau kurang gizi (malnutrition). Pada gilirannya nanti bila kekurangan gizi terutama pada usia muda ( 0 -5 tahun). Akan mengganggu perkembangan otak bahkan dapat terbelakang mental ( mental retardation ). Ini berarti mengurangi mutu SDM masa yang akan datang.
Ketiga, Aspek Pendidikan Pendidikan memerlukan biaya yang tidak sedikit, sehingga diperlukan dukungan kemampuan ekonomi semua termasuk orang tua. Apabila kemampuan ekonomi kurang mendukung maka fasilitas pendidikan juga sukar untuk dipenuhi yang mengakibatkan pada kualitas pendidikan tersebut kurang. Keempat, Lapangan Kerja Penumpukan jumlah penduduk usia muda atau produktif memerlukan persiapan lapangan kerja masa mendatang yang lebih luas. Hal ini merupakan bom waktu pencari kerja atau penyedia kerja. Apabila tidak dipersiapkan SDMnya dan lapangan kerja akan berdampak lebih buruk pada semua aspek kehidupan.
d. Kependudukan dan angkatan kerja
Angakatan kerja adalah jumlah penduduk yang sedang mencari kerja, calon pekerja, serta orang yang telah bekerja. Semakin banyaknya jumlah penduduk akan mengakibatkan semakin banyaknya jumlah angkatan kerja, serta semakin banyak pula tingkat penganggurannya. Sehingga dapat mengakibatkan produktifitas yang dihasilkan oleh sebagian kecil manusia kemungkinan bisa habis dikonsumsi sebagian besar penduduk. Pendapatan perkapita akan rendah sehingga berpengaruh pada sektor ekonomi masyarakat.
e. Mobilitas penduduk
Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lainnya. Yang menjadi masalah dalam hal ini adalah mobilitas penduduk dari desa ke kota. Hal ini akan menyebabkan semakin banyaknya jumlah penduduk di kota yang mungkin saja tidak mengerti cara bekerja atau SDMnya rendah. Sedangkan jumlah penduduk didesa semakin sedikit, sehingga akan menyebabkan jumlah petani akan berkurang sehingga pasokan pangan ke kota pun berkurang.
f. Kepadatan penduduk
Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk di suatu daerah yang telah melebihi kapasitas sehingga kebutuhan – kebutuhan penduduk pun tidak memadai lagi pada daerah tersebut. Ketidakseimbangan kepadatan penduduk ini mengakibatkan ketidakmerataan pembangunan baik fisik maupun non fisik yang selanjutnya mengakibatkan keinginan untuk pindah semakin tinggi. Arus perpindahan penduduk biasanya bergerak dari daerah yang agak terkebelakang pembangunannya ke daerah yang lebih maju, sehingga daerah yang sudah padat menjadi semakin padat.
g. Perkawinan dan perceraian
Perkawinan bukan merupakan komponen yang langsung mempengaruhi pertumbuhan penduduk. Akan tetapi mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap fertilitas, karena dengan adanya perkawinan dapat meningkatkan angka kelahiran. Sebaliknya perceraian adalah merupalkan penghambat tingkat fertilitas karena dapat menurunkan angka kelahiran.
Dengan adanya perkawinan masalah yang timbul adalah perumahan yang harus memadai untuk seluruh penduduk, serta fasilitas – fasilitas lainnya. Perkawinan pun secara tidak lanngsung menyebabkan fertilitas semakin meninggi. Masalah yang ditimbulkan oleh perceraian pun lain lagi. Dengan adanya perceraian maka moral agama akan semakin menipis, karena di dalam agama perceraian tersebuut diharamkan. Dan akan secara tidak langsung mempengaruhi kehidupan sosial ekonomi orang yang menjalankannya.
Sumber :
http://library.usu.ac.id/download/fkm/fkm-sri%20rahayu.pdf
http://mangkutak.wordpress.com/2009/01/21/masalah-kependudukan-ditinjau-dari-sisi-fertilitas-pengaturan-kelahiran-kesehatan-reproduksi/
3. Jelaskan kebijakan kependudukan yang telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut!
Jawab :
Masalah – masalah kependudukan bila tidak di atasi oleh pemerintah dengan segera dapat menimbulkan masalah yang lebih berat lagi di kemudian hari. Oleh karena itu pemerintah harus melakukan kebijakan yang tepat guna mengatasi masalah tersebut.
a. Fertilitas ( Kelahiran )
Pemerintah dalam hal menangulangi masalah fertilitas ini dengan cara mengalakkan program keluarga berencana secara berkesinambungan dengan slogan dua anak cukup. Program ini pun harus di dukung dengan kesadaran diri dari penduduknya sendiri. Tingkat pendidikan wanita pun mempengaruhi umur kawin dari wanita itu sendiri. Namun, dengan adanya peningkatan ekonomi dan sosial maka fertilitas pun dapat di tekan.
Program keluarga berencana yang dicanangkan pemerintah hingga saat ini keberhasilannya belum merata. Tingkat keberhasilannya tinggi pada daerah berkembang, sedangkan tingkat keberhasilan rendah pada daerah yang terbelakang. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh pendidikan wanita serta lingkungan sekitarnya.
b. Mortalitas ( Kematian )
Pemerintah dalam hal mengatasi masalah mortalitas ini ialah dengan cara meningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu programnya adalah asuransi miskin, yang ditujukan bagi warga kuarng mampu agar dapat berobat dengan baik. Gizi bagi penduduk pun perlu ditingkatan. Serta pemerintah menyiapkan penyuluh – penyuluh kesehatan untuk memberikan informasi yang jelas bagi masalah – masalah kesehatan tersebut.
c. Komposisi jumlah penduduk
Komposisi jumlah penduduk ini pun dapat juga diatasi dengan program keluarga berencana yang tengah digalakkan oleh pemeritah. Selain itu pemerintah pun telah mengeluarkan peraturan dalam hal perkawinan agar tidak ada masalah perkawinan usia dini yang dapat mengakibatkan jumlah penduduk meningkat. Pemerintah pun mencanangkan program pendidikan wajib sekolah 9 tahun guna meningkatkan pendidikan masyarakat.
d. Kependudukan dan angkatan kerja
Masalah ini dapat diselesaikan dengan adanya lapangan kerja yang banyak. Oleh karena itu pemerintah mengeluarkan kebijakan pinjaman modal kecil kepada masyarakat yang ingin berusaha dengan mendirikan usaha kecil menengah. Selain itu program beasiswa pendidikan hingga keluar negeri pun digalakkan guna meningkatkan mutu sumber daya manusia yang ada.
e. Mobilitas penduduk
Mobilitas penduduk ini dapat di kendalikan dengan program migrasi yang di terapkan pemerintah. Selain itu pemerintah pun mulai memperhatikan desa – desa tertinggal terutama dalam hal pertanian sehingga masyarakta desa betah tinggal di desanya sendiri dan tidak ada niat untuk pindah ke kota.
f. Kepadatan penduduk
Kepadatan penduduk tentunya dapat diatasi juga dengan menggalakkan program keluarga berencana dengan lebih giat lagi. Serta dengan menjalankan program ttransmigrasi, yaitu memindahkan penduduk dari daerah padat penduduk ke daerah yang penduduknya baru sedikit.
g. Perkawinan dan perceraian
Untuk mengatasi masalah perkawinan pemerintah membatasi umur kawin minimum seseorang yaitu 18 tahun untuk wanita dan 21 tahun untuk laki – laki. Masalah tersebut pun dapat diatasi dengan memperpanjang waktu pendidikan yaitu 9 tahun wajib sekolah.
Untuk mengatasi masalah perceraian pemerintah membuat sulit proses perceraian seseorang. Sehingga orang – orang akan berfikir dua kali untuk melakukan proses perceraian itu sendiri.
Sumber :
http://library.usu.ac.id/download/fkm/fkm-sri%20rahayu.pdf
http://sumbermakalah.blogspot.com/2008/12/tentang-masalah-kependudukan.html
4. Bandingkan permasalahan kependudukan yang ada di negara kita dengan permasalahan kependudukaan di negara lain, bagaimana negara tersebut menyelesaikan permasalahannya itu !
Jawab :
Masalah kependudukan di Indonesia sangat sulit diatasi karena kesadaran masyarakatnya masih sangat rendah, pemerintah pun terlihat tidak terlalu mementingkan masalah kependudukan ini. Serta tingkat pendidikan masyarakat Indonesia masih sangat rendah daripada negara-negara berkembang. Sedangkan masalah kependudukan di negara lainnya lebih ditangai dengan baik. Contohnya di Jerman, karena jumlah penduduknya yang sedikit serta kesadaran penduduknya untuk mempunyai anak rendah, maka pemerintahan Jerman akan memberikan santunan dan akan membiayai hidup anak yang telah dilahirkan tersebut.
Sumber :
http://library.usu.ac.id/download/fkm/fkm-sri%20rahayu.pdf
http://sumbermakalah.blogspot.com/2008/12/tentang-masalah-kependudukan.html
MATA KULIAH ILMU KEPENDUDUKAN
OLEH :
ANDINI LADESA
05081004033
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2010
1. Apa yang dimaksud dengan masalah kependudukan ?
Jawab :
Masalah kependudukan adalah masalah yang melingkupi hal – hal pencatatan maupun mobilitas sosial suatu penduduk di daerah tertentu. Biasanya berkaitan dengan statistika maupun matematika tentang besarnya komposisi dan distribusi penduduk serta perubahan – perubahannya sepanjang masa dalam kependudukan. Masalah kependudukan biasanya melingkupi masalah kelahiran (fertilitas), masalah kematian ( mortalitas ), masalah migrasi, masalah perkawinan dan perceraian, serta masalah pengangguran.
Semua masalah tersebut ujung – ujungnya akan mempengaruhi aspek – aspek ekonomi, sosial budaya, hukum, moral maupun agama. Masalah kependudukan mempunyai pengaruh yang besar terhadap berbagai aspek tersebut. Sehingga masalah kependudukan ini sebaiknya harus diatasi dengan tepat dan segera agar tidak berkelanjutan dan minimbulkan dampak yang berkepanjangan.
Sumber :
id.wikipedia.org/wiki/penduduk
2. Coba Anda inventarisasi masalah-masalah kependudukan di Indonesia. Jelaskan satu per satu !
Jawab :
Masalah kependudukan itu melinkupi masalah dalam hal kelahiran, kematian, migrasi, perkawinan dan perceraian, serta pengangguran. Semua itu adalah masalah kependudukan yang terjadi di Indonesia, namun masalah yang paling utama adalah masalah kelahiran, karena masalah ini dapat berdampak baik langsung maupun tidak langsung kepada masalah – masalah lainnya.
a. Fertilitas ( Kelahiran )
Fertilitas adalah jumlah atau angka kelahiran seorang bayi. Jika fertilitas semakin meningkat maka akan menjadi beban pemerintah dalam hal penyediaan aspek fisik misalnya fasilitas kesehatan ketimbang aspek intelektual. Fertilitas meningkat maka pertumbuhan penduduk akan semakin meningkat tinggi, akibatnya bagi suatu negara berkembang akan menunjukan korelasi negatif dengan tingkat kesejahteraan penduduknya.
b. Mortalitas ( Kematian )
Mortalitas adalah tingkat atau jumlah keamtian yang terjadi di suatu deareh tertentu. Jika tingkat mortalitas rendah maka angka harapan hidup pun akan bertambaha. Semakin bertambahnya Angka Harapan Hidup itu berarti perlu adanya peran pemerintah di dalam menyediakan fasilitas penampungan bagi warganya. Perlunya perhatian keluarga dan pemerintah didalam penyediaan gizi yang memadai bagi anak-anak (Balita). Sebaliknya apabila tingkat mortalitas tinggi akan berdampak terhadap reputasi negara tersebut dimata dunia.
c. Komposisi jumlah penduduk
Komposisi jumlah penduduk adalah jumlah penyebaran penduduk di suatu daerah tertentu. Komposisi jumlah penduduk ini dapat mempengaruhi berbagai aspek. Pertama, Aspek ekonomi dan pemenuhan kebutuhan hidup keluarga. Banyaknya bebantanggungan yang harus dipenuhi biaya hidupnya oleh sejumlah manusia produktif yang lebih sedikit akan mengurangi pemenuhan kebutuhan ekonomi dan hayat hidup.
Kedua, Aspek pemenuhan gizi. Kemampuan ekonomi yang kurang dapat pula berakibat pada pemenuhan makanan yang dibutuhkan baik jumlah makanan (kuantitatif) sehingga dampak lebih lanjut adalah adanya rawan atau kurang gizi (malnutrition). Pada gilirannya nanti bila kekurangan gizi terutama pada usia muda ( 0 -5 tahun). Akan mengganggu perkembangan otak bahkan dapat terbelakang mental ( mental retardation ). Ini berarti mengurangi mutu SDM masa yang akan datang.
Ketiga, Aspek Pendidikan Pendidikan memerlukan biaya yang tidak sedikit, sehingga diperlukan dukungan kemampuan ekonomi semua termasuk orang tua. Apabila kemampuan ekonomi kurang mendukung maka fasilitas pendidikan juga sukar untuk dipenuhi yang mengakibatkan pada kualitas pendidikan tersebut kurang. Keempat, Lapangan Kerja Penumpukan jumlah penduduk usia muda atau produktif memerlukan persiapan lapangan kerja masa mendatang yang lebih luas. Hal ini merupakan bom waktu pencari kerja atau penyedia kerja. Apabila tidak dipersiapkan SDMnya dan lapangan kerja akan berdampak lebih buruk pada semua aspek kehidupan.
d. Kependudukan dan angkatan kerja
Angakatan kerja adalah jumlah penduduk yang sedang mencari kerja, calon pekerja, serta orang yang telah bekerja. Semakin banyaknya jumlah penduduk akan mengakibatkan semakin banyaknya jumlah angkatan kerja, serta semakin banyak pula tingkat penganggurannya. Sehingga dapat mengakibatkan produktifitas yang dihasilkan oleh sebagian kecil manusia kemungkinan bisa habis dikonsumsi sebagian besar penduduk. Pendapatan perkapita akan rendah sehingga berpengaruh pada sektor ekonomi masyarakat.
e. Mobilitas penduduk
Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lainnya. Yang menjadi masalah dalam hal ini adalah mobilitas penduduk dari desa ke kota. Hal ini akan menyebabkan semakin banyaknya jumlah penduduk di kota yang mungkin saja tidak mengerti cara bekerja atau SDMnya rendah. Sedangkan jumlah penduduk didesa semakin sedikit, sehingga akan menyebabkan jumlah petani akan berkurang sehingga pasokan pangan ke kota pun berkurang.
f. Kepadatan penduduk
Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk di suatu daerah yang telah melebihi kapasitas sehingga kebutuhan – kebutuhan penduduk pun tidak memadai lagi pada daerah tersebut. Ketidakseimbangan kepadatan penduduk ini mengakibatkan ketidakmerataan pembangunan baik fisik maupun non fisik yang selanjutnya mengakibatkan keinginan untuk pindah semakin tinggi. Arus perpindahan penduduk biasanya bergerak dari daerah yang agak terkebelakang pembangunannya ke daerah yang lebih maju, sehingga daerah yang sudah padat menjadi semakin padat.
g. Perkawinan dan perceraian
Perkawinan bukan merupakan komponen yang langsung mempengaruhi pertumbuhan penduduk. Akan tetapi mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap fertilitas, karena dengan adanya perkawinan dapat meningkatkan angka kelahiran. Sebaliknya perceraian adalah merupalkan penghambat tingkat fertilitas karena dapat menurunkan angka kelahiran.
Dengan adanya perkawinan masalah yang timbul adalah perumahan yang harus memadai untuk seluruh penduduk, serta fasilitas – fasilitas lainnya. Perkawinan pun secara tidak lanngsung menyebabkan fertilitas semakin meninggi. Masalah yang ditimbulkan oleh perceraian pun lain lagi. Dengan adanya perceraian maka moral agama akan semakin menipis, karena di dalam agama perceraian tersebuut diharamkan. Dan akan secara tidak langsung mempengaruhi kehidupan sosial ekonomi orang yang menjalankannya.
Sumber :
http://library.usu.ac.id/download/fkm/fkm-sri%20rahayu.pdf
http://mangkutak.wordpress.com/2009/01/21/masalah-kependudukan-ditinjau-dari-sisi-fertilitas-pengaturan-kelahiran-kesehatan-reproduksi/
3. Jelaskan kebijakan kependudukan yang telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut!
Jawab :
Masalah – masalah kependudukan bila tidak di atasi oleh pemerintah dengan segera dapat menimbulkan masalah yang lebih berat lagi di kemudian hari. Oleh karena itu pemerintah harus melakukan kebijakan yang tepat guna mengatasi masalah tersebut.
a. Fertilitas ( Kelahiran )
Pemerintah dalam hal menangulangi masalah fertilitas ini dengan cara mengalakkan program keluarga berencana secara berkesinambungan dengan slogan dua anak cukup. Program ini pun harus di dukung dengan kesadaran diri dari penduduknya sendiri. Tingkat pendidikan wanita pun mempengaruhi umur kawin dari wanita itu sendiri. Namun, dengan adanya peningkatan ekonomi dan sosial maka fertilitas pun dapat di tekan.
Program keluarga berencana yang dicanangkan pemerintah hingga saat ini keberhasilannya belum merata. Tingkat keberhasilannya tinggi pada daerah berkembang, sedangkan tingkat keberhasilan rendah pada daerah yang terbelakang. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh pendidikan wanita serta lingkungan sekitarnya.
b. Mortalitas ( Kematian )
Pemerintah dalam hal mengatasi masalah mortalitas ini ialah dengan cara meningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu programnya adalah asuransi miskin, yang ditujukan bagi warga kuarng mampu agar dapat berobat dengan baik. Gizi bagi penduduk pun perlu ditingkatan. Serta pemerintah menyiapkan penyuluh – penyuluh kesehatan untuk memberikan informasi yang jelas bagi masalah – masalah kesehatan tersebut.
c. Komposisi jumlah penduduk
Komposisi jumlah penduduk ini pun dapat juga diatasi dengan program keluarga berencana yang tengah digalakkan oleh pemeritah. Selain itu pemerintah pun telah mengeluarkan peraturan dalam hal perkawinan agar tidak ada masalah perkawinan usia dini yang dapat mengakibatkan jumlah penduduk meningkat. Pemerintah pun mencanangkan program pendidikan wajib sekolah 9 tahun guna meningkatkan pendidikan masyarakat.
d. Kependudukan dan angkatan kerja
Masalah ini dapat diselesaikan dengan adanya lapangan kerja yang banyak. Oleh karena itu pemerintah mengeluarkan kebijakan pinjaman modal kecil kepada masyarakat yang ingin berusaha dengan mendirikan usaha kecil menengah. Selain itu program beasiswa pendidikan hingga keluar negeri pun digalakkan guna meningkatkan mutu sumber daya manusia yang ada.
e. Mobilitas penduduk
Mobilitas penduduk ini dapat di kendalikan dengan program migrasi yang di terapkan pemerintah. Selain itu pemerintah pun mulai memperhatikan desa – desa tertinggal terutama dalam hal pertanian sehingga masyarakta desa betah tinggal di desanya sendiri dan tidak ada niat untuk pindah ke kota.
f. Kepadatan penduduk
Kepadatan penduduk tentunya dapat diatasi juga dengan menggalakkan program keluarga berencana dengan lebih giat lagi. Serta dengan menjalankan program ttransmigrasi, yaitu memindahkan penduduk dari daerah padat penduduk ke daerah yang penduduknya baru sedikit.
g. Perkawinan dan perceraian
Untuk mengatasi masalah perkawinan pemerintah membatasi umur kawin minimum seseorang yaitu 18 tahun untuk wanita dan 21 tahun untuk laki – laki. Masalah tersebut pun dapat diatasi dengan memperpanjang waktu pendidikan yaitu 9 tahun wajib sekolah.
Untuk mengatasi masalah perceraian pemerintah membuat sulit proses perceraian seseorang. Sehingga orang – orang akan berfikir dua kali untuk melakukan proses perceraian itu sendiri.
Sumber :
http://library.usu.ac.id/download/fkm/fkm-sri%20rahayu.pdf
http://sumbermakalah.blogspot.com/2008/12/tentang-masalah-kependudukan.html
4. Bandingkan permasalahan kependudukan yang ada di negara kita dengan permasalahan kependudukaan di negara lain, bagaimana negara tersebut menyelesaikan permasalahannya itu !
Jawab :
Masalah kependudukan di Indonesia sangat sulit diatasi karena kesadaran masyarakatnya masih sangat rendah, pemerintah pun terlihat tidak terlalu mementingkan masalah kependudukan ini. Serta tingkat pendidikan masyarakat Indonesia masih sangat rendah daripada negara-negara berkembang. Sedangkan masalah kependudukan di negara lainnya lebih ditangai dengan baik. Contohnya di Jerman, karena jumlah penduduknya yang sedikit serta kesadaran penduduknya untuk mempunyai anak rendah, maka pemerintahan Jerman akan memberikan santunan dan akan membiayai hidup anak yang telah dilahirkan tersebut.
Sumber :
http://library.usu.ac.id/download/fkm/fkm-sri%20rahayu.pdf
http://sumbermakalah.blogspot.com/2008/12/tentang-masalah-kependudukan.html
Langganan:
Postingan (Atom)
